Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 59



Hari ini hati Lea benar benar tercabik cabik, hal ini tentu saja diakibatkan oleh Lee. Bagaimana tidak pagi ini Lea dan tim divisi lainnya mengadakan rapat dan sebagainya CEO tentu saja Lee menghadiri rapat tersebut.


Lea begitu senang melihat Lee yang hadir di ruang rapat, tapi betapa terkejutnya ia saat Lee datang bersama dengan Sofia. Dan yang lebih membuat Lea sakit hati adalah Lee memperkenalkan Sofia sebagai calon tunangannya.


Lea bukan hanya terkejut tapi dia begitu sakit hati mendengar Lee mengatakan hal tersebut. Ingin rasanya Lea berteriak, menangis di ruang rapat tersebut tapi ia mencoba semua rasa sakitnya.


Dian yang berada di samping Lea, mencoba memegang tangan Lea, ia tidak ingin sahabatnya itu sampai lepas kontrol.


" Sabar Lea" kata Dian dengan pelan


Lea menatap Lee dengan tajam, tapi Lee sama sekali tidak mengarahkan pandangannya pada Lea. Lee seperti nya sengaja tidak melihat ke arah Lea. Lea semakin sakit hati ketika melihat Sofia semakin bergelayut manja di pundak Lee dan betapa terhormat nya Sofia saat ia juga ikut dalam rapat tersebut.


Dua jam...dua jam Lee dan yang lainnya mengadakan rapat, rasanya dua jam itu adalah dua jam yang terburuk dan terpanjang bagi Lea.


" Kamu harus kuat Lea"


Lea menyemangati diri nya dan berusaha agar tetap fokus pada pokok bahasan di pagi itu. Begitu rapat selesai, Lea dan yang lainnya segera membereskan dokumen mereka masing masing.


Begitu juga dengan Lea dan Dian, mereka pun segera merapikan semua dokumen yang menjadi topik bahasan pagi itu. Sebelum para karyawan yang ikut meeting keluar mereka mengucapkan selamat kepada Lee dan Sofia yang akan melakukan acara pertunangan mereka.


Dian sedikit khawatir saat hendak mereka keluar dari ruangan meeting, apalagi para kepala divisi dan orang orang penting lainnya tampak senang memberikan selamat pada pasangan tersebut.


" Lea sebaiknya kita langsung keluar saja"


" Tidak, setidaknya kita harus memberikan selamat pada Pak Lee dan Sofia" kata Lea terlihat tegar.


" Apa kamu yakin??"


" Hmmm" kata Lea sambil mengangguk


Lee dan Dian kemudian menghampiri Lee dan Sofia, keduanya tampak tersenyum bahagia.


" Selamat ya pak Lee, semoga lancar sampai ke pelaminan" kata Dian berpura pura senang, padahal ia sebenarnya ia ingin sekali memukul wajah Lee karena sudah menyakiti hati Lea begitu dalam.


" Makasih" Kata Lee datar


" Pasti banyak wanita yang patah hati melihat kebahagiaan kalian"


Kata kata Dian sebenarnya adalah bentuk sindiran karena Lee telah mematahkan hati Lea.


" Makasih ya mbak, memang betul pasti banyak yang iri dengan hubungan kita" kata Sofia sambil bergelayut manja di pundak Lee


" Selamat Pak Lee, semoga bahagia dengan kehidupan barunya" kata Lea sambil mencoba berusaha tersenyum, ia kemudian mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat untuk Lee.


" Te... terimakasih" kata Lee sambil mengulurkan tangannya, Lee bisa merasakan tangan Lea yang begitu dingin, dengan berani ia kemudian menatap mata Lea.


Ya...ada kesedihan... kesedihan yang begitu dalam dan Lee bisa merasakan hal tersebut.


" Tenang saja, aku tidak akan mempersulit bapak, semua akan berjalan sesuai dengan rencana bapak"


Lee terdiam, dan akhirnya Lea dan Dian langsung keluar dari ruangan tersebut. Saat berjalan menuju ruangan kerja mereka Dian merangkul Lea.


" Kamu baik baik sajakan Lea"


Lea kemudian menghentikan langkahnya dan menarik nafas dalam-dalam.


" Tidak Di, kau tahu aku tidak sedang baik baik saja"


Lea kemudian mengajak Dia ke kamar mandi, dan disana Lea mengeluarkan seluruh rasa sedih yanv ia rasakan.


" Rasanya sakit" Isak Lea, ia tidak mampu untuk membendung air mata dan kesedihan nya.


" Lea...kamu harus kuat" kata Dian


" Kenapa?? kenapa Lee melakukan semua ini?? kami bahkan belum bercerai tapi Lee sudah berencana akan menikahi Sofia"


" Kau juga heran, bagaimana mungkin pak Lee bisa sekejam itu, ia seperti orang yang tidak bersalah"


" Sudahlah Lea sebaiknya kamu segera mengakhiri pernikahan yang tidak sehat ini, aku takut jika kamu berusaha untuk bertahan kamu akan semakin tertekan. Ini tidak baik untuk psikis kamu"


" Iya..Di, mungkin perpisahan adalah jalan yang terbaik, aku juga sudah sangat lelah dengan semua ini.


Jangan lupa like, komen dan vote author ya...


Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u