
Lea kemudian membuka matanya katika ia merasakan wangi minyak kayu putih yang sangat kuat. Perlahan Lea membuka matanya walaupun ia mulai merasakan kepalanya yang sangat sakit dan yang seperti di putar putar.
" Awwwww" Lea mengeluh sambil memegang perutnya. Ia kembali merasakan perutnya yang perih
" Kamu sudah bangun Lea" kata Suara yang begitu dikenal oleh Lea
" Dian" kata Lea dengan suara lemah dan serak
" Aku dimana??" kata Lea
" Kamu sedang ada di klinik kantor, tadi kamu pingsan di depan ruangan pak Lee"
Lea segera ingat saat ia hendak bertemu dengan Lee, ia ingat saat ia jatuh ketika ia ingin menjauh dari ruangan Lee
" Apa pak Lee tidak datang melihat ku??" kata Lea
" Tidak, asisten Tom yang membawamu kesini dan ia memanggil ku untuk menjaga mu, Sekarang ia sedang memanggil dokter untuk memeriksa mu"
Lea kembali menetes airmata, ia menatap langit langit dengan air mata yang semakin membanjiri wajahnya.
" Kamu jangan menangis Lea" kata Dian, sungguh ia merasa sangat ironis dengan nasib cinta sahabat nya ini.Dia. kemudian menggenggam tangan Lea,
" Dulu Jason sekarang Lee, mengapa aku tidak pernah beruntung dalam hal ini" kata Lea dengan lirih
" Jangan terlalu memikirkan hal itu, lebih baik kamu makan dulu, "
" Aku tidak selera makan Di, " tolak Lea
" Kalau kamu tidak makan, maka asam lambung kamu itu akan semakin parah dan kamu akan merasakan sakit yang luar biasa"
" Biar saja... lebih baik aku mati saja, aku tidak mau hidup seperti ini," Isak Lea dan Dian pun memeluk sahabatnya itu.
" Jangan berkata seperti itu, kau harus bertahan setidaknya untuk ibumu" kata Dian
" Sudahlah jangan terlalu menangisi keadaan, lebih baik kamu makan dan kalau dokter sudah memeriksa kondisi mu lebih baik kamu pulang kerumah Tante Mia" kata Dian
Tanpa sepengetahuan Lea dan Dian ternyata Lee memperhatikan Lea dari CCTV yang ada di ruangan Klinik tersebut. Lee bisa dengan jelas melihat Lea yang sedang terisak Isak.
" Maaf kan aku" kata Lee
Lee pun melangkah semakin dekat dengan layar televisi dan mencium gambar Lea dari sana.
" Aku juga mencintaimu nona Lea" kata Lee dengan lirih, ia juga tidak mampu membendung perasaan yang begitu dalam pada Lea
" Aku seperti orang bodoh atau aku lebih pantas disebut pengecut karena aku akan memberikan istri ku pada orang lain.
Lee menjambak rambut nya beberapa kali, ia terduduk dengan tubuh yang lemas. Sebenarnya keadaan Lee jauh lebih parah dari Lea, semalaman ia tidak bisa tidur, tidak bisa makan bahkan sampai pagi ini Lee tidak mandi dan mengganti pakaiannya.
Akhirnya Lea kembali ke Apartemen nya setelah ia diperiksa dan diberikan obat oleh dokter, Lea memutuskan untuk pulang ke Apartemen, ia tidak ingin semua orang kantor melihat keadaan nya yang kacau balau.
Lea segera merebahkan dirinya setelah Tom mengantarkan nya ke Apartemen.Lea mencoba memejamkan matanya agar dia bisa melupakan sedikit tentang Lee.
Semakin kuat Lee berusaha makan bayangan tersebut semakin kuat menghampiri Lea. Wajah Lee, senyuman, ciumannya bahkan hal hal kecil yang selalu Lee lakukan untuk Lea begitu jelas di dalam ingatan Lea.
" Apa yang harus aku lakukan mas??, aku tidak akan bisa melupakanmu begitu saja?? aku pasti akan butuh bertahun tahun untuk melupakan mu atau mungkin seumur hidup ku aku tidak akan pernah bisa melupakan mu"
Lea menangis sambil memejamkan matanya, ia mengambil foto pernikahan mereka yang terketak di meja nakas. Lea kemudian menciumi wajah Lee hingga beberapa kali,
" Aku mencintaimu mas, dan aku begitu merindukan mu"
Lea kemudian memeluk Foto itu dengan erat, ia sedang membayangkan ia sedang memeluk tubuh Lee. Rasanya begitu hangat dan nyaman hingga Lea tidak menyadari ia tertidur sambil memeluk figura foto pernikahan tersebut...
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.