Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 24



" Jika kamu mencintai Lee maka pertahanan dia, sekarang dia suamimu dan jika memang betul kamu mencintai dia maka buat dia jadi milikmu"


Kata kata itu terngiang di telinga Lea, sampai sekarang mereka ada kejelekan dari seorang Lee mengenai pernikahan mereka.


" Apakah aku yang harus memulainya duluan? apakah aku salah jika ingin memulai kehidupan pernikahan yang sesungguhnya"


Cukup lama ia berpikir sampai sebuah dering dari ponselnya membuyarkan lamunan dan hal hal yang ia pikirkan tadi. Ia mengambil ponselnya dan melihat sebuah pesan yang ditujukan padanya.


"Jangan lupa makan ya"


Ternyata pesan itu dari Lee dan Lea pun mengetik sebuah balasan untuk suaminya itu.


" Aku ingin masuk kantor besok apakah boleh??" tulis Lea


" Tidak tunggu sampai Minggu depan"


" Tapi aku sudah benar benar bisa, aku ingin bekerja untuk menghilangkan kejenuhan ku"


" Tidak lebih baik sekarang kamu makan, istirahat dan jangan lupa minum obat"


Lea membaca pesan terakhir dan ia tidak membalas apa apa lagi, ia tahu bagaimana pun ia membujuk Lee pasti dia tidak akan memperbolehkan Lea untuk masuk kantor lagi


" Ah...aku bosan sekali, apalagi setelah mama pulang kerumah nya. aku bagaikan burung dalam sangkar"


Ah.... lebih aku keluar dan jalan disekitar taman yang dibawah, aku bisa benar benar gila jika sampai dirumah seharian.


Lea pun segera turun dari Apartemen, sungguh Lea memang beruntung tinggal di Apartemen yang boleh dikatakan cukup mewah. Apartemen tempat Lee tinggal adalah salah satu Apartemen elit dilingkungan Jakarta.


Lea kemudian berjalan menuju taman yang tidak jauh dari Apartemen Lee, sebelum pergi ketaman tak lupa Lea membeli sebuah cup ice cream untuk ia nikmati.


Angin yang berhembus sepoi-sepoi, serta asrinya lingkungan taman membuat Lea benar benar merasa nyaman. Lea pun duduk disebuah kursi kayu tua yang ad dipinggiran taman.


" Ah...ini benar benar menyejukkan" kata Lea sambil menyendok ice cream ke mulut nya.


Tiba tiba saja pandangan Lia tertuju pada sebuah keluarga kecil yang sedang duduk sambil menikmati makan siang di taman tersebut, mereka tampak bahagia dengan sesekali mencium anak kecil yang berusia sekitar 2 tahun.


" Ya Tuhan .. bagaimana rasanya memiliki keluarga yang sebenarnya,punya suami dan anak yang benar-benar nyata"


Lea kembali dengan lamunannya, saat di awal pernikahan ia tak tahu bahwa rasanya menikah akan serumit ini, memilih suami tapi tidak dalam konteks yang sebenarnya.


" Sudah kubilang kamu istirahat saja kok malah jalan jalan"


" Mas Lee" kata Lea kaget melihat keberadaan suaminya disana.


" Bagaimana bisa mas disini??" kata Lea dengan keheranan


" Lebih baik kita pulang, kamu itun belum pulih total" kata Lee sambil mengambil cup ice cream dari tangan Lea


" Hei.. itu punyaku" kata Lea protes namun Lee tidak perduli, ia tetap memakan ice cream milik Lea


" Menyebalkan" kata Lea sambil melipat tangannya


" Ayo pulang" kata Lee


" Tidak mau" kata Lea bersikeras


" Kalau kamu tidak mau, maka aku menggendong mu" ancam Lee dan ancaman itu tidak membuat Lea merasa takut


" Coba saja" tantang Lea


" Baiklah kamu yang memintanya"


Lee pun melipatkan tangan kemejanya sedikit keatas, ia pun langsung menggendong tubuh Lea dan tentu saja Lea begitu kaget,.


" Kamu bercanda ya.." kata Lea


" Tidak" kata Lee dan iapun mulai melangkah kan kakinya dan berjalan menuju Apartemen mereka


" Lepaskan aku" kata Lea


" Tidak" kata Lee sambil terus menggendong Lea dan kali ini Lea harus menahan malu karena menjadi pusat perhatian orang orang yang ada di Sepenjang jalan.


Daripada merasa malu, Lea kemudian membenamkan wajahnya ke dada Lee agar orang orang yang melihat mereka tidak bisa melihat wajahnya.


" Apa kamu tidak malu, cepat turunkan aku" kata Lea yang berusaha melepaskan dirinya namun rangkulan Lee terlalu kuat sehingga Lea tidak bisa terlepas.


" Tidak...aku tidak malu aku bahkan bangga bisa menggendong gadis secantik kamu" kata Lee yang fokus dengan langkahnya.


Seketika dada Lea melambung tinggi karena pujian Lee, 6 bulan bersama baru kali ini Lee menyebut dirinya cantik dan jujur saja senang dengan pujian itu.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.