Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 43



Setelah jam menunjukkan hampir tengah malam, Dian dan Lea memutuskan untuk kembali ke rumah. Meskipun acara masih berlanjut dengan acara hiburan dari artis dan penyanyi yang sengaja diundang oleh perusahaan Yahya group and company sebagai acara terakhir.


" Kita pulang aja yuk" kata Lea


" Ayo, aku juga udah bosan nih, belum lagi kita harus ngantor besok"


" Gimana kalau aku yang antar kalian berdua??" kata Ryan menawarkan diri


" Ngakk usah" kata Lea menolak tapi justru Dian yang menerima tawaran Ryan.


" Ngakk apa apa Lea, dari pada kita naik taksi"


" Tapi bagaimana dengan Sofia??"..


" Gampang lah, lagian ia juga masih sibuk dengan Lee" kata Ryan


Lea mengarah kan pandangan ya ke arah Lee dan Sofia yang kelihatan asyik mengobrol dengan para kolega bisnisnya.


" Tega kamu mas..tak sedetikpun kamu memperhatikan aku"


" Baiklah" kata Lea akhirnya, ia juga tak ingin berlama-lama dengan suasana yang menyedihkan itu.


Sebelum mereka pergi, Dian menyempatkan untuk membawa beberapa makanan untuk dibawa pulang .Lea dan Ryan yang melihat hal itu henya bisa tersenyum dan geleng geleng kepala.


" Temanmu itu lucu sekali ya" kata Ryan


" Begitu lah, setidaknya aku punya sahabat yang membuatku tersenyum" kata Lea


Setelah Dian mengambil beberapa makanan yang tersisa di meja prasmanan, Dian pun menghampiri Lea dan Ryan dengan membawakan beberapa bungkusan, rupanya Dian sudah membawa beberapa kantong plastik.


" Let's go!!" kata Dian


" Ya ampun Di, kamu ini bikin malu saja, ngapain coba kamu bawa kantong plastik segala, atau kamu memang sengaja membawanya!!


" He...he..." hanya itu yang keluar dari mulut Dian, seolah membenarkan pendapat Lea.


Akhirnya Lea dan Dian masuk kedalam mobil hitam Ferrari milik Ryan. Lea dan Dian memilih untuk duduk dibelakang meskipun Ryan memaksa salah satu dari mereka untuk duduk didepan.


Setelah mengantar Dian, akhirnya Ryan mengantar Lea ke Apartemen nya. Selam perjalanan Lea hanya diam saja, ia hanya lurus menatap jalanan.


" Lea" panggil Ryan


" Hmmmm" kata Lea yang berada di belakang Ryan


" Apa kamu dan Lee baik baik saja??" Ryan memberanikan diri untuk menanyakan hal itu pada Lea, karena selama acara berlangsung Lee sama sekali tidak mendekati Lea, Lee hanya mencuri pandang pada Lea.


" Maaf jika aku bertanya hal pribadi, tapi sepertinya Lee sengaja menyembunyikan pernikahan kalian, buktinya Sofia tidak tahu kalian menikah.


"hmmmm"


" Aku tidak ingin membahas nya.. maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut Lea, namun walaupun Lea tidak bisa mengatakan kebenaran tentang rumah tangganya tapi Ryan tahu ada permasalahan yang begitu serius antara Lea dan Lee.


" Tak apa, maaf aku terlalu ikut campur"


Ryan tidak bertanya lagi tentang hal tersebut voada Lea, ia lebih fokus dengan mobilnya.


Lea akhirnya sampai di Apartemen nya, begitu mobil berhenti dengan sigap Ryan turun dan membukakan pintu untuk Lea.


" Terima kasih kak" kata Lea sambil tersenyum


" Segera masuk, udara cukup dingin diluar" kata Ryan dan akhirnya mobil Ryanpun pergi diiringi lambaian tangan dari Lea.


Lea segera masuk Ke Apartemennya setelah mobil Ryan menghilangkan dari pandangannya.


" Kamu masih belum berubah kak" kata Lea, ia kemudian segera menuju lantai dua dan membuka dengan key card yang ia punya.


Begitu pintu terbuka, Lea begitu kaget karena ternyata Lee sudah ada didepan pintu, dan seperti ia sedang menunggunya.


" Ya Tuhan" kata Lea kaget melihat Lee yang berdiri mematung didepan pintu


" Kenapa?? kamu kaget??" kata Lee dengan nada suara meninggi,


"Aku hanya tidak menyangka kamu sudah pulang" kata Lea, ia pun membuktikan high heels hitam nya dan meletakkan nya di rak sepatu


" Apa kau sengaja??" kata Lee lagi dan seketika Lea mengarahkan pandangannya pada suami nya itu.


" Sengaja?? aku tidak mengerti maksudmu??" kata Lea, ia terus saja melangkah kekamar dan Leepun mengikuti nya dan begitu sampai didalam kamar Leepun menarik tangan Lea dan memundurkan nya ke dinding


" Apa maumu??" tangtang Lea


" Apa aku sengaja membuat ku cemburu??" kata Lee dengan pandangan yang cukup tajam menatap Lea


" Cemburu?? heh... seperti leluconn saja!!"


" Jawab saja"


" Aku tidak tahu apa yang kau maksud, lagipula aku sudah tidak ingin berurusan dengan hal hal yang bersifat pribadi. Maka dari itu aku tidak mau mencampuri urusan mu bahkan saat kau sedang bermesraan dengan Sofia"


" Jangan coba mencari alibi lain nona Lea" kata Lee semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Lea.


" Apa hakmu untuk melarang ku dan lagipula aku tidak melakukan kesalahan apapun"


" Apa kau tidak merasa bersalah karena sekarang aku sedang terbakar api cemburu"


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.