Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 67



Plakkkkk


Sebuah tamparan yang cukup keras bagi Lee, kali ini bukan dari Lea melainkan dari Mia. Ia tampak benar-benar sanggup marah hingga kedua bola matanya melihat dengan besar.


" Tidak kusangka, kau laki laki bajingan. Kau ingat saat kau memohon mohon untuk menikahi Lea.kau mangaku begitu mencintai nya dan sekarang kau datang untuk menceraikannya dengan sebuah alasan yang tidak masuk akal"


Lee hanya diam, ia tahu hal ini akan terjadi bahkan ia siap menerima hal yang lebih buruk dari ini.


" Kau..kau... beraninya kau menyakiti hati putriku, bukankah kau berjanji untuk selalu menjaga nya dan sekarang apa yang kau lakukan"


" Sudahlah ma, tidak ada gunanya kita bicara dengan laki laki batu seperti dia" kata Lea


" Lebih baik kamu segera pergi dan percayalah aku tidak akan mempersulit perceraian kita"


" Aku minta maaf"


" Kami tidak butuh dari laki laki pengecut seperti kamu" teriak Mia.Akhirnya Lee pergi dari rumah itu, ia segera melajukan mobilnya.


Begitu Lee pergi, Mia semakin hancur melihat airmata yang membanjiri wajah putrinya. Kini ia tahu mengapa Lea selalu menyendiri dan lebih sering melamun.


"'Maaf mama Lea, mama yang bersalah dengan semua ini" kata Mia sambil memeluk Lea


" Tidak ma, Mama tidak salah tapi laki laki bajingan itu yang salah" kata Lea, ia juga tidak sampai hati melihat mamanya yang turut terpukul karena dirinya.


"Apa kamu kuat sayang??" tanya Mia


" Pasti ma, setidaknya aku harus kuat demi mama" kata Lea.


Sementara Lee langsung menjadi ke Apartemen untuk menghilangkan rasa bersalah yang sudah via buat. Lee membuka pintu Apartemen dengan key card-nya dan segera masuk kedalamnya.


Begitu sampai di Apartemen, Lee langsung menuju kamar, Lee begitu terpukul melihat kamar yang bernuansa pink tersebut. Ia mengingat masa indah bersama dengan Lea, Lee teringat saat pertama kali mereka menyatu dengan penuh cinta.


" Maaf" kata Lee, ia seolah mengucapkannya di hadapan Lea.


Lee membaringkan tubuhnya di ranjang yang dilaporkan oleh sprai hallo Kitty berwarna pink. Lee memejamkan matanya dan bayang Lea kembali jadi didalam bayangannya.


Lea yang penuh airmata membuat Lee benar benar nyata di depan matanya dan seketika membuat Lee tersentak dan memanggil nama wanita yang telah mengambil hatinya.


" Lea" panggil Lee dengan suara yang sangat lirih seolah itu mewakili hatinya yang begitu tertekan dengan keadaan yang sedang terjadi.


Saat sedang memikirkan Lea, tiba tiba Lee mandapat panggilan Jason.


" Bagaimana?? kapan sidang kalian akan dimulai??"


Sepertinya Jason benar benar tidak sabar, ia ingin Lee menyelesaikan tugasnya.


" Aku.."Kalimat Lee tertahan dan hal itu membuat Jason menjadi jengkel.


" Jangan bilang kau tidak akan melepas Lea"


" Aku sudah mendaftar kan perceraian ku dengan Lea, tenang saja aku dan Lea akan segera bercerai"


" Bagus lah, dan kau ingin kau tidak usah menghadiri perceraian supaya prosesnya lebih cepat. Apalagi saat sedang mediasi, kamu tidak boleh datang"


" Sesuai dengan keinginan mu" kata Lee dan ia pun memutuskan sambungan telepon nya dari Jason.


Tanpa diduga Lee kemudian mencampakkan ponselnya hingga hancur berkeping keping, ia merasa dirinya terjebak di antara cinta yang begitu rumit.


" Kenapa aku harus jatuh hati padamu Lea, aku benar benar sulit untuk keluar dari permasalahan yang rumit ini"


Lee menjambak rambut nya beberapa kali dan ia sama sekali tidak merasa kesakitan. Hanya satu hal yang dirasakan Lee saat ini adalah sakit karena kehilangan Lea.


___________________________________________________


" Ini saatnya aku masuk" kata Jason pada dirinya sendiri. Menurutnya ini adalah kesempurnaan yang bagus untuk mendekati Lea.


Saat Lea sedang terluka, disinilah kesempatan Jason untuk mengambil hati Lea kembali.


" Aku akan berusaha semaksimal mungkin agar kau kembali dan aku pastikan kau akan menjadi milikku Kitty" kata Jason dengan penuh ambisi..


Sore itu Jason berniat untuk memberikan sesuatu untuk Lea, ia menyusuri jalanan untuk mencarikan sesuatu yang menarik untuk Lea.


Tiba tiba saja Jason berhenti pada sebuah toko yang ada di pinggir jalan. Jason pun menginjak pedal gasnya untuk menghentikan mobilnya. Ia kau keluar dan membelikan beberapa tangkai mawar merah dan putih.


" Semoga Lea menyukainya" kata Jason sambil mencium aroma dari bunga tersebut.


Jason ingin sekali langsung memberikan pada Lea, namun ia tahu bahwa Lea tidak mungkin langsung mau bertemu dengannya. Oleh sebab itu Jason memesan Jasa Grab untuk mengantarkan bunga tersebut.


Sebelum Jason mengirimkan nya Jason tidak lupa untuk membeli sebuah coklat untuk Lea. Jason tau betul coklat yang begitu disukai Lea dan ia pun membelikannya dan diikut sertakan dengan tangkai tangkai bunga yang indah.


Jangan lupa like, komen dan vote author ya...