Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 87



Akhirnya Lea bisa bernafas sedikit lega ketika ia sudah sampai di sebuah desa yang sudah berkembang cukup maju. Desa kelahiran ibunya itu kini sudah jauh berkembang lebih pesat setelah hampir 1 dekade ia tidak berkunjung kesana.


" Tidak seperti dulu" kata Lea sambil melihat Desa yang dulunya dikelilingi oleh sawah kini sudah disulap dengan bangunan bangunan kokoh yang bergerak di bidang usaha mulai dari kuliner, hotel dan berbagai usaha lainnya.


Saat ini Lea tinggal da rumaj peninggalan nenek dan kakeknya yang sudah lama tidak ditinggali, untunh saja Lea berhasil menghubungi salah satu keluarga jauh darinya sehingga ia datang rumah sudah dalam keadaan bersih.


Lea berjalan ke tempat tidur dan menaruh barang barangnya disana, suasana rumah itu mengingatkannya pada masa kanak-kanak yang sangat menyenangkan.


" Ya ampun seandainya aku bisa kembali ke masa itu, aku masih bisa bertemu dengan nenek, Kakek bahkan mama dan papa" kata Lea


" Sekarang aku sudah sendiri dan rasanya sangat menyedihkan"


Lea kembali merapikan barang-barang nya , ia tidak larut dalam masalah dan airmata dan rasanya Lea sudah begitu lelah untuk menangisi dan mempertahankan apa yang seharusnya.


Saat sibuk merapikan semua pakaiannya kedalam lemari tua peninggalan neneknya, ponsel Lea berbunyi dan iapun mengambil ponselnya yang berada di sebuah tas kecil miliknya


" Dian" kata Lea melihat nama itu tertera di layar ponselnya.


" Ada apa ya?? apa mungkin Jason??"


Lea akhirnya mengangkat panggilan dari Dian


" Halo Di" kata Lea


" Lea, apa kamu baik baik saja?? apa kamu sudah sampai?? apa kamu nyaman tinggal disana??"


" Ya ampun Dian, bicaranya satu satu dong aku teler dengarnya" kata Lea yang kemudian duduk di Sebuah ranjang besi yang sudah dilapisi oleh kasur baru.


" Baru beberapa hari aku sudah merindukan mu Lea, aku benar benar kesepian dan kewalahan" kata Dian


"Kewalahan?? kamu banyak pekerjaan ya, aku minta maaf ya karena sudah membuatmu susah. Oh ya Jason bilang apa mengenai pengunduran ku??"


" Itulah masalah nya, aku selalu diteror oleh mantan pacar dan mantan suami mu itu"


" Mantan suami??" kata Lea, ia tidak yakin kalau Lee mencarinya.


" Lee??" tanya Lea lagi


" Ya emang nya kamu punya mantan suami yang lain"


" Kamu jangan bercanda Dian, Lee tidak mungkin mencariku"


" Tapi itulah kenyataannya Lea, bahkan aku sempat melihat ia bertengkar dengan Jason. Benar benar drama yang melelahkan" kata Dian


" Lee atau Jason??" kata Dian pura pura bodoh


" Lee, Dian" kata Lea cukup keras dan Dian malah tertawa mendengar nya


" Ya ampun, aku tau Lea kamu tidak usah darting begitu"


" Habisnya kamu bikin aku kesal, aku tidak mungkin tanya Jason, jika aku mau aku bisa melakukan itu"


" Baiklah, aku juga tau. Lee ingin tau keberadaan mu dan ia juga sempat menanyakan nomor ponsel mu yang baru. Kedua laki laki itu benar benar membuatnya ku kesulitan Lea"


Lea hanya mengela nafas panjang, ia masih tidak mengerti untuk apa Lee menanyakan dirinya.


" Dian, apa Lee tau aku sedang hamil??" kata Lea


" Sepertinya tidak, Lee sama sekali tidak menyinggung nya"


" Syukurlah" kata Lea,


"Mengapa kamu menutupi kehamilan mu Lea, sebaiknya kamu beritahukan saja pada Lee. Dia juga memberikan nomor ponselnya padaku, kamu bisa menghubungi dia jika kau mau"


" Sudahlah Di, aku tidak ingin membahas mereka berdua. Aku ingin hidup damai disini"


" Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku akan selalu mendukung mu dan kalau ada libur aku akan mengunjungi mu kesana"


" Terima kasih Di, kau satu satunya orang yang paling mengerti diriku" kata Lea


" Sayangnya aku tidak terlahir sebagai laki laki" kata Dian sambil tertawa dan Leapun tersenyum mendengar nya.


Lea dan Dianpun mengakhiri pembicaraan mereka,Lea kemudian melanjutkan pekerjaannya, namun tiba-tiba saja ia merasakan mual yang luar biasa.


Dengan langkah cepat Lea langsung menuju kamar mandi yang berada di belakang, iapun memuntahkan semua isi perut nya hingga tubuhnya benar benar lemas.


Ini adalah mual yang paling parah yang pernah Lea rasakan, ia sampai terduduk karena ia merasakan seluruh tubuhnya lemas setelah apa yang ia konsumsi keluar.


" Seharusnya ayahmu ada disini sayang, seharusnya ia membantu ibu untuk melewati mas mas sulit ini"


Sekuat tenaga Lea menahan agar airmata nya tidak keluar namun ia ternyata tidak mampu karena airmata itu kembali membasahi pipinya


" Kita akan tinggal disini sayang" kata Lea sambil memegang perutnya.


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.