
Hari ini adalah hari dimana 6 bulan pernikahan Lee dan Lea, meskipun pernikahan mereka bukanlah pernikahan pada umumnya dan mendapatkan hbanyak masalah di awal pernikahan tapi keduanya sudah mulai nyaman dengan keberadaan masing masing.
Seperti biasa pagi ini Lea disibukkan oleh setumpuk tugas yang sudah diberikan sang manager kepadanya. Lea melirik jam di tangannya dan ini sudah menunjukkan pukul 11 siang, Lea menggerakkan lehernya karena merasa sedikit tegang dan merasa sedikit ngantuk sampai sampai ia menguap begitu lebar.
" Ya ampun tugas hari ini benar benar melelahkan, dan aku benar benar lapar sekarang" kata Lea sambil memegangi perutnya yang sudah mulai keroncongan.
" Lebih baik aku buatkan kopi seperti nya itu akan menolong sebelum makan siang, tapi dokter melarang ku untuk minum kopi tapi jika sedikit saja aku rasa tidak masalah"
Lea beranjak kedapur dan mencoba membuat secangkir kopi cappucino untuk dirinya, salah seorang OB yaitu mang Jaja yang melihat Lea membuat kopi segera menghampiri dirinya.
" Loh Bu Lea ngapain??" tanya Jaja
" Ini mang Lea mau minum kopi" kata Lea dan mang Jaja yang sudah lama bekerja disana mengetahui bahwa Lea memiliki masalah dengan lambung mencoba mengingat kan Lea.
" Bu Lea sebaiknya tidak minum kopi nanti maag Bu Ke kambuh atau lebih baik mang buatkan teh hijau untuk Bu Lea seperti nya itu lebih baik" kata Jaja
" Tak apa mang hanya sedikit saja, habisnya Lea ngantuk" kata Lea sambil menyeruput kopi buatannya.
" Baiklah sebaiknya Bu Lea jangan minum terlalu banyak ya" kata Jaja
" Siippp" kata Lea
Baru beberapa menit setelah minum kopi, Lea mulai merasakan perih diperutnya dan pastinya itu karena ia minum kopi yang sebenarnya pantangan bagi dirinya.
" Ya Tuhan ini mulai sakit sebaiknya aku minum obat sebelum sakit ini akan benar benar membunuh ku"kata Lea sambil berjalan menuju ruangannya.
Rasa sakit yang dirasakan Lea semakin bertambah dengan cepat dan dengan langkah tertatih Lea berusaha agar sampai di mejanya.
Begitu sampai dengan tangan gemetaran Lea mengambil obat yang berada didalam tasnya dan segera meminumnya. Keringat bercucuran di wajah Lea dan wajahnya tampak begitu menahan sakit.
" Ya Tuhan ini sakit sekali, seharusnya aku tidak minum kopi, Awww rasanya semakin sakit"
Tom yang Pengawal sesekaligus sekretaris Lee melihat Lea dengan wajah pucat dengan keringat yang membasahi seluruh keningnya langsung melapor pada Lee karena Tom tahu bahwa Lea adalah istri dari bossnya.
Sakit yang dirasakan Lea bukan berkurang malah semakin bertambah dan kali ini Lea merasa kan dirinya benar benar ingin muntah.
" Ada apa dengan Lea??"kata Dian
" Apa jangan jangan maag Lea kambuh??"
Dian segera menuju kamar mandi dan ia melihat Lea sudah terduduk dilantai kamar mandi sambil memegangi perut nya.
" Ya ampun Lea pasti maag kamu kambuh lagi ya??" kata Dian dengan panik
" Sa...sakit Di" rintih Lea dengan mata terpejam
" Tunggu sebentar aku akan panggilkan mang Jaja supaya kamu dibawa ke klinik kantor"
Belum lagi Dian melangkah tiba tiba Lee dan Tom datang dengan wajah yang menunjukkan kepanikan.
" Lea"
" Kamu kenapa" Tanya Lee
"Perutku... sakit mas" kata Lea yang tak membuka matanya sama sekali
Tanpa pikir panjang Lee segera menggendong Lea dan membawanya keluar dari kamar mandi.
" Cepat Tom, segera kita larikan Lea ke rumah sakit" kata Lee
" Siap boss" kata Tom dengan sigap
Akhirnya Lea dibawa ke rumah sakit, dan sepanjang melewati koridor kantong mata para karyawan tertuju pada Lee,Lea dan Tom dan beberapa diantara mereka mempertanyakan tentang kedekatan hubungan Lee dan Lea.
Sementara Dian masih bingung dengan apa yang terjadi, apalagi akhir-akhir ini Lee menunjukkan sedikit perhatian pada Lea selama dikantor.
" Apa aku tidak salah dengar tadi Lea menyebutkan pak Lee dengan sebutan mas, sebenarnya apa hubungannya Lea dan Pak Lee apakah mereka pacaran??"
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.