Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 25



Pagi ini Lea tampak sudah rapi dengan balutan hitam dan putih, hari ini ia sudah bertekad akan berangkat ke kantor sekalipun Lee melarang nya.


Lea tahu Lee sudah berangkat pagi pagi sekali dan Lea sengaja menunggu agar Lee berangkat baru dia bersiap untuk kekantor.


Setelah berpakaian rapi Lea kemudian sarapan dengan bubur yanyh sudah disiapkan Lee dan tak lupa Lea minum obat agar tidak kesakitan di kantor kalau hal itu sampai terjadi bisa jadi Lea tidak bisa kerja selama sisa hidupnya. Dan tentu saja bagi Lea itu sangat menyedihkan karena sejak kecil ia sangat suka dengan yang namanya bekerja.


" Baiklah sekarang waktunya berangkat" kata Lea dengan semangat, ia kemudian memesan taksi online untuk berangkat kekantor, ia sengaja tidak naik motor matic kebanggaan nya karena ia baru saja sembuh.


Begitu sampai dikantor Lea segera menuju ruangannya, terlihat beberapa karyawan dengan tatapan sinis terhadap nya dan tanpa sengaja ia mendengar percakapan beberapa orang karyawan yang mencemooh nya


" Lihat itu si Lea Ice princess itu mendapat perhatian dari boss baru kita, dia bisa masuk kantor sesuka hatinya atau jangan jangan dia itu adalah..."


Lea menguatkan hatinya untuk mendengar kata kata seperti itu, seandainya mereka tau bahwa Lea adalah istri dari Lee CEO dari perusahaan itu maka Lea pasti tidak akan mendapatkan image buruk dari mereka.


Lea kembali fokus dengan laptopnya dan memuali pekerjaannya, namun belum lagi Lea membuka email miliknya ternyata Dian datang menghampiri diri nya


" Hai... Lea" kata Dian sambil memeluk Lea dan Leapun memeluk sahabat itu, ia juga sudah merindukan Dian.


" Kamu benar benar jahat, aku calling nggak diangkat, aku chat yang dibalas, aku khawatir dengan keadaan kamu" kata Dian cemberut


" Aku baik-baik saja Di, bukti nya aku sudah disini"


" Aku kangen" kata Dian lagi dan ia kembali memeluk Lea dan Leapun hanya tersenyum melihat tingkah sahabat kocaknya ini.


" Nanti siang kita makan bareng ya, ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu" kata Dian


" Baiklah sekarang lebih baik kamu kembali ke mejamu sebelum kamu ditegur oleh pak Gunawan" kata Lea


" Cih...si gendut menyeramkan itu benar benar menyebalkan dia itu bagaikan jailangkung datang tak dijemput dan pulang juga nggak mau" kata Dian yang membuat Lea seketika tertawa


"Udah sana" kata Lea


" Iya..." kata Dian yang melenggang pergi dari meja Lea


Satu jam Lea bekerja tiba tiba Tom sang sekretaris, pengawal dan juga mata mata Lee menghampiri meja Lea dan Lea tau pasti Lee akan menyuruh nya menemui di ruangan nya


" maaf Nona Lea anda dipanggil oleh boss"kata Tom


" Ada apa sih?? ini pasti gara gara kamu, kamu kan yang kasih tau kalau saya masuk kantor hari ini" kata Lea dengan sinis


" Bukannya begitu non, saya hanya menjalankan tugas saya" kata Tom


" Saya takut jika boss Lee yang langsung menemui non disini pasti para karyawan akan semakin curiga, non tau sendiri pak Lee itu orang gimana" kata Tom dan Lea berpikir sebentar apa yang dikatakan oleh Tom ada benarnya, jika Lee sampai datang dan menggendong nya seperti kejadian kemarin maka habislah reputasi nya dikantor tersebut.


" Baiklah " kata Lea akhirnya, ia dan Tom segera naik kelantai tiga tempat dimana ruangan Lee berada.


Begitu sampai diruang Lee, Tom segera pergi entah kemana.


" Kenapa kamu masuk kantor hari ini??" kata Lee


" Aku bosan lagian aku bisa jaga diri sendiri jadi kamu nggak perlu khawatir" kata Lea


" Aku sudah bilang kamu masuk kantor Minggu depan, kenapa kamu masuk hari ini?? hanya tinggal tunggu beberapa hari saja kenapa kamu tidak sabaran"


" Aku kan sudah bilang aku bosan dan ingin masuk kantor. Apa salahnya sih?? kata Lea


" Apa kamu tau jika terjadi sesuatu dengan kamu, aku akan dibunuh oleh..ja..." Lee hampir saja menyebutkan nama Jason


" Ja...siapa maksud kamu??" tanya Lea penasaran,


" Tidak maksudku mama, ia pasti akan marah besar kepadaku"


" Sudahlah lagian aku baik baik saja, tidak usah terlalu berlebihan aku ini wanita mandiri, aku bisa jaga diri sendiri. Kamu tidak perlu khawatir"


" Kamu ini benar benar keras kepala ya, ini bukan masalah mandiri atau tidak ini masalah kesehatan kamu" kata Lee


" Baiklah jadi sekarang mau kamu apa??"


" Kamu kerja dari ruangan ku, agar aku bisa melihat kamu" kata Lee


" Tapi kalau karyawan lihat mereka akan bertambah curiga"


" Biar saja, itu aku akibatnya kalau kamu berani membantah" kata Lee


" Aku tidak mau, aku mau kembali ke meja kerjaku" kata Lea yang hendak pergi namun Lee langsung memegang tangan Lea


" Kamu mau disini atau semua orang kantor akan tau bahwa kita adalah suami istri" ancam Lee dan kali ini Lea kembali tidak berkutik dihadapan Lee.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.