
" Mang Kasep??"
Dahi Lea berkerut saat melihat Kasep datang dengan membawa beberapa bungkus plastik.
" Maaf mbak, ini ada pesanan" kata Kasep sambil memberikan beberapa kantong plastik hitam untuk Lea.
" Apa ini??" kata Lea keheranan, ia sama sekali tidak menyuruh Kasep untuk melakukan apa apa
" Saya disuruh oleh tuan itu" kata Mang Kasep
"Tuan?? yang mana??" kata Lea sambil melihat ke arah jalan tapi ia tidak melihat apa apa, justru ia melakukan sebuah motor matic baru.
" Itu motor mamang??" kata Lea
" Iya mbak, terima kasih banyak ya mbak, berkat mbak tuan itu membelikan saya motor yang bari dan itu gratis loh mbak" kata Kesep sambil tersenyum, ia begitu kelihatan bahagia sekali.
" Apa jangan jangan Jason" kata Lea
" Iya tuan Jason" ( Kasep menyebutkan a bukan e)
" Oh ya?? kapan??" tanya Lea penasaran
" Waktu itu mbak saat kita tidak jadi pergi, dia datang dan tiba tiba saja ia mengajak saya ke sebuah showroom motor dan membelikannya nya untuk saya. Tuan itu bilang untuk keselamatan mbak dan ini juga dari tuan itu" kata Kasep
" Baiklah, terimakasih ya mamang boleh pergi" kata Lea sambil menerima bungkusan plastik dari Kasep.
" Sekali lagi terima kasih banyak ya mbak" kata Kasep sambil membungkuk,
Lea hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, ia bahagia juga saat melihat tukang ojek itu begitu senang dengan motor barunya.
Lea kemudian masuk ke dalam rumah dan memilih untuk membuka bungkusan bungkusan itu di dalam.
Ternyata isi dari bungkusan plastik itu adalah beberapa kotak susu ibu hamil dan juga beberapa tablet vitamin sekaligus penambah darah untuk ibu hamil.
" Ya ampun, aku juga bisa membelinya. Untuk apa sih dia melakukan ini??aku akan benar benar sulit untuk lepas darinya"
" Apakah aku harus pindah lagi??" tanya Lea dalam hati
" Tapi aku sudah nyaman tinggal disini dan lagipula aku tidak melihatnya setiap hari "
Saat sedang menyimpang susu dan vitamin itu kedapur, pintu rumah Lea diketuk kembali.
" Ah..itu pasti kurir yang ingin menjemput paket" kata Lea, dengan langkah yang hati hati karena sedang hamil besar ia kemudian membukakan pintu.
" Dian??" kata Lea dengan intonasi nada yang terdengar begitu senang.
" Lea"
" Ya ampun, aku begitu merindukan mu Lea" kata Dian sambil melepaskan pelukannya, ia kemudian melihat perut Lea yang sudah sangat membesar
" Apa dia baik baik saja??" kata Dian sambil menyentuh perut itu
" Iya Di, bahkan ia bergerak begitu cepat sampai sampai aku tidak bisa tidur dengan nyenyak lagi" kata Lea
" Kita masuk yuk''" kata Lea, ia mencoba untuk membawakan tas Dian tapi Dian langsung melarang nya
" Tidak usah Lea, aku bisa membawanya"
Dian melihat rumah Lea yang begitu nyaman, walaupun tidak terlalu besar tapi rumah itu sangat nyaman untuk ditinggali.
" Wah... ternyata bisnis mu berkembang cepat ya Lea" kata Dian ketika melihat tumpukan barang yang ada di ruang tamu Lea.
" Begitu lah, aku hanya ingin mengembangkan potensi dari desa ini. Mungkin beberapa bulan lagi aku akan mengadakan penyuluhan membuat keripik dari pelepah pisang dan akan ku promosikan di bidang onlineku. Aku benar-benar sudah nyaman di dunia bisnis kecil kecilan ini"
" Kamu memang hebat Lea" puji Dian
" Apa sabun ini juga produksi dari desa ini??" kata Dian sambil menciumi wangi dari sabun tersebut dan wanginya cukup menenangkan.
" Begitu lah, para wanita disini cukup kreatif dengan menggunakan bahan alam yang ada dan hasilnya tidak kalah dengan produk produk luar negeri"
" Hebat ya" kata Dian
" Begitulah, sebaiknya kamu langsung mandi Di, aku yakin kamu pasti kecapean dari Jakarta kesini"
" Baik lah boss, oh ya aku bawakan beberapa udon instan dan beberapa makanan Korea lainnya untukmu. Aku tau kau pasti merindukan nya"
'" Ya ampun, kamu memang the best" kata Lea sambil mengacungkan jempolnya.
Saat Lea sedang mandi, Lea kemudian membuka sebuah dus sedang yang dibawakan oleh Lea. Mata Lea langsung berbinar saat melihat makanan makanan instan tersebut.
" Oh aku sangat ingin makan ini" kata Lea sambil mengambil sebuah cup mie instan Korea
Leapun segera menyeduhnya dengan air panas dan segera memakannya untuk melepas kerinduan nya. Lea memang begitu menyukai makanan makanan Korea dan hal itu bermula saat ia berpacaran dengan Jason.
Jason yang memang memiliki darah Korea yaitu sang nenek membuat Jason selalu merasakan masakan itu hampir setiap hari apalagi saat nenek Jason tinggal bersama dengan mereka.
Pertama sekali Lea memang tidak begitu menyukai makanan itu apalagi dirinya bukanlah pecinta makanan pedas. Namun perlahan Jason membuat Lea bisa menyukai dan menggemari makanan dari negri ginseng tersebut..
" Ini enak sekali" kata Lea yang terus saja memakan Ramyun pedas yang dibawakan oleh Dian, kerinduan nya pun bisa terobati.
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.