Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 22



Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit akhirnya Lea diperbolehkan untuk pulang dan melanjutkan pengobatan dirumah. Selama beberapa hari ini Mia setia mendampingi putrinya selama dirumah sakit.


Begitu sampai dirumah Lee segera mengantar kan Lea dan Mia kekamar mereka dan alangkah terkejutnya Mia melihat dikamar yang cukup luas itulah terdapat dua buah ranjang yang tidak berukuran terlalu besar. Kamar itu memang persis seperti kamar Lea mulai dari bed cover pink dengan motif hallo Kitty, meja berwarna pink, lemari bahkan semua yang ada dikamar Lea dulu ada dikamar Lea sekarang.


Lee menyadari kejanggalan itu, ia melirik ke arah ibu mertua nya, ia yakini Mia pasti menyimpan kecurigaan terhadap pernikahan mereka.


" Aduh bagaimana mungkin baku bisa lupa untuk mengganti ranjang ini?? mama Mia pasti curiga karena didalam kamar ini terdapat dua ranjang"


Lee berusaha untuk tidak panik dan teganga, ia menetralisir raut wajah nya agar seperti orang yang tidak ketakutan padahal kenyataannya sungguh berbeda dan kalau Mel wajah Lee semua seperti baik baik saja.


Berbeda dengan Lee, Lea justru menggigit bibir bagian bawahnya seperti kebiasaan nya ketika ia sedang merasakan kegugupan atau sedang panik. Lea juga tidak habis pikir bagaimana ia juga bisa sampai lupa untuk mengganti ranjang yang ada dikamar mereka.


Untuk mencairkan suasana yang kelihatan sudah mulai tidak nyaman terlebih Mia sedari memperhatikan Lea dan Lee secara bergantian.


" Ma..mama mau makan apa?? biar Lee belikan!" kata Lee berusaha mencari topik pembicaraan


" Ngakk usah nak Lee, biar mama masak aja Lea itu tidak boleh makan makanan sembarangan pasti perut nya masih sangat sensitif" kata Mia


" Oh ya lebih baik mama masak bubur untuk Lea sekarang supaya dia tidak terlambat makan" kata Mia sambil beranjak menuju dapur.


Sementara Lea meneruskan pekerjaannya mamanya yang tadi sedang membongkar semua barang barangnya selama dirumah sakit mulai dari pakaian, baju dalam, dan segala keperluan Lea.


" Biar aku saja" kata Lee sambil mengambil alih pekerjaan Lea, ia tidak ingin Lea sampai terlalu banyak bergerak


Lea hanya diam saja melihat Lee membereskan semua barang barangnya dan anehnya semua letak barang barang Lea bisa diletakkan Lee ditempat yang benar.


" Apa selama ini dia memperhatikan diriku bahkan semua letak barang barang ku dia bisa tau!" kata Lea dalam hati


" Kamu ngakk boleh capek capek dulu, banyak istirahat dan masalah membersihkan rumah biar aku saja atau mungkin nanti aku carikan seseorang untuk membantu kamu dan Mama" kata Lee


" Bagaimana jika mama bertanya tentang hubungan kita??" kata Lea dan untuk pertanyaan ini Lee harus benar-benar bisa menggunakan hati dan pikiran bekerja sama karena jika salah jawab Lee takut jika Lea sampai marah dan salah paham.


" Aku rasa kamu bisa memberikan alasan" kata Lee


" Aku tak tahu lagi, apa mama perlu tau kalau pernikahan ini adalah sandiwara??" kata Lea


" Sampai... sampai apa??" ulang Lea memperjelas sekaligus menanyakan kalimat yang terpotong dari mulut Lee.


" Nak Lee" kata Mia tiba tiba dan kedatangan Lee kali bak Dewi penolong bagi Lee untuk melarikan diri lagi dari pertanyaan Lea.


" Eh...ada apa ma??"


" Mama mau beli beberapa keperluan dapur apa ku bisa mengantarkan mama ke supermarket terdekat??" pinta Mia


" Tentu saja ma...apa kita berangkat sekarang??" tanya Lee


" bukan...tahun depan" kata Mia sambil melotot


" hah???" Lee melongo mendengar kata-kata ibu mertua nya sedangkan Mia dan Lea hanya bisa tersenyum melihat Lee.


" ya sekarang dong biar Lea ngakk telat makannya"


Akhirnya Menantu dan ibu mertua itu akhirnya pergi belanja ke supermarket terdekat. Sambil ditemani oleh Lee, Mia berbelanja di supermarket yang tidak jauh dari rumahnya.


Selama di supermarket Lee mengikuti Mia dengan membawa keranjang belanja namun saat berbelanja Mia mencari kesempatan untuk menanyakan hal menurut nya janggal.


" Apa kau dan Lea baik baik saja??" tanya Mia dan Lee tahu arah pembicaraan dari Mia


" Begitu lah" kata Lee mencoba tenang


" Lalu kenapa kalian pisah ranjang??" tanya Mia langsung pada pokok bahasan dan kali ini Lee menelan salivanya karena pertanyaan ini begitu sulit baginya.


" Itu loh ma, Lee tidur nya ngorok dan sangat aktif jadi Lee takut Lea akan merasa tidak nyaman jika berada di dekat Lea" kata Lee menjelaskan


" Hmm tapi firasat mama kalian sepertinya tidak seperti pasangan pada umunya terlalu kaku dan.." Mia tidak bisa melanjutkan kata kata nya


" Itu hanya perasaan mama saja" bantah Lee namua. Mia tahu Lee dan Lea menyembunyikan sebuah rahasia mengenai rumah tangga mereka


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.