
" Wellcome to Home" Kata Jason sambil membuka pintu rumah Mia, rumah dimana Lea dibesarkan.
Hati Lea bergetar saat memasuki rumah itu kembali, 5 tahun tidak membuat rumah itu berubah bahkan semua barang barang yang ada disana masih sama ada yang berubah.
" Semuanya masih sama" kata Lea dengan penuh haru,
" Terima kasih kak Ryan" kata Lea sambil menatap Ryan dengan senyuman tipis
" Tak apa, ini milikmu dan aku tau kau pasti akan kembali" kata Ryan dengan tulus nya
" Aku pergi dan ini kunci dan juga sertifikat rumah ini" kata Ryan sambil menyerahkan apa yang menjadi hal Lea
" Terima kasih kak" kata Lea sekali lagi sebelum Ryan pergi dan menghilang dari antara mereka.
" Ini lumah siapa mom??" tanya Leandra, rupanya ia penasaran dengan rumah Mia.
" Ini rumah kita sayang, dan mulai sekarang kita akan tinggal disini" kata Lea, iapun duduk dan mencium pipi gadis kecilnya itu.
" Leandra senang??" kata Jason
" Senang om baik tapi Leandra sedih karena halus tinggalkan teman teman yang ada disana"
" Sayang, kamu juga akan dapat teman baru disana' kata Dian, iapun menggendong Leandra dan membawanya ke dalam kamar.
" Kita ke kamar yuk" ajak Dian
" Yuk" kata Leandra
" Apa kamu bahagia Kitty??" tanya Jason,
" Hmmmm" Lea hanya mengangguk pelan, justru ia sangat tertekan karena harus menutupi perasaannya sendiri.
" Aku begitu lelah, apakah aku bisa istirahat??" tanya Lea
" Of course Kitty, saya akan datang malam nanti" kata Jason, sebelum ia pergi ia memeluk Lea, saat ia ingin mencium kening Lea, Lea segera menjauh dari dekat Jason
" Maaf aku belum siap" kata Lea,
" Aku mengerti' kata Jason, sebenarnya ia sedikit kecewa dengan penolakan Lea.
Begitu Jason pergi, Lea langsung masuk kedalam kamar ibunya, begitu memasuki kamar itu hati Lea langsung renyuh. Kenangan kenangan masa lalu Lea langsung nyata ada dihadapannya, Lea begitu ingat saat Mia memaksanya untuk menikah dengan Lee.Kamar itu adalah saksi penolakan Lea sampai akhir Lea menyetujui untuk menikah dengan Lee.
" Ma...Lea rindu" kata Lea sambil memegang figura ibunya, airmata nya kembali mengalir deras saat melihat wanita yang begitu menyayangi itu.
" Ma... sekarang cucu mama sudah besar dan sebentar lagi Lea akan segera menikah"
" Hiks...hiks...." Lea begitu sedih saat mengingat almarhum ibunya, seandainya Mia masih ada mungkin Lea tidak akan serapuh ini.
" Lea" suara memanggil
" Lea"
Suara itu memanggil lagi dan ia melihat sosok Lee ada disana, Lee sedang berdiri dihadapannya dan sedang tersenyum padanya.
Bagaimana pun kerasnya hati Lea, tapi saat ia melihat Lee hatinya masih tetap sama, masih ada getaran yang mengalun indah untuk orang yang sudah pernah menyentuh hatinya itu.
Lea beranjak dari tempat tidur nya dan ingin menghampiri Lee namun saat ia hendak bangkit Lea langsung sadar dan membuka matanya.
Lea langsung sadar dan melihat langit langit kamar ibunya.
"Hanya mimpi" kata Lea, iapun bangkit dan melihat sekeliling nya, semuanya sudah berbeda dan Lee tidak ada disana.
" Jangan menutupi rasa cintamu hanya karena rasa kecewamu, biarkan hatimu bahagia Lea"
Kata kata sahabatnya itu kembali terngiang di telinga Lea dan sepertinya ia akan berdebat dengan hatinya sekarang.
" Kamu harus bisa Lea...kamu harus bisa melupakan Lee. Ingat kamu adalah wanita yang begitu tersakiti, kamu harus move on dan menata kembali hatimu untuk Jason"
Lea akhirnya beranjak dari kamar Mia dan ia melihat Dian dan Leandra yang sedang asyik bermain di kamar Lea.
Dian manangkap bahasa tubuh Lea yang sepertinya tidak nyaman dengan keadaan yang ada saat ini dan Dian tahu betul Lea begitu tertekan semenjak ia bertemu dengan Lee dan menerima pernikahan dengan Jason.
" Apakah kau mengingat Lee lagi??" tebak Dian
" Kamu bicara apa??" kata Lea
" Bicara yang sebenarnya, Leandra apa kamu setuju kalau om Lee yang jadi ayah mu??"
" Suka yang penting mommy senang juga, om Lee juga baik "
" Kamu dengar kan??" Kata Dian seolah meledek
" Berhentilah membuatku berubah pikiran, aku tetap menikah dengan Jason, aku tidak ingin membuat usaha yang dilakukan Jason sia sia. Aku berutang Budi padanya"
" Ya....ya....aku tahu" kata Dian setengah mengejek
" Aku hanya tidak yakin" kata Dian bertambah meledek
" Dian" teriak Lea dan dengan sigap Dian berlari meninggalkan Lea, ia ingin menjadi sasaran kemarahan Lea.
" Berhenti lah berpura pura sebelum aku meledek dan mengambil Lee darimu"
Jangan lupa like komen dan vote ya,....Love u para readers semuanya.....