
Hari ini adalah hari pertama Lea masuk kantorsetelah ia cuti selama seminggu. Lea merasa bahagia bisa masuk kantor lagi selama seminggu penuh Lea hanya dirumah berdiam diri.
Jam menunjukkan 06.30 pagi dengan cepat ia bangun karena semalam ia sedang memasang alarm, dia segera bangun dan melihat ranjang disebelahnya kosong.
" Hmmm dia sudah bangun"
Lea segera membersihkan dirinya dan segera memakai pakaiannya. Ia menuju meja makan ternyata Lee juga tak ada disana. Di meja makan ternyata ada secarik kertas putih yang berisi pesan.
Hai nona pemalas sebelum pergi ke kantor jangan lupa sarapan, aku pergi lebih awal karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Lea menatap meja makan tersebut sudah ada sepiring asi goreng yang kelihatan begitu menggugah selera. Dengan cepat Lea mamakannya dan segera berangkat ke kantor.
Begitu sampai di kantor Lea langsung disambut oleh Dian sahabat Lea sejak dua bekerja di kantor itu
"Aduh Lea darimana saja kamu, aku kangen tau"kata Dian sambil memeluk Lea.
" Hmmm...kemarin aku ada acara penting Di, acara keluarga gitu sih" kata Dian mencoba mengelak pembicaraan, ia tidak ingin Dian tahu bahwa dirinya sudah menikah.
" Apa jangan jangan kamu nikah ya??" kata Dian berseloroh dan Lea begitu kaget dengan ucapan Dian
" Apa jangan jangan Dian tau ya kalau aku sudah menikah?? Tidak mungkin!!!" kata Lea dalam hati
" Apa benar kamu menikah??" tanya Dian lagi kerena Sedari tadi Lea tidak menjawabnya
" Syutttt, jangan keras keras nanti yang lain dengar"kata Lea sambil memandang sekitar
" Kamu ini bisa bisa karyawan lain mengira bahwa aku sudah menikah!!"
"Jadi kemarin itu acara apa?? kok kamu cuti sampai satu minggu sih, hayo. acara apa lagi kalau bukan nikahan" kata Dian yang terus saja berkicau
" Udalah Di aku jadi tambah pusing nih" Kata Lea sambil memijit keningnya, ia juga pusing dan bingung karena situasi saat ini.
" Eh, Lea kamu tau ngakk kita bakalan ketemu sama CEO perusahaan ini, katanya dia mau datang pagi ini"
" Wah yang benar!!" kata Lea
" Iya akhirnya kita bisa ketemu langsung dengan pemilik perusahaan ini setelah sekian lama kita kerja disini dan yang aku dengar nih dia bakal tiap hari akan ngantor disini" kata Dian
" Iya Lea, makanya aku penasaran dengan tampangnya, duh pasti' keren deh Le!!" kata Dian sambil mengkhayal, dan Lea hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang satu ini.
" Kamu ini dasar mata keranjang" kata Lea mencibir.
" Ya ga apa apa dong Le namanya masih jomblo siapa tau dia adalah jodohku"
" Aduh Di, kamu kalau mimpi jangan ketinggian deh entar jatuhnya sakit" kata Lea sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
" Kamu ini ngakk pernah dukung sahabat sendiri"
" Terserah kamu deh" kata Lea tidak mau tau
___________________________________
Akhirnya pertemuan dengan CEO YAHYA COMPANY akhirnya dimulai, semua para kepala divisi dan yang lainnya menunggu kedatangan orang nomor satu di perusahaan itu. Semua tampak begitu tegang dan penasaran melihat seperti apakah CEO dari perusahaan raksasa tersebut.
Akhirnya sosok yang begitu dinanti datang juga, derap langkah yang menuju ruangan pertemuan semakin membuat ruangan itu sunyi seolah tak berpenghuni, mereka hanya dapat saling menatap dengan rasa penasaran.
" Selamat pagi semuanya"
Mata Lea terbelalak melihat sosok suaminya berdiri tepat dihadapannya serta beberapa body guard yang mengawalnya.
" Ya ampun aku pasti salah lihat" kata Lia sambil mencubit tangan nya sendiri.
" Awwww" lirih Lea pelan
" Ternyata bukan mimpi"
" Jadi dia adalah CEO perusahaan dari Yahya company, jadi untuk apa dia menikahiku, pasti begitu banyak wanita yang mau jadi istrinya??"
Berbagai macam pertanyaan muncul dibenak Lea, dia benar benar tidak percaya bahwa laki laki yang menikahinya adalah CEO dari perusahaan tempat ia bekerja.
Jangan lupa like komen dan vote author ya.
Vote yang banyak biar authornya tetap semangat...