
" Jika Lee memang mencintai mu, maka bagaimana pun caranya dia akan memperjuangkan mu Lea"
Kata kata Jason kembali terngiang ngiang di telinga Lea, hatinya terasa pahit saat Jason mengatakan Lee dengan mudahnya menyerahkan Lea pada dirinya.
Siang ini Lea memutuskan untuk mengambil semua barang barang nya yang ada di Apartemen Lee. Lea terdiam saat ia berada di gedung gedung yang tinggi dan bersusun rapi tersebut.
Satu bulan sudah, satu bulan Lea tidak menginjakkan kaki di Apartemen ini dan mungkin ini adalah langkah terakhir nya untuk kembali ke Apartemen tersebut.
Lea kemudian menunjuk lantai dimana Apartemen Lee berada, begitu sampai di depan pintu Lea pun menggunakan keycard yang diberikan Lee padanya.
Begitu pintu terbuka, dada Lea langsung menyeruak, ada kerinduan yang begitu dalam yang menyerbu relung hatinya.
Lea berjalan perlahan, ia menatap smeua isi ruangan tersebut, ada kesepian yang begitu dalam, tempat itu terasa kosong.
" Mas" panggil Lea, satu hal konyol yang ia lakukan, padahal ia tahu Lee tidak akan ada disana. Lea benar benar Lee ada disana dan mereka bisa berbicara tentang pernikahan mereka.
Saat Lea memasuki kamar mereka, mata Lea terkejut saat melihat sebuah buket mawar merah yang sudah sangat layu. Leapun mendekati ranjang tersebut dan melihat bunga mawar itu.
" Selamat ulangtahun istriku, semoga bahagia selalu menjadi milikmu"
Mata Lea langsung berair saat melihat bunga tersebut, Lea langsung terduduk dilantai sambil memeluk buket bunga tersebut.
" Mas.. kenapa kau membohongi perasaanmu, kenapa kau tidak memperjuangkan pernikahan kita" Isak Lea sambil terus memeluk bunga tersebut.
Lea tau parasaan Lee padanya sama dengan perasaan nya, tapi yang sungguh disesalkan Lea adalah Lee tidak ingin mempertahankan pernikahan yang sudah berjalan selama dua tahun.
Lea pun berdiri dan entah kenapa Lea merasakan pusing yang luar biasa. Lea hampir saja terjatuh untungnya ia segera berpegangan pada ranjang sehingga tubuhnya tidak terjatuh.
" Ya ampun.. kepalaku pusing sekali, apa asam lambung ku naik lagi" kata Lea dalam hati
Lea memegang perutnya dan ia tidak merasa ataupun sakit.
" Sebaiknya aku harus memeriksakan diri ke Dokter, aku tidak ingin sakit kepala ini selalu menggangguku" kata Lea
Leapun mengambil seluruh barang barangnya dari Apartemen itu, ia tidak ingin. meninggalkan hal yang berhubungan dengan dirinya di Apartemen itu.
Sebelum Lea pergi, ia tidak lupa untuk meninggalkannya semua pemberian Lee mulai dari kartu kredit, cincin perkawinan dan barang yang pernah diberikan Lee untuknya.
Setelah Lea mengantarkan semua barang nya, Lea memutuskan untuk memeriksa kan dirinya ke dokter Max, dokter langganan Lea memeriksakan diri.
Setiap dua bulan sekali Lea memang selalu memeriksakan dirinya ke dokter Max, ia selalu meminta obat untuk asam lambung nya jika tiba tiba sakitnya itu datang.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya tiba giliran Lea untuk diperiksa, dokter ramah itu segera melakukan beberapa pemeriksaan untuk Lea.
" Sepertinya kondisi perutmu baik baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan" kata dokter Max
" Tapi aku sering mengalami pusing dik, terutama di pagi hari" kata Lea
" Apakah kamu juga merasakan perih atau sakit di bagian perut??" tanya Dokter Max
.
" Sebaiknya anda mencoba untuk tes kehamilan" kata Dokter Max
" Tes kehamilan??"kata Lea, itu sama sekali tidak terlintas di benak Lea.
" Anda sudah menikahkan?? itu adalah hal yang wajar nona Lea" kata Dokter Max
Lea beri teringat bahwa dua bulan. terakhir ini Lea tidak kedatangan tamu bulanan. Tubuh Lea seketika bergetar hebat, ia benar benar ketakutan jika hal itu sampai kembali.
" Nona Lea, anda bisa memeriksakan diri ke dokter kandungan yang ada di rumah sakit ini"
Lea melangkah keluar dengan tubuh yang semakin lemas, antara bingung dan khawatir Lea akhirnya melangkah keruangan dokter kandungan setelah perawatan memanggil bahwa gilirannya sudah tiba.
" Semoga saja tidak" dia Lea dalam hati,
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author