
Mia begitu kaget mendengar Lea masuk rumah sakit, dengan tergopoh-gopoh Mia segera menuju rumah sakit. Atas perintah Lee, Tom bertugas menjemput Mia kerumahnya.
Selama diperjalanan Mia terlihat gelisah sekali dan melihat kegelisahan Mia, Tom berusia untuk menenangkan Mia.
" Ibu tenang saja kondisi non Lea sudah mulai membaik" kata Tom yang bisa melihat kegelisahan Mia dari kaca spion mobilnya.
" Kenapa dia masuk rumah sakit?? apa maag dan asam lambung nya kambuh lagi??" tanya Mia
" Sepertinya begitu Bu!!" kata Tom membenarkan dugaan Mia
" Ya ampun Lea memang tidak bisa menjaga pola makannya, sampai sampai ia harus masuk rumah sakit!" keluah Mia
" Itu memang benar Bu, dan sekarang aku punya tugas tambahan..ya ampun aku pasti tidak akan bisa tidur setelah ini" keluh Tom dalam hati
Akhirnya setelah lebih 30 menit berkendara, Tom dan Mia akhirnya tiba dirumah sakit tempat Leanor dirawat dan dengan segera Tom pun mengantar Mia untuk menemui putri semata wayangnya.
Begitu melihat Lea terbaring dengan tangan yang dipasangkan infus, Mia segera menghampiri Lea. Dengan wajah tegang dan khawatir Mia memeluk putrinya yang sedang terbaring.
" Sayang .." kata Mia sambil menangis membuat Lea menganggap ibu nya terlalu berlebihan
" Ma..nggak usah nangis gitu ah..Lea udah ngakk apa apa kok" kata Lea yang berusaha menenangkan ibunya namun yang namanya orang tua pasti sangat khawatir jika melihat anaknya sakit.
" Kenapa bisa seperti ini, kamu pasti telat makan ya??" tanya Mia
" Atau kamu minum kopi lagi??" tebak Mia dan sayangnya tebakan Mia kali ini benar.
" Iya ma.. Lea minta maaf" kata Lea sambil memegang tangan ibunya seolah meminta pengampunan atas kesalahannya.
" Ya ampun Lea, berapa kali harus mama bilang jangan pernah minum kopi lagi..lihat kamu jadi begini"
Lea tidak bisa berkata apa apa, ini memang murni karena kesalahannya.
" Loh...Lee kemana, kenapa dia biarkan kamu sendiri ??" tanya Mia yang tidak melihat keberadaan Lee diruangan Lea
" Eh... itu ma, Mas Lee lagi beliin makanan untuk Lea, masakan rumah sakit ngakk enak ma" kata Lea menjelaskan
" O... kirain dia ninggalin kamu sendiri, kalau itu sampai maka mama akan menghukum dia"
Lea hanya terdiam mendengar kata kata Mia, ia menjadi kepikiran jika Lee sampai meninggal dia, apa yang harus ia lakukan karena Lea tahu pasti ada alasan yang kuat mengapa Lee sampai ingin menikah dirinya.
" Mama udah sampai, maaf jika nunggunya kelamaan"kata Lee dengan sopan
" Ngakk Kok Lee mama bari sepuluh menit yang lalu sampai" kata Mia
" Oh ya Lea ini makanan untuk kamu, mas sengaja beliin bubur ayam kerena saran dokter selama seminggu ini kamu harus makan bubur" kata Lee.
Lee kemudian membuka bungkusan yang dibawanya, ia pun segera menyuapi Lea.
" Mama udah makan?? kalau belum biar saya suruh Tom untuk membelikan makanan!" kata Lee
" Udah kok nak Lee mama udah makan" kata Mia
" Ya udah ini Lee belikan beberapa jus buah silahkan mama minum" kata Lee sambil menyerahkan bungkusan yang berisi jus buah
" Mas biar mama saja yang suapin aku atau aku bisa makan sendiri kok" kata Lea yang merasa sungkan saat Lee menyuapi nya.
" Ngakk apa apa kok biar mas yang suapin" kata Lee sambil terus menyuapi Lea dan Mia hanya tersenyum melihat perhatian yang ditunjuk kan Lee pada putrinya..
" Oh ya nak Lee tidak terganggu bekerja?? kalau mama boleh saran biar mama saja yang menemani Lea disini"
" Ngakk apa apa kok ma, biar Lee disini saja mungkin besok saja Lee masuk kantor. Maaf ya ma Lee tidak bisa menjaga Lea"kata Lee yang merasa bersalah
"Jangan berkata seperti itu, ini kesalahan Lea kalau dia tidak minum kopi maka dia tidak akan disini" kata Mia menyalahkan keteledoran putrinya.
" Iya..ini memang salah Lea" kata Lea membenarkan kesalahan dirinya sendiri
" Kamu cepat sembuh ya Lea, mama ingin segera menimang cucu dari kalian" kata Mia dengan penuh harap
Seketika Lea dan Lee saling menatap, Lea menatap Lee dengan pandangan yang menyedihkan karena ia tahu ia tidak mungkin mengabulkan keinginan ibunya.
" Kalau tahun ini kalian belum dapat momongan mama harap tahun depan kalian sudah bisa ikut program kehamilan mama ingin secepatnya menggendong cucu dari kalian"
Semakin Mia berharap semakin rasanya Lea sakit hati, ia tahu sebagai putri semata wayang ibunya sangat mengharapkan keturunan darinya.
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.