Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 61



Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi Lea, hari ini adalah ulang tahun Lea yang 31 tahun. Lea yang masih tertidur lelap karena semalam Lea lembut hingga pukul 22.00 malam.


Hal ini memang sering terjadi jika mendekat akhir bulan, karena mereka harus melengkapi semua laporan dari divisinya dan sebagainya ketua dan kepala divisi Lealah yang bertugas melakukan hal tersebut.


Pagi itu Mia sengaja bangun lebih awal, diapun memasak semua makan kesukaan putri semata wayangnya tersebut dan kemarin Mia juga sudah membuatkan tart red Velvet untuk Lea.


Selesai melakukan tugasnya, akhirnya Mia menuju kamar Lea yang bersebelahan dengan kamar nya. Miapun membawan kue buatannya dengan lilin yang bertuliskan angka 31.


Saat Mia membuka pintu , Lea ternyata masih tertidur, Untung saja hari itu adalah hari Sabtu sehingga Lea tidak perlu ke kantor.


" Happy birthday to you... happy birthday to you... happy birthday.... happy birthday... happy birthday Lea"


Sayup-sayup Lea mendengar suara mamanya, Leapun akhirnya terbangun dan melihat Mia yang duduk di tepi ranjang dengan kue tart yang ada di tangannya.


Lea bangun sambil mengucek matanya, setelah kesadaran nya terkumpul, ia pun bisa melihat Mia dengan jelas.


" Selamat ulang tahun mu girl..." kata Mia


Lea tidak bisa membendung keharuannya, dengan airmata yang sudah menggenang di matanya, Lea langsung memeluk ibunya.


" Makasih ma" kata Lea


" Sekarang tiup lilinnya" kata Mia


Setelah membuat permintaan Lea kemudian meniup lilin yang bertuliskan angka 31 tahun tersebut. Setelah meniup lilin, Leapun memotong kue dan memberikan nya pada Mia.


" Terima kasih ma, aku sangat bersyukur memiliki mama sehebat ini" kata Lea sambil memeluk Mia untuk kesekian kalinya


" Iya sayang, semoga di ulang tahun kamu yang 31 ini kamu semakin dewasa dan masalah kamu dengan Lee segera bisa diselesaikan" kata Mia


Lea hanya terdiam,rupanya Mia bisa mengetahui bahwa Lee dan Lea sedang ada dalam masalah.


" Mas Lee dan aku baik baik saja kok ma" kata Lea mencoba untuk tersenyum


" Sayang, kamu tidak perlu bohong pada mama, bagaimana pun rapinya kamu menyimpan sesuatu dari mama, mama bisa tau sayang. Seorang ibu itu mempunyai insting yang kuat pada anaknya. Kamu juga akan mengalami hal tersebut jika sudah menjadi seorang ibu"


Lea kembali terdiam, air mata yang sudah lama ditahannya akhirnya mengalir begitu saja.


" Maafkan Lea ma" kata Lea yang kembali memeluk mamanya, ia menangis di pelukan wanita yang paling berjasa dalam hidupnya.


" Mama harap kalian bisa menyelesaikan apa yang sedang terjadi pada kalian berdua"


" Iya sayang, kalian sudah dewasa dan mama harap setelah kamu siap, mama harap kamu bisa menceritakan masalah yang sebenarnya terjadi"


" Iya ma"


Mia kemudian menghapuskan airmata Lea, hatinya sebenarnya sangat terluka melihat keadaan Lea akhir akhir ini. Tapi sebagai orang tua Mia harus bisa bersikap bijaksana, Mia tidak boleh menyalahkan salah satu dari mereka tanpa tau masalah yang sesungguhnya.


" Sekarang lebih baik kamu mandi dan kita makan sama sama" kata Mia


Leapun kembali ke kamar nya untuk segera mandi, hari ini ia berencana untuk mengajak Mia untuk keluar.


Saat Lea masuk ke kamar tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, ia kemudian melihat ponselnya dan matanya membelak melihat Lee yang sedang menghubungi nya.


Antara senang dan gelisah, Lea kemudian menarik nafas dan menekan tombol hijau pada ponselnya.


" ha... halo" Kata Lea sedikit gugup


" Hai...Lea" kata Lee


" A...ada apa???" kata Lea, jantung nya mulai berdetak tak menentu


" Bagaimana kabarmu, apa kau baik baik saja?" kata Lee basa basi


" Hmmm...apa kamu bercanda, menurutmu setelah apa yang aku lakukan padaku, apa aku akan baik baik saja!!" kata Lea dengan kesal


" Maaf" kata Lee


" Sudahlah...katakan saja apa maumu??"


" Aku.. aku ingin mengajak mu untuk bertemu di garden cafe siang ini, aku ingin membicarakan hal yang penting padamu"


" Penting?? apakah aku penting??" kata Lea seolah mengejek


" Kau adalah bagian yang terpenting dalam hidup ku Lea, tapi aku tidak akan pernah bisa mengatakan hal itu"


" Aku tidak ingin sedang berdebat dengan mu Lea, dan aku akan menunggu mu siang ini" kata Lee dan iapun langsung memutuskan sambungan ponselnya.


Jangan lupa like, komen, vote dan follow author ya.....