Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 15



Setelah makan malam dengan masakan Lee, akhirnya Lee dan Lea tidur dikamar Lea sewaktu masih masih gadis dan masih dalam hitungan Minggu Lea begitu merindukan kamar itu.


"Ah....nyamannya" kata Lea sambil menghirup aroma lavender yang menjadi ciri khas dari kamar nya.


Lea menghempas kan tubuh nya dikasur kamar pribadinya dan Lea merasa sangat bahagia bisa kembali tidur dikasur miliknya.


Lee yang memilih untuk mandi bingung karena ia tidak memiliki pakaian ganti.


" Lea apakah kamu memiliki baju ganti untuk ku??" tanya Lee sambil menggaruk kepalanya, baru kali ini Lea melihat Lee seperti orang bodoh.


Lea akhirnya bangun dan mengambil sebuah baju untuk Lee.


" Ini..." kata Lea sambil memberikan sebuah mini dress berwarna pink untuk Lee


"Ha....ha....ha..." Lea tertawa begitu keras sampai ia merasakan perutnya sakit karena terlalu lama tertawa sedangkan Lee hanya memandang nya dengan tatapan tajam.


Melihat Lee yang sudah kesal, Lea akhirnya menghentikan ketawanya dan ia pergi keluar dan mengambil beberapa pakaian milik almarhum ayahnya.


" Ini pakailah" kata Lea


" Ini baju siapa?? bukankah tidak ada laki laki disini??" kata Lee dengan curiga


" Jangan jangan ini pakaian Jason??" pikir Lee dalam hati


" Ini pakaian mantan suami ku yang pertama" kata Lee cuek


" Apa?? yang benar saja"


" Tuan sombong, ini adalah pakaian almarhum ayahku dan saya rasa ini buat anda"


Lea beranjak lagi ke kasur dan membenamkan kepalaku dibalik selimut tebal.


" Apa dia marah??"


Selesai mandi Lee akhirnya keluar dari kamar mandi, ia merasa tidak nyaman karena memakai pakaian dari orang lain


" Seharusnya aku tidak lupa membawa pakaian ganti"


Lee beranjak menuju cermin dan melihat dirinya yang sedang memakai t-shirt putih dan celana training yang longgar milik almarhum ayah Lea


" Tidak buruk, ini lebih baik daripada tidak sama sekali" kata Lee sambil menatap dirinya di cermin


" Baiklah sekarang waktunya tidur"


Lee barjalan mendekati ranjang yang tidak terlalu besar milik Lea, ia memandang keseluruhan isi kamar itu benar benar menggambar kamar dari seorang perempuan.


" Jadi dia suka warna pink" kata Lee yang sudah duduk disamping Lea yang sedang tertidur


Lee mulai memori semua isi kamar Lea mulai dari kasur, lemari, meja, gorden bahkan lampu yang ada dikamar Lea juga.


Setelah Lee mengambil semua gambar, ia lalu mengirim semua gambar itu pada seseorang yang ahli dalam mengubah dekorasi kamar.


Lee kemudian membaringkan tubuhnya disamping Lea, ternyata gadis cuek itu sudah meletakkan dua buah bantal guling sebagai batas mereka membuat tempat tidur semakin kecil.


Dengan pelan Lee mengambil satu bantal itu dan menaruhnya di bawah karena ia tidak suka tidur ditempat yang sempit.


 


Jam 3 dini hari Lee terbangun karena ia merasakan bagian bawah tubuhnya menegang, dengan mata yang masih sangat berat sekali Lee berusaha untuk bangun, saat hendak menyalakan lampu ia merasakan tubuhnya sedang dipeluk oleh seseorang


Lee terperanjat melihat Lea yang meringkuk dengan posisi sedang memeluknya, mereka bahkan wali menempel.


" Apa yang sedang terjadi??" kata Lee dengan jantung yang sudah hampir copot, ia mendadak menjadi bernafas dengan tidak karu karuan dan bagian bawahnya semakin tidak terkendali.


" Ya ampun apa yang sedang terjadi, mengapa tubuhku merespon Lea dengan luar biasa"


Lee ingin melepaskan pelukan Lea sebelum Lea bangun dan menyadari nya namun begitu melihat Lea tidak dengan pulas dan kelihatan nyaman membuat Lee menjadi tidak tega.


Akhirnya Lee memutuskan untuk tidur dengan posisi Lea memeluknya dan tanpa disadari Lee juga melingkarkan tubuhnya dipundak Lea dan sekarang posisi mereka saling berpelukan.


Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi, Lea yang biasa bangun dijam segitu bangun dengan menggerakkan tangannya dan betapa terkejutnya ia saat mendapat tangan nya memeluk tubuh Lee dan bahkan tubuh mereka tidak berjarak sama sekali.


" A...a..." Lea menjerit sambil dan seketika ia menutup mulutnya karena ia sadar bahwa ia sedang ada di rumah mamanya kalau di Apartemen tidak masalah karena ruangan itu kedap udara.


Lee juga terbangun karena teriakan Lea, untungnya Mia sedang ada dibawah sedang mempersiapkan makanan untuk Lea dan suaminya sehingga ia tidak mendengar teriakan Lea.


" Sialan kamu" kata Lea sambil melempar bantal kearah Lee


" Apa??" kata Lee


" berani beraninya kamu memeluk ku, " kata Lea dengan marah, matanya bahkan melotot tajam


" Ya ampun, kamu yang memeluk ku duluan, sampai sampai aku tidak tidur karena sesak nafas" kata Lee


" Bohong...kamu pasti bohong bisa bisanya kamu cari kesempatan saat aku sedang tidur"


Lee yang sedang malas berdebat terlebih dirinya kurang tidur kerena ia sulit memejamkan matanya saat Lea terus memeluk nya.


" Terserah kamu" kata Lee sambil beranjak dari ranjang dan memilih langsung kekamar mandi


" Hei... urusan kita belum selesai" kata Lea namun Lee tidak memperdulikan apa yang dikatakan boleh Lea.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.