
Lea menarik nafas lega karena satu harian ini ia sama sekali tidak melihat Lee.
" Syukurlah dia tidak menggangguku"
" Lea kita Nga mall yuk, kemarin kitakan ngakk jadi pergi jadi hari ini kita harus pergi"
Lea berpikir sebentar dan tak ada salahnya ia menuruti perkataan Dian.
"Baiklah Di, tapi kita jangan terlalu lama ya"
" Silppp" kata Dian sambil mengacungkan jempolnya
Setelah pulang dari Kantor Dian dan Lea akhirnya menuju mall yang tidak terlalu jauh dari kantor mereka. Begitu sampai Dian langsung menuju memburu barang barang diskon hingga ia benar benar kalap mata.
Lea melirik jam ditangannya, sudah menunjukkan hampir pukul 7 malam dan ia melihat Dian masih asyik dengan barang barang diskon.
" Apa Lee akan marah jika aku pulang terlambat??" kata Lea dalam hati
" Ah...udalah bodoh amat, pernikahan ku kan hanya pura pura saja"
" Gimana Lea, aku cocok ngakk pakai gaun ini" kata Dian sambil menunjuk gaun berwarna navi ditangan nya.
" Bagus Kok Di, oh ya Di bagaimana kalau kita pulang saja soalnya aku ada janji dengan mama mau makan diluar" kata Lea berbohong
" Ya... padahal aku masih ingin pilih pilih lagi" kata Dian dengan lesu
" Maaf ya Di, ini mama baru tanyain aku kenapa belum pulang" kata Lea menciptakan kebohongan yang baru.
Dengan berat hati akhirnya Dian menuruti permintaan Lea. Akhirnya mereka keluar meninggalkan mall dengan wajah Dian yang tetap cemberut
"Di jangan cemberut begitu dong, nanti lain kali kita kan belanja sepuasnya dan aku janji aku akan traktir kamu makan beef chicken" kata Lea memberikan iming iming..
" Kamu janji ya??" kata Dian sambil menunjukkan jari kelingking nya dan Lea pun menyatu kan hari Kelingking mereka sebagai tanda ia berjanji.
Lea akhirnya sampai di Apartemen, sesudah memarkirkan motor matic nya dilantai bawah, ia pun menuju lantai dua dimana tempat ia tinggal setelah menikah dengan Lee.
Lea menggesek kartu apartemen nya dan mulai masuk dengan perlahan.Ia berjalan dengan sangat perlahan supaya langkah kakinya tidak berbunyi seperti seorang pencuri yang hendak beraksi.
" Udah puas jalan jalannya" kata Lee tiba tiba membuat jantung Lea hampir saja copot
" Eh...itu..." kata Lea gugup
" Kenapa aku takut?? bukankah pernikahan ini hanya sandiwara dan sampai saat ini aku tidak tau alasan kenapa ia menikahi ku??"
Akhirnya Lea mencoba santai dan menghampiri Lee yang sedang berkutat dengan peralatan masak didapur.
" Iya aku baru dari..."
"Mall bersama dengan Dian" Kata Lee meneruskan kata kata Lea
" Pasti dia mengikuti ku??" tebak Lea
" Lain kali kalau kamu mau pergi ijin suami dulu" kata Lee yang masih sibuk dengan sayuran, daging dan sebagainya
" Suami??" lucu sekali" kata Lea dengan nada yang kedengarannya enteng
" Sampai saat ini aku masih belum percaya bahwa kau adalah suamiku dan aku masih menganggap pernikahan ini adalah sebuah permainanmu yang aku adalah korban" kata Lea
Lee hanya diam saja, seperti nya ia sedang tersudut sekarang namun ia mencoba untuk tenang dan terbawa arus yang diciptakan oleh Lea.
"Bolehkah aku minta penjelasan??" kata Lea
Untuk sesaat Lee berpikir dan membalikkan tubuhnya.
" Kau akan tau sendiri, cukup jalani saja dan aku berjanji tidak akan sampai membuat mu terluka. Anggap saja pernikahan ini sebagai jalan menuju kebahagiaan mu" kata Lee membuat Lea semakin tidak mengerti
" Jelaskan, jangan membuatku mati penasaran"
" Aku tidak hak untuk menjelaskannya nona Lea" kata Lee dengan datar
Kepala Lee hampir meledak mendengar jawaban dari Lee dan sepertinya ia akan pergi kerumah mamanya malam ini. Lea beranjak menuju kamar dan mengganti semua pakaian nya.
Lee yang melihat Lea hendak berangkat segera menyusul nya.
" Kamu mau kemana malam malam begini??" tanya Lee yang menghadang Lea didepan pintu
" Aku mau kerumah mama" kata Lea
" Aku ikut" kata Lee
" Aku mau pergi sendirian!!" kata Lea
" Pokoknya aku akan ikut dan kamu tunggu disini, jangan coba-coba untuk pergi sendiri" kata Lee
Lagi lagi Lea mengalah, ia akhirnya menunggu Lee didepan pintu. Tak lama kemudian Lee akhirnya datang dengan membawa rantang makanan di tangannya.
" Apa itu??" tanya Lea
" Ini makanan yang aku masak tadi, sayang kalau tidak dimakan dan sepertinya asyik kalau kita makan bertiga" kata Lee
" Ayo" kata Lee yang tanpa sadar menarik tangan Lea dan menggenggam nya.
Dug....dug...jantung Lea bergetar saat tangan Lee menyentuh tangan nya dan anehnya ia hanya diam saja saat Lee menggenggam nya, ia merasa sungguh nyaman.
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.....