Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 10



Lee tetap saja membawa mobilnya kesalah satu restauran Jepang dan Korea yang tak begitu jauh dari kantor mereka, untuk sesaat Lea terhenyak karena restauran tersebut adalah salah satu restoran yang paling ia sering kunjungi.


Lea menjadi sangat marah karena ia benar benar tidak pernah menginjakkan kakinya di Restauran ini lagi semenjak ia memutuskan hubungan dengan Jason dan sekarang uasaha Lea dalam melupakan Jason tiba tiba gagal hanya karena ia menginjak restauran ini lagi.


" Sudah kubilang aku tidak ingin makan udon, aku ingin pulang" teriak Lea hingga beberapa pengunjung yang berada di parkiran melihat kearah mereka.


" Tapi aku ingin makan udon dan aku ingin kamu menemani aku"


" Sudah kubilang aku tidak mau" kata Lea bersikeras bahkan wajahnya sudah kelihatan marah sekali dan sedikitpun ia tidak menoleh ke arah Lee


" Baiklah kamu yang memintanya" kata Lee, ia lalu menggendong tubuh Lea dan membawanya masuk ke dalam restauran


" Ya Tuhan apa untuk kau lakukan" kata Lee sambil berusaha turun tapi sayang nya Lee sudah mengunci Lea ditangannya dan akhirnya dengan berat hati Lea terpaksa mengalah


" Baiklah aku akan makan, sekarang turunkan aku, aku malu menjadi pusat perhatian di restauran ini" kata Lea dan akhirnya dengan perlakuan Lee menurunkan Lea dan membawanya ke salah satu meja, sungguh dia tidak perduli dengan tatapan pengunjung kepada mereka.


" Ya Tuhan Aku sungguh tidak pernah bermimpi bertemu dengan pria gila seperti dia, dan kenyataan dia sudah menjadi suamiku sekarang.. takdir macam apa ini??"


Hampir 10 menit menunggu akhirnya Waiter datang untuk mengantar pesanan Lee, kali ini Lea sengaja membiarkan Lee yang memesan karena dari awal Lea memang tidak ingin makanan yang paling digemari nya ini.


Mata Lea terbelak melihat 4 mangkok udon yang dipesan oleh Lee, yaitu dua mangkuk Su udon dan dua mangkok tempura udon, ia menatap Lee dengan tajam dan penuh dengan tanda tanya.


" Kenapa Lee bisa tau rasa Udin kesukaan ku, dan kebiasaan nya mirip sekali dengan Jason setiap kami makan disini pasti Jason aka. memesan 4 porsi dengan dua rasa ini.


Lea sebenarnya ingin sekali bertanya namun melihat wajah Lee yang datar saja membuat ia mengurungkan niatnya. Leepun menaruh satu sendok saos katsu dan menaruhnya dihadapan Lea dan seketika Lea teringat dengan kebiasaan Jason sama persis dengan apa yang dilakukan Lee saat ini.


Lea berusaha menahan air matanya, kini bayangkan Jason kembali hadir dipelupik matanya, perhatian nya, leluconnya dan kebiasaan kebiasaan Jason yang begitu mengistimewakan dirinya kini seolah ada dihadapannya.


Sebenarnya Lea ingin menolak nya, selama 3 tahun ia berjuang untuk tidak menyentuh makanan ini namun begitu hadir diharapannya ia tidak bisa menolak udon hangat dengan aroma khas membuat dia tidak bisa menahan nya.


Begitu sendok berisi kuah udon itu masasuk kedalam mulut Lea, Lea seperti menuntaskan dendam masa lalunya, 3 tahun menahan diri untuk tidak memakan makanan favoritnya ini membuatnya begitu tersiksa dan kini ia tidak perduli dengan lahap ia mulai menyantap dua mangkuk udon sekaligus.


" Wah kamu hebat juga bisa menghabiskan udon dua mangkuk sekaligus seperti nya bukan hanya aku saja menggemari makanan ini" goda Lee


" Aku ingin segera pulang dan membicarakan masalah yang tadi" kata Lea tanpa basa basi


" Baiklah sekarang kita pulang"


Setelah meluncur selama kurang lebih 20 menit akhirnya mereka sampai di apartemen milik Lee dan mereka berdua segera masuk kedalam.


"Aku ingin bicara sekarang" desak Lea


" Aku ingin mandi dulu baru kita bicara" kata Lee dengan santai


" Kenapa sih berbicara denganmu begitu sulit" teriak Lea


" Lebih baik kamu mandi agar isi kepalamu bisa menjadi dingin, tidak baik bicara dengan kepala yang masih panas" kata Lee sambil beranjak menuju kamar mandi sedangkan Lea hanya bisa menahan nafas karena menahan kemarahan.


" Dasar laki laki super menyebalkan, mau bicara saja banyak alasan. Aku rasa dia punya alasan yang kuat mengapa ia menikahiku?? Tapi kenapa?? Sampai saat ini aku masih belum bisa menerima kalau kau menerima kenyataan bahwa aku adalah istri dari perusahaan Yahya group, oh ..ini adalah mimpi' buruk, aku ingin bangun dari mimpi ini"


Lea mencubit tangannya berkali kali berharap semua ini hanyalah mimpi namun tetap saja itu adalah Kenyataan yang harus ia terima. Akhirnya Lea melangkah lesu ke arah kamar mandi dan mulai membasuh tubuh nya dengan air dingin berharap hatinya bisa sedikit membaik.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author