Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 77



Hujan...hujan datang lagi, datang mengguyur kehidupan Lea. Lea berkali kali pingsan saat melihat jenasah ibunya, apalagi saat Jenazah itu dimasukkan kedalam peti mayat.


Lea tidak bisa menerima apa yang terjadi pada hidupnya, setelah ia kehilangan Lee kini ia harus kehilangan Mia, sosok wanita yang selalu membuatnya mendapatkan kekuatan.


" Ma..." kata Lea sambil memegang peti yang berisi jenazah ibunya, airmata seolah tidak mengering dari kedua bola matanya.


Akhirnya jenazah Mia pun akhirnya dimakamkan, dihadiri oleh beberapa anggota keluarga Lea yang hadir dari luar kota, para tetangga Lea, Dian dan Jasonpun hadir untuk Lea


Semenjak Mia meninggal, Jason selalu menemani Lea. Jason tidak pernah meninggalkan Lea di masa masa sulit yang Lea alami bahkan Jason menyuruh Dian untuk mengambil cuti untuk menemani Lea di rumahnya.


Lea tidak kuasa melihat Mia dimasukkan ke liang lahat, Lea histeris saat peti itu masuk kedalam tanah. Lea pingsan lagi, ia kembalinya tak sadarkan diri, untungnya Dian dan Jason yang ada dibelakang Lea segera menangkap tubuh Lea yang ambruk begitu saja.


Leapun membuka matanya ketika beberapa orang mencoba untuk menyadarkan Lea dengan air dan mengoleskan minyak kayu putih di hidungnya. Lea merasakan tubuhnya terasa berat dan kepalanya benar benar pusing.


" Ma..." nama Mia adalah nama yang pertama disebut kan oleh Lea saat ia membuka matanya.


Begitu Lea berusaha untuk bangun, Lea melihat gundukan tanah yang telah menjadi rumah baru ibunya.


" Hiks...." Lea kembali menangis, ia semakin tidak berdaya melihat nama ibunya yang tertancap di gundukan tanah itu.


"Maafin Lea ma" kata Lea sambil menatap makam ibunya, ia bahkan tidak melihat lagi saat peti itu mulai ditutupi tanah.


Setelah pemakaman itu selesai, Lea akhirnya kembali pulang ditemani oleh Jason dan Dion yang selalu merangkul dirinya.


Dian tidak bisa membayangkan jika dirinya berada diposisi Lea saat ini, Lea harus kehilangan ibunya disaat dirinya sedang mengandung dan sedang dalam proses penceraian.


Dian benar benar mengutuk Lee dalam hatinya, sampai saat ini Lee sebenarnya masih berstatus sebagai suami Lea karena belum ada putusan yang resmi tentang perceraian mereka.


Dian bisa merasakan betapa terlukanya Lea saat Lee tidak ada disampingnya, apalagi ini adalah mas yang paling sulit dalam hidup Lea.


Setelah kembali kerumah, Dian segera membawa ke kamar untuk istirahat, Wajah Lea benar benar kelelahan karena sudah selama dua hari ia menangis tanpa hentinya.


" Lea kamu makan ya??" kata Dian, namun Lea menggelengkan kepalanya


" Yang dikatakan Dian itu benar, ini aku sudah bawakan makanan untukmu"


Jason menunjukkan beberapa makanan kesukaan Lea mulai dari ramen Korea, sushi, udon dan masih ada beberapa makanan lainnya yang memang sengaja dipesan oleh Jason untuk Lea.


" Wah.. makanannya enak semua" kata Dian


Lea hanya diam saja, ia .menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Dian dan Jason hanya saling pandang melihat Lea yang seperti itu


" Kamu harus makan Lea, setidaknya untuk bayimu" ?kata Dian


"Bayi" kata Lea sambil memegang perutnya,


" Bayi..." kata Lea lagi, suaranya terdengar pilu saat Lea menyebutkan kata kata itu


" Apa aku harus hidup sekarang??" kata Lea


" Aku ingin mati saja" kata Lea sambil menyenderkan kepalanya ke kepala ranjang kamarnya


" Jangan berkata seperti itu Lea, kamu harus hidup untuk dirimu dan anakmu"


" Dan untukku juga"


" Aku sudah kehilangan semuanya, aku sudah kehilangan orang orang yang kusayangi Dian, pertama aku kehilangan Lee dan sekarang aku kehilangan mama, aku tidak punya siapa-siapa untuk bertahan hidup"


" Kamu masih punya aku Lea, kamu masih punya bayi yang akan membuatmu bahagia" kata Dian


" Dan ada aku disini" kata Jason, iapun berjongkok di hadapan Lea dan menatap gadis itu dengan dalam


" Kamu harus bertahan Lea, seperti aku yang bertahan hidup hanya untukmu" kata Jason, ia benar benar memanfaatkan kondisi ini untuk mendekati dan meluluh kan hati Lea


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.