Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 97



" Leandra kamu ngakk apa apa sayang" kata Lea, iapun segera mengambil Leandra dari pangkuannya Lee.


" Ada yang sakit sayang??" kata Lea sambil melihat lutut Leandra yang berdarah


" Ngakk apa apa mommy, Leandra kuat kok seperti mommy"


Langsung saja Lea memeluk putrinya sambil menangis, ia benar benar terharu mendengar ucapan putrinya yang masih sangat polos itu.


" Kamu memang anak pintar sayang" kata Lea, ia seolah tidak memperdulikan keberadaan Lee


" Makasih ya om udah tolongin Leandra, aku sayang sama om"


Seketika Lea langsung tersentak, ia tidak menyangka Leandra begitu cepat mengatakan rasa sayang nya pada Lee padahal ini baru pertemuan kedua mereka.


" Om juga sangat sayang sama Leandra, om ini adalah Pa..." belum lagi Lee selesai berbicara, Lea langsung memotong ucapan Lee


" Tidak" kata Lea


" Dian tolong bawa Leandra dari sini, aku ingin bicara dengannya" kata Lea, iapun memberikan Leandra kepelukan nya.


Setelah Leandra dan Dian cukup jauh, barulah Lea berbicara dengan Lee.


" Apa maksud kamu??" kata Lea, ia begitu marah saat Lee hendak menyebutkan dirinya adalah ayah dari Leandra


" Lea, aku tahu kamu marah tapi Leandra butuh sosok ayah dan sebagai ayah kandung aku berhak memberitahukan nya"


" PLAKKKK"


Sebuah tamparan yang begitu keras mendarat di pipi kanan Lee dan tamparan ini cukup membuat Lee sangat kaget.


" Kamu tidak berhak...kamu adalah laki laki pecundang, berapa kali aku menghubungi pengacaramu agar kita bisa bicara saat aku hamil, tapi apa?? Kau mengacuhkan ku tuan Lee"


Lee hanya terdiam sambil memegang pipinya yang sudah mulai memanas akibat tamparan Lea.


" Tapi aku tidak tahu kalau kau sedang hamil"


" Itulah keegoisan mu, bahkan kau memberikan aku pil KB agar aku tidak hamil, dan aku sangat menyesal tidak meminum nya"


" Aku minta maaf Lea..."


" Sudah lah Lee, aku sudah muak mendengarnya, aku sudah lelah dan ijinkan aku untuk hidup dengan tenang bersama dengan putriku"


" Tapi aku adalah ayah kandungnya dan apa kau tidak memberikan aku sedikit kesempatan untuk bersama dengan kalian"


" Tidak!! Cukup Lee, biarkanlah aku dan Leandra hidup bahagia dan sebentar lagi Leandra juga akan mendapat sosok ayah seperti yang ia inginkan.


" Lea..." panggil Lee namun Lea tetap menatap lurus karena ia tidak mau Lee melihat nya dengan kondisi yang sudah banjir airmata.


Begitu sampai di kamar mereka, Lea langsung memeluk Leandra dengan Isak tangis yang begitu menyedihkan.


" Mommy jangan nangis, Leandra imut sedih" kata Leandra sambil menghapus airmata ibunya.


" Apa kalian bertengkar lagi??" tanya Dian


" Tidak, aku hanya sedikit kesal" kata Lea


" Sampai kapan seperti ini Lea, jangan bersikap terlalu egois, kamu tidak akan pernah bisa memisahkan ayah dengan putrinya"


" Apa kau membelanya, kau tidak ingat bagaimana perjuangan ku hanya untuk bisa bertemu dengan nya dan ingin mengatakan bahwa aku sedang mengandung anak nya??"


Seketika masa masa yang sulit itu kembali muncul di bayangan Dian, masa dimana Lea mengalami titik terendah dalam hidupnya.


" Aku tau tapi aku yakin Lee sama buruknya"


" Aku tidak yakin, dia pasti sedang menikmati hidupnya tanpa memikirkan aku dan sekarang setelah ia tahu mengenai Leandra ia ingin kembali?? terlalu mudah untuk melupakan dan menerima dia" kata Lea dengan geram


" Tapi dengan begini sama artinya kau menyiksa diri, aku tahi kau masih sangat mencintai nya. Aku tahu kau begitu kecewa karena sampai saat ini kau masih sangat mencintai nya"


" Tidak..." kata Lea


" Jangan mendustai hatimu Lea, biarkan kau dan Leandra bahagia, berhenti lah menjadi egois"


" A...ku tidak bisa, rasa sakit itu terlalu dalam sehingga aku tidak bisa menerima dia lagi"


" Kau memang keras kepala Lea, aku benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiran mu"


Dian memilih diam, ia tahu bahwa tidak mudah untuk memaafkan Lee dengan segala kesalahannya.


" Terlalu sakit" kata Lea, airmata kembali mengurai dimatangkan dan dengan sigap gadis kecilnya ini menghapuskan airmata yang mengalir di wajah cantiknya.


" Mommy jangan nangis terus, Leandra jadi ikutan sedih" kata Leandra yang sudah mulai mewek


" Iya sayang, mommy minta maaf ya. Besok kita pulang ya sayang," kata Lea sambil mengelus kepala Leandra


" Iya mommy, aku mau ketemu sama om baik mommy, bolehkan??" kata Leandra


" Boleh dong sayang" kata Lea


Jangan lupa like komen dan vote ya,....Love u para readers semuanya.....