Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 106



Tubuh Lea menggeliat di balik selimut tebal, matanya yang tadinya tertutup rapat mulai terbuka.


Lea merasakan tubuhnya begitu hangat dalam dekapan suaminya.


Lea sangat terkejut saat melihat Lee ada sia samping nya, jantungnya seolah melompat saat menyadari tunggu ada dalam dekapan laki laki yang sudah kembali sah menjadi suaminya.


" Ya Tuhan ternyata buka mimpi" kata Lea, ia melihat ke arah jam dan ini menunjukkan pukul 04.00 dini hari.


Lea terus memandang Lee, ia kemudian menyentuh wajah Lee dengan lembut dan menyusurinya secara perlahan.


" aku ingin melakukan hal ini dari dulu" kata Lea sambil terus melakukan aksinya.


Lea terhenti saat tangan Lee mengehentikan aksi nakalnya itu, Lea langsung menatap wajah Lee yang tersenyum dengan mata tertutup.


" Apa kau begitu merindukan aku" kata Lee yang kemudian membuka matanya,


" Tidak" kata Lea menyangkal, terselip rasa malu saat ia ketahuan menyentuh wajah Lee secara diam diam.


" Tidak usah malu sayang, aku juga merindukan mu"


Lea terlihat senang saat Lee memanggil nya dnegan sebutan sayang, sudah sangat lama ia begitu merindukan momen ini. Lea pun melingkar tangannya di pinggang Lee dan memeluknya dengan erat.


" Mengapa kau datang begitu lama?" kata Lea penuh haru, ia kemudian membenamkan wajahnya di dada Lee.


Seolah terpukul Lee juga langsung memeluk Lea dengan lebih erat, ia tidak ingin lagi kehilangan Keluarga kecilnya.


" Aku minta maaf ya sayang, kau boleh menghukum ku tapi jangan biarkan aku berpisah dari kalian" pinta Lee,


" Tidak mas, aku tidak akan menghukum mu dan aku tidak akan membohongi hatiku lagi" Isak Lea, ia malah semakin menangis.


" Aku mencintaimu tuan Lee" kata Lea dalam pelukannya dan pengakuan ini membuat Lee semakin bahagia.


" Aku lebih mencintai mu Lea, " kata Lee sambil mencium pucuk kepala Lea beberapa kali, untuk sesaat mereka terdiam dan menikmati rasa nyaman di dalam pelukan.


" Kenapa sewaktu kita bercerai kau tidak memberitahukan kalau kau sedang hamil sayang??"


" Aku ingin mengatakan nya padamu, tapi kau tidak ingin bertemu denganku saat itu. Kau tahu aku ingin memilih mati pada saat itu mas, bahkan aku harus dirawat di rumah sakit karena kehilangan dirimu dan ibu"


Lee kembali dihinggapi rasa bersalah, ia ingat saat pengacaranya mendesaknya agar bertemu dengan Lea.


" Aku memang bodoh dan pecundang sayang, aku hanya tidak ingin perjuangan Jason sia sia" kata Lee.


" Aku tidak ingin mengingatnya lagi mas, sekarang aku ingin melihat masa depanku bersama denganmu" kata Lea, ia pun melihat ke arah Lee dan tersenyum manis.


" Apa aku boleh mencium mu lagi" goda Lee


" Tentu saja mas" kata Lea dengan malu


Lee pun menundukkan wajahnya dan mencium bibir Lea dengan lembut, Lee ******* bibir yang begitu manis dirasanya.


" Aku mencintaimu sayang" kata Lee lewat ciuman nya, ia benar-benar memperlakukan Lea sebagai ratu dalam hatinya.


Mereka kembali bercinta untuk kedua kalinya, kamar pengantin itu terdengar merdu dengan suara suara desahan Lea yang membuat Lee semakin semangat.


Nafas Lea tersengal-sengal saat mereka mengakhiri nya, masih tersisa betapa indahnya mereka menyatu lagi itu. Lea menyatu nafasnya saat Lee masih memeluk nya.


" Aku lapar tuan Lee," kata Lea tiba tiba,


" Kau lapar sayang??" .


" Iya dan ini semuanya karena dirimu"


" Ha...ha... sekarang menyalahkan ku"kata Lee sambil mencubit hidung Lea dengan gemasnya.


Lee kemudian bangkit dan membersihkan dirinya ke ke kamar mandi, sementara Lea masih berbaring dengan keadaan tubuh yang masih polos.


" Sekarang kamu mandi, aku sudah siapkan air panas dalam bath up untuk mu" kata Lee


" Aku akan masak ramen untukmu" kata Lee


'' benarkah, kamu tau darimana kalau aku menyukai ramen??"


" Aku tau sewaktu kita masih bersama, kamu sering bangun tengah malam dan memakannya sendiri" kata Lea


" Apa?? ternyata diam diam kau memperhatikan aku ya!!" ledek Lea


" Aku mencintaimu Lea dulu dan sampai saat ini"


Lea hanya tersenyum dan iapun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Mandi kali ini membuat Lea benar benar bahagia, apalagi aroma terapi yang ada di dalam air hangat Lea membuat dia bertambah rileks.


" Ternyata tidak bertepuk sebelum tangan, Lee hanya menahan perasaannya padaku"


Jangan lupa like komen dan vote ya,....Love u para readers semuanya.....