Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 23



Setelah mengantar dan menemani ibu Mia belanja, Lee kembali menyalaka mobil nya untuk mengantar ibu mertuanya itu kembali ke Apartemennya.


Selama diperjalanan Mia hanya diam saja, jawaban singkat yang keluar dari mulut Lee tidak mbuat Mia puas. Setelah berkendara selama 10 menit akhirnya mereka sampai di Apartemennya dan dengan sigap Lee segera membukakan pintu dan membawa semua belanja yang dibeli oleh ibu Mia.


" Taruh semua didapur ya, mama ingin segera memasak agar Lea langsung bisa makan, mama ngakk ingin Lea makan makanan dari luar karena perutnya pasti sangat sensitif saat ini"


" Iya ma" kata Lee yang langsung membawa semua belanjaan Mia kedapur


" Mas, Lee mau pamit kekantor sebentar karena harus ada meeting siang ini, apakah Lee boleh menitip Lea?? Lee akan segera pulang sore ini"


" Baiklah, kamu hati hati"kata Mia dan Leepun mencium punggung tangan Mia sebelum ia pergi.


" Aku pergi ma, sekali lagi terima kasih.


Mia menatap kepergian Lee, menurut nya Lee adlah lelaki baik dan perhatian, hal itu bisa dilihat dari sikap Lee yang begitu perduli dengan Lea.


" Apa yang sebetulnya terjadi?? apakah Lea yang belum bisa menerima Lee sebagai suaminya??" mengingat Lea menikah dengan keadaan terpaksa.


Setelah Mia memasak bubur dan Mia segera membawanya kakamar Lea, dan lagi lagi begitu masuk kamar itu Mia begitu gelisah dan merasa janggal melihat keberadaan dua ranjang yang terpisah itu.


" Waktunya makan jangan sibuk main hp aja" kata Mia


" Eh...iya ma, Maaf ya Lea ngakk bisa temanin mama masak" kata Lea


" Sejak kapan kamu mau nemanin mama masak??" goda Mia membuat sang putri malu.


" Ma... jangan godain Lea begitu" kata Lea sambil memeluk erat ibunya.


" Ma...aku rindu" kata Lea


" Loh..aneh padahal mama sudah nemanin kamu beberapa hari ini kok masih rindu" ledek Mia


" Emangnya ngakk boleh ya ma??" kata Lea semakin bergelayut manja dipelukan ibunya


" Lebih baik kamu makan dan langsung minum obat" kata Mia sambil menyuapi Lea


" Ngakk usah sayang biar mama yang suapin ya" kata Mia dan Lea pun terpaksa menuruti perkataan ibunya.


Selesai makan Miapun menarik piring bekas makanan Lea kedapur setelah itu ia kembali kekamar Lea.


" Ma sini" kata Lea sambil menepuk ranjangnya, ia ingin Mia tidur disampingnya malam ini. Hal ini selalu ia lakukan setiap akhir pekan, Lea selalu tidur disamping ibunya dan malam ini Lea juga ingin tidur bersama Mia.


" Masih manja aja nih" kata Mia sambil mengusap pucuk kepala Lea.


" Sayang.." terdengar suara Mia cukup berat seperti nya ia ingin bicara serius


" Hmmm" kata Lea sambil melihat ke arah ibunya


" Apa kamu dan Lee baik baik saja??" tanya Mia dengan suara yang cukup lembut, ia tidak mau Lea sampai panik dengan pertanyaan nya


" Semuanya baik baik saja kok ma! " kata Lea sambil menggigit bibir bagian bawahnya dan dari situ Mia tahu kalau Lea sedang berbohong


" Kalau begitu kenapa kalian pisah ranjang??" tanya Mia lagi dan kali ini Lea memeras otaknya untuk mencari jawaban yang cocok.


" Jadi gini loh ma, dari dulu memang dikamar ini ada dua ranjang tapi mas Lee dan Lea tidur satu ranjang kok, terkadang disana dan terkadang disini" kata Lea menjelaskan dan menurut Lea alasan itu cukup masuk akal. Lea tidak tahu bahwa sebelum nya Mia telah menanyakan hal yang sama terhadap Lee dan jawaban mereka berbeda dan jelas kini Mia tahu bahwa Lee dan Lea tidak tidur dalam satu ranjang.


" Apa kamu sudah mencintai Lee??"


Untuk sesaat jantung Lea seperti mendapat pukulan begitu hebat, pertanyaan itu benar benar bisa membuat jantungnya berdetak 2 atau bahkan 3 kali lebih cepat.


Cinta...hal yang tidak pernah dirasakan Lea sejak hampir 4 tahun yang lalu, itu pertama dan terakhir terjadi saat ia mengenal Jason Prayoga satu satunya laki laki yang pernah tinggal didalam hatinya dan kini Lea menjadi bingung saat ibunya bertanya apakah ia mencintai Lee yang sudah berstatus sebagai suaminya.


Cinta bagi Lea tidak lah mudah, ia memang sudah mulai nyaman dengan keberadaan Lee. Lea suka dengan semua yang dilakukan Lee padanya seperti perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan Lee padanya namun apakah itu disebut cinta?? Lea tidak tahu namun untuk membuat hati ibunya senang ia mengiyakan pertanyaan yang baru saja diajukan oleh ibunya.


" Iya ma.. Lea cinta karena Lee orangnya baik dan perhatian" kata kata itulah yang diucapkan Lea dari bibirnya.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.