Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 66



Setelah bertemu dengan Jason, Lee kemudian memutuskan untuk bertemu dengan pengacara nya. Lee mengajak Binsar yaitu pengacara kantor sekaligus akan menjadi pengacara pribadi Lee untuk saat ini.


Binsar begitu terkejut saat Lee mengatakan bahwa ia ingin mengajukan gugatan perceraian.


" Setahu saya bapak masih belum menikah??" kata Binsar dengan keheranan


" Tak usah dibahas pak Binsar, aku hanya ingin segera bercerai dengan istriku" kata Lee


"Sudah berapa lama bapak menikah??"


" Dua tahun" kata Lee


" Seharusnya itu masih dalam masa masa indah"kata Binsar membuat hati Lee bertambah sakit.


" Ini semua berkas berkas pernikahan saya" kata Lee, ia sengaja mempersiapkan segalanya sebelum ia bertemu dengan Binsar


" Baiklah, apakah kalian sudah punya anak??" tanya Binsar


" Tidak" kata Lee


" Itu tidak mungkin terjadi"


" Baiklah sebaiknya kita segera ke kantor pengadilan agama agar berkas bapak bisa segera diproses"


Lee dan Binsarpun segera menuju kantor pengadilan Agama. Begitu melihat gedung yang begitu tinggi langkah Lee sedikit bergetar.


Lee kembali teringat saat ia menikah dengan Lea, saat itu dia memang akan melakukan perceraian tapi saat ini langkahnya terasa berat dengan hal tersebut.


Setelah melakukan penyisiran beberapa berkas, Lee dan Binsarpun segera keluar dari gedung tersebut.


Setelah pulang dari kantor pengadilan Agama, Lee memilih langsung kerumah Lea, ia ingin secara jantan mengatakan bahwa ia ingin bercerai dengan Lea dan harus dihadapan Mia.


Dada Lee terasa sangat sesak mengingat kebaikan Mia yang telah menganggap nya sebagai anaknya sendiri. Bahkan Mia adalah orang pertama yang mendukung pernikahan Lea dan Lee.


Begitu sampai di rumah Lea, Lee kemudian memarkirkan mobilnya di depan rumah Lea. Mia yang kebetulan sedang menyiram bunga langsung senang melihat kedatangan menantunya itu.


" Selamat sore ma" kata Lee dan ia segera mencium punggung tangan Mia


" Setelah sekian lama akhirnya kamu datang juga" kata Mia sambil tersenyum sementara Lee hanya tersenyum pahit.


Lee tidak bisa membayangkan bagaimana teganya dia menyakiti hati dua wanita sekaligus. Lee dan Miapun masuk kedalam rumah.


" Lea ada di kamar, kamu sebaiknya kesana saja"


" Tidak usah ma, Lee tunggu di ruang tamu saja sekalian ada yang ingin Lee bicarakan pada mama dan Lea"


Akhirnya Miapun segera memanggil Lea dari kamarnya, setelah berhasil membangunkan Lea, Miapun segera ke dapur dan menyiapkan minuman untuk mereka bertiga.


Lee melihat Lea datang dengan sebuah senyuman, senyuman yang benar benar membuat hati Lee benar benar remuk. Hati Lee hancur karena itu mungkin adalah senyuman terakhir Lea yang bisa ia lihat.


" Mas"kata Lea terdengar manis dan Lee hanya tersenyum pahit.


Hai..." kata Lee


" Tak apa"


Lee kelihatan benar benar gugup bertemu dengan Lea, ia tahun ia telah membuat sejuta kesalahan yang membuat Lea terluka.


" Mama mana??" tanya Lee


" Di dapur sedang membuat minuman untuk kita"


" Lea...aku ingin berbicara denganmu dan mama"


Mia kemudian datang dengan baki yang berisi 3 cangkir teh hangat.


" Maaf sudah merepotkan ma"kata Lee, Lee tercegat sendiri karena ia masih memanggil Mia dengan mama.


Setelah mereka bertiga mengambil posisi yang tepat akhirnya Lee membuka pembicaraan yang akan menguras emosi dari dua wanita yang ada dihadapannya tersebut.


" Ma..Lea aku ingin minta maaf kepada kalian berdua" kata Lee membuka pembicaraan.


Lea yang mendengar hal tersebut langsung tersenyum mendengar permintaan maaf dari Lea.


" Akhirnya" kata Lea dalam hati


"Aku minta maaf kepada kalian berdua karena...."


Mia dan Lea masih menunggu Lee untuk menyelesaikan kalimatnya.


" Maaf ma,,aku dan Lea tidak bisa bersama lagi,"


Mia dan Lea tentu saja kaget mendengar hal tersebut, mereka berdua masih belum percaya dengan kata kata yang baru saja diucapkan oleh Lea.


" Apa maksud nak Lee berkata seperti itu, jika ada masalah dalam rumah tangga itu adalah hal yang biasa. Jangan terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan seperti itu" kata Mia


" Aku sungguh tidak bisa Ma, dan kedatangan ku ke sini adalah untuk mengembalikan Lea secara langsung kepada mama"


Lea benar benar sudah di pundak kemarahannya, ia tidak bisa lagi mengontrol emosi nya. Lea pun berdiri dan menatap Lee dengan emosi.


" Dasar suami setan, bisa bisanya kamu menyerahkan istrimu pada orang lain" kata Lea


Mia menjadi semakin bingung dengan permasalahan yang ada di antara Lea dan Lee.


" Apa kau pikir pernikahan itu hanya sebagai permainan" bentak Lea lagi


" Apa maksud dari semua ini" tanya Mia


" Ma...laki laki yang mama pilih ini telah mempermainkan aku, dia menikah ku untuk kemudian meninggalkan ku. Dan semua ini atas perintah Jason"


"Apa?????" Mia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lea tapi melihat Lee hanya diam Mia yakin bahwa yang dikatakan oleh putri nya memang benar.


Jangan Lupa like, komen dan follow author ya...