
Lee dan Lea akhirnya sampai disebuah mall, Lee segera berinisiatif untuk mengambil troli dan segera memulai untuk belanja.
" Nah sekarang mau beli apa??" tanya Lee
" Entahlah selera belanjaku sekarang sudah hilang" kata Lea dengan kesal, ia sebenarnya masih kesal dengan sikap Lee sewaktu di taman
" Jangan marah begitu dong, jadinya ga mood deh buat belanja, tapi sebagai permintaan maaf kamu boleh mengambil barang yang kamu suka nanti biar mas yang bayar"
Lea semakin jijik dengan penilaian Lee terhadap dirinya, dia bukanlah wanita yang suka memoroti laki laki, dia adalah wanita mandiri.
" Tidak usah" Kata Lea sambil berjalan dan Lee pun segera mengikuti Lea dari belakang sambil membawa troli belanja.
Satu persatu Lea mulai mengambil semua keperluan rumah mulai dari keperluan kamar mandi, keperluan masak dan segala bentuk perawatan yang biasa dipanggil Lea sehari hari.
Satu jam lebih akhirnya Lea sesuai dengan urusan nya dan kini saatnya Lea membayar semua yang ambil.
" Biar mas aja yang bayarin" kata Lee
" Ngakk usah" kata Lea dengan ketus, iapun mengeluarkan kartu debit nya untuk membayar semua keperluan yang mereka beli.
" Lea...sudah menjadi tanggung jawab ku untuk membiayai hidup kamu, aku mohon biar aku yang membeli semua belanja ini" kata Lee
"Tidak usah mas, lagian jatah bulanan yang selalu mas berikan tidak pernah Lea pakai, jadi biar Lea yang bayar"
Sekeras apapun Lea berusaha tapi akhirnya Lee berhasil membayar semua barang yang dibeli Lea. Kali ini Lea hanya diam karena percuma saja berdebat dengan Lee, dengan segala cara dia selalu bisa menjalankan kehendak nya.
Lea melihat badrol barang yang ia beli, dan itu hampir menyentuh angka 2 juta rupiah, Lea menjadi sedikit menyesal mengambil barang yang terlalu banyak tapi mau bagaimana semua barang barang itu memang diperlukan.
"Jadi uang mas transfer untuk Lea mau dikemanain??" tanya Lea
" Terserah kamu saja, gunakan untuk membeli apapun yang kamu suka dan kalau masih kurang kamu boleh pakai ini"
Lee akhirnya memberikan kartu kredit ini untuk Lea dan tentu saja Lea tidak menerima kartu itu.
" Buat apa sih mas, uang bulanan yang mas kasih saja belum aku sentuh jadi buat apa aku menerima kartu itu dan lagian dari dulu aku tidak suka. menggunakan kartu kredit"
" Aku selalu mensyukuri apa yang aku punya mas dan aku selalu membeli sesuatu yang sesuai dengan kemampuanku"
Lee tentu saja berdecak kagum dengan kepribadian Lea, pantas saja Jason begitu betah menjalin hubungan dengannya.
" Jason...aku tidak bisa jamin untuk tidak jatuh cinta pada wanita ini"
" Bagaimana jika kita makan seperti nya perutku mulai lapar karena jogging tadi" kata Lee
" Boleh...mas mau makan apa??"
" Terserah kamu saja...eh bagaimana dengan sushi?? tapi kalah kamu tidak suka kita ganti makanan lain saja"
" Aku suka kok mas ayo kita makan"
Lee dan Lea akhirnya memilih makanan Korea didalam restauran yang ada di mall tersebut. Setelah memesan beberapa jenis sushi dan minuman Lea dan Lee duduk sambil menunggu pesanan mereka datang.
Saat tersebut tiba tiba ponsel Lee bergetar dan Leepun melihat ponselnya dan ternyata itu berada dari sepupu Lee.
" Lee..aku harap kamu tidak melewati batasanmu, dan ingat Lea itu hanya milikku, jaga dia sebelum aku kembali. Aku percaya padamu tuan Lee"
Lee hanya bisa tersenyum pahit membaca pesan itu, selera makannya tiba tiba saja hilang karena pesan yang ia terima.
" Eh...Lea gimana kalau kita bungkus saja malam nya, ada beberapa pekerjaan yang harus saya cek sekarang juga"
Sebenarnya Lea sedikit kecewa, ia merasa makan berdua dengan Lee di mall itu akan memberikan kesan yang berbeda.
" Iya nggak apa apa mas, kita pulang saja"
" Tunggu disini, aku akan bilang supaya sushi yang kita pesan dibungkus saja"
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.