Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 18



6 bulan telah berlalu, pernikahannya Lee dan Lea sama saja seperti sebelum yang berubah adalah Lea yang sudah mulai nyaman dan terbiasa dengan kehadiran Lee.


Pagi ini entah kenapa Lea bangun lebih awal, jam masih menunjukkan jam 5 pagi dan matahari belum menunjukkan sinar nya.


" Tumben aku bangun sepagi ini" kata Lea sambil beranjak turun dari ranjangnya.Ia merapikan tempat tidurnya


Ia turun sambil memakai sandar kamar yang begitu lembut. Tak sengaja panda Lea beralih kepada Lee yang masih tidur lelap, wajah dingin yang begitu tampan dan Lea mencoba memberanikan diri untuk mendekati Lee yang masih tertidur dengan lelap.


Lee terlihat tampan dengan wajah bantalnya, matanya masih tertutup rapat namun pesona yang ia punya tidak sedikit pun berkurang.


Sejenak Lea menatap laki laki yang sudah suaminya selama 6 bulan terakhir ini, ia tak tahu sampai kapan ia menyandang status sebagai istri Lee tanpa ada ikatan dan tujuan.


Dada Lea mendadak sesak membayangkan jika suatu saat nanti kalau Lee meninggal kan dirinya.Lea lalu berlari ke kamar mandi dan membasuh wajahnya di wastafel kamar mandi.


" Mengapa ...mengapa aku begitu ketakutan jika berpisah dari Lee, tapi apakah aku salah jika mengharapkan pernikahan pada umumnya??"


" Lebih baik aku membicarakan hal ini dengan Lee secara serius, aku tidak mungkin hidup sebagai istrinya tanpa sebuah ikatan dan tujuan yang jelas"


Setelah Lea mandi, Lee belum juga bangaun dari tempat tidurnya, akhirnya Lea berinisiatif untuk membuat sarapan untuk dirinya dan Lee.


Lea menuju dapur dan mulai melihat apa saja yang tersedia disana.


" Ya ampun istri macam apa aku ini, selama menikah aku tidak pernah masak,belanja dan yang lainnya. Baiklah sekarang aku mau masak apa??"


Lea kemudian berinisiatif membuat nasi goreng dan roti bakar keju, seperti yang selalu disediakan Lee setiap pagi.


Saat Ke sedang asyik mengaduk aduk nasi goreng buatannya, Lee tiba tiba datang dan ia sangat heran melihat Lea ada didapur.


" Tumben anak ini bangun lebih awal dan sekarang ia sedang memasak?? " kata Lee dalam hati


Diam diam Lee mendekati Lea dan merangkul pinggang nya dari belakang.


" Hayo kamu lagi ngapain??" kata Lee sambil meletakkan kepalanya di pundak Lea.


Seketika darah Lea mendidih mendapat perlakuan seperti itu dari Lee, sepertinya mereka adalah pasangan suami istri yang saling mencintai.


" Eh...itu.." kata Lea salah tingkah


" Lepaskan..." kata Lea


Lee yang juga sadar dengan perlakuan nya yang berlebihan segera melepaskan tangannya dari pinggang Lea.


" Kamu lagi apa??" kata Lee sambil menggaruk kepalanya, ia merasa sedikit canggung karena memeluk Lea


" Ya ampun kamu ngakk lihat aku lagi apa??" kata Lea sambil terus mengaduk nasi goreng yang ia buat


" Kamu mandi sana, setelah itu kita sarapan"


" Wah...kamu benar benar sudah mengambil dialogku pagi ini" kata Lee sambil tersenyum seolah menyinggung Lea yang tidak pernah memasak.


" Ya udah aku mandi dulu ya.."kata Lee


"Aku harus memaksa Jason agar ia kembali lebih cepat, sebelum hubungan ku dan Lea semakin dalam, aku tidak ingin semua tertarik dan Demak menyayangi Lea"


Lee kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan dan dikirimnya pada Jason.


Selepas mandi dan berpakaian dengan rapi z akhirnya Lee turun, dengan rambut yang masih sedikit basah Lee menuruni tangga. Lea yang melihat suaminya sudah rapi tampak kagum dengan ketampanan yang dimiliki oleh Lee.


" Sudah siap??" kata Lee sambil merapikan kemeja yang ia pakai


" Lea!!" ulang Lee dan ternyata Lea sedang memperhatikan dirinya dengan seksama


" Lea" ulang Lee lagi


" Iya mas" kata Lea yang tiba tiba menyebut Lee dirinya dengan panggilan mas. Jujur saja Lee senang mendengar Lea menyebutkan dengan mas l, biasanya Lea akan memanggil dirinya mas didepan mamanya.


" Su... sudah" kata Lea


" Ak...aku mandi dulu ya...mas sarapan saja duluan" kata Lea sambil berlalu pergi


" Mas akan tunggu kamu" kata Lee yang juga menyebutkan dirinya dengan panggilan mas


"Eh... baiklah"kata Lea segera berlalu pergi kelantai atas.


Begitu sampai dikamar mandi, jantung Lea sudah tidak karu karuan, ia bernafas lebih cepat dari biasanya


" Bagaimana mungkin aku bisa keceplosan menyebutnya dengan panggilan mas, ya ampun " Kata Lea sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Setelah Lea mandi dan bersiap siap akhirnya Lea turun dan ternyata benar Lee benar benar menunggu nya untuk sarapan dan itu adalah sarapan pertama mereka, karena biasanya Lee yang selalu pertama berangkat.


" Mas belum makan...eh...maaf.. maksud ku"


" Ngakk apa apa jika kamu nyaman memanggil ku mas, aku tidak keberatan" kata Lee sambil menyendok nasi goreng buatan Lea kepiring


" Duduk kita sarapan bersama" kata Lee sambil menaruh piring dimeja Lea


" Maaf jika makanannya tidak sesuai dengan selera mas"kata Lea


" Santai saja" kata Lee, iapun mulai memasukkan sesendok nasi goreng itu kemulutnya dan Lea begitu memperhatikan nya dengan seksama, ia begitu tegang mendengar penilaian Lee terhadap makanannya


" Enak juga" kata Lee dan seketika Lea bernafas dengan lega hingga hembusan nafasnya bisa didengar oleh Lee


" Kamu tegang ya??" kata Lea


" Eh...iya takut nya ngakk cocok sama lidah mas," kata Lea


" Apapun yang kamu masak, aku akan selalu menghargai nya"


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.