
Jason akhirnya kembali ke Jakarta dengan perasaan yang begitu bersemangat, harapan yang di berikan oleh Lea membuat nya begitu gembira.
"Terima kasih ya Tuhan" kata Jason dengan semangat, ia sudah membayangkan bagaimana acara pernikahan mereka akan berlangsung
" Acaranya yang begitu meriah dan Lea serta Leandra akan menjadi ratu dan putri yang ada dalam hidupku"
" Akhirnya selama 4 tahun akhirnya perjuangan ku membuahkan hasil"
Seolah tak sabar untuk kembali dan segera kembali memeriksa kan dirinya, ia ingin berada dalam keadaan yang selalu sehat.
Sejak Jason dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit Jerman, Jason selalu memeriksa kan kondisi nya setiap bulan, ia tidak ingin kanker yang dialami nya sampai mengganggu kebahagiaan nanti apalagi saat ini, saat yang paling di tunggu oleh Jason.
Berbeda dengan Lea, ia justru tidak terlalu semangat dengan hal ini, ia meminta pertimbangan hanya karena putri kecilnya yang begitu menyayangi Jason.
Setelah Jason pergi, Lea dan Dian kembali menyibukkan diri mereka untuk melakukan promosi barang barang lokal yang sedang mereka rintis
Saat ini Lea dan Dian sedang mempromosikan dagangan mereka ke perusahaan perusahaan besar agar produk ini semakin luas dan mungkin memiliki nama baru yang bisa mendongkrak penjualan.
Sudah hampir satu bulan Lea dan Dian mencoba namun sampai saat ini belum ada perusahaan yang tertarik dengan produk mereka.
Siang itu mata Dian terbelalak saat melihat sebuah perusahaan yang sudah berkembang sedang meriew produk mereka.
" Ya ampun apa aku tidak salah lihat" kata Dian tidak berkedip saat melihat salah satu perusahaan setuju untuk memberikan kesempatan pada mereka untuk menunjukan produk produk mereka.
" Lea kita berhasil" kata Dian, ia bahkan sampai terlompat karena hal itu.
" Ada apa??" kata Lea penasaran
" Lihat ada perusahaan yang ingin memakai produk kita dan kita diundang secara resmi untuk pergi kesana" kata Dian dengan mata berbinar.
" Benarkah??" kata Lea yang tidak kalah terkejut, ia kemudian melihat laptop Dian dan membaca sebuah email resmi dari perusahaan LL company.
" LL Company??" kata Lea dengan kening berkerut
" Iya perusahaan itu sedang berkembang sekarang dan yang aku dengar mereka sedang mencari produk lokal untuk dikembangkan dan aku mengirim kan produk produk yang kita kembangkan dan sepertinya mereka setuju'"
" Tapi perusahaan itu ada di Kalimantan?? bagaimana kita pergi kesana??" tanya Lea
" Tapi..." Lea sedikit keberatan mengingat Leandra
" Bagaimana dengan Leandra??" kata Lea
" Kita bawa saja, kita disana sekitar 3- 4 hari dan lagipula meeting akan dilaksanakan di tempat santai dan tidak terlalu formal, aku rasa kau bisa membawa Leandra."
" Bagaimana kalau kau saja yang pergi??" kata Lea, ia tidak ingin membawa Leandra kemana mana
" Tidak mungkin dong, founder nya kan kamu dan tentu saja pihak perusahaan itu ingin bertemu denganmu" kata Dian
" Bagaimana ya??" kata Lea ragu ragu
" Kalau begitu kita minta tolong Jason saja untuk membuat sebuah perusahaan untukmu, lagipula kau adalah calon istrinya"
" Tidak... Baiklah kita akan pergi" kata Lea akhirnya, dia sama sekali tidak ingin melibatkan Jason terlalu jauh apalagi dalam bisnis nya.
" Nah...gitu dong, semoga saja kerja sama ini berakhir dengan baik dan kamu segera bisa menebus rumah peninggalan Tante Mia dengan usaha kamu sendiri"
" Kamu benar Di,aku harus bisa" kata Lea yang terpacunya semangatnya.
" Nah ini baru Lea" kata Dian
" Kapan kita akan berangkat??" tanya Lea
" Dua hari lagi, semua tiket, akomodasi dan yang lainnya sudah ditanggung oleh pihak perusahaan. Kita benar benar beruntung Lea, semoga saja hasilnya akan membuat kita kaya"
" Apaan sih kamu, belum kerjasama udah mikirin kaya aja," kata Lea geli
" Ya namanya juga mimpi dan usaha, kalau kita jadi orang kaya kan enak, tinggal pencet keluar duit''
" Dasar Dian"
Jangan lupa like komen dan vote ya,....Love u para readers semuanya.....