Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 20



Lee dan Tom segera melarikan Lea kerumah sakit terdekat, selama diperjalanan Lea berada dipangkuan Lee. Lee begitu panik melihat Lea yang menahan sakit sambil bercucuran keringat.


" Ya Tuhan ini sakit sekali" rintih Lea sambil memegang erat tangan Lee


" Cepat Tom seperti nya Lea harus segera dapat penanganan"


" Baik boss" kata Tim yang semakin mempercepat laju kendaraan nya.


" Kita sudah sampai" kata Tom , ia pun langsung keluar dan segera membuka pintu belakang agar Lee bisa segera membawa Lea ke rumah sakit.


Dengan langkah yang cukup cepat dengan beban yang cukup berat Lee berusaha secepat mungkin untuk membawa Lea keruang UGD agar segera mendapatkan penanganan.


Begitu sampai diruang UGD akhirnya Lea mendapat penanganan secara cepat, ingin sekali Lee menemani Lea namun ia tidak diperbolehkan masuk kedalam selama Lea diruang UGD.


Hampir satu jam Lea mendapat penanganan diruang UGD sedangkan Lee menunggu nya dengan rasa gelisah yang cukup berat.


" Lama sekali...apa itu parah sekali" gumam Lee sambil berjalan mondar mandir didepan ruang UGD, sesekali ia melirik keruangan itu namuan ia tidak bisa melihat apa apa.


Tom yang memperhatikan tuannya begitu gelisah berinisiatif untuk membelikan Lee minuman dingin, Tom lalu menuju kantin ruamah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumah UGD.


Setelah membeli kan dua botol minuman dingin segera Tom membawanya kepada Lee.


" Silahkan diminum boss, supaya jangan tegang sekali" kata Tom sambil memberikan minuman dingin rasa kopi untuk Lee.


" Kenapa lama sekali??" tanya Lee dan Tom menjadi bingung karena ia tahu bahwa pertanyaan itu tidaklah cocok untuk dirinya


" Mungkin nona Lea harus ditangani lebih serius dan mungkin butuh waktu lama" kata Tom menebak nebak


" Kamu ini kaya dokter saja" kata Lee


" Maaf boss itu hanya pendapat saya saja, semoga nona Lea baik baik saja" kata Tom


" Dia harus baik baik saja, saya harus mempertanggung jawabkan Lea kalau tidak ada dua orang yang akan membunuh saya jika dia sampai kenapa napa" kata Lee


" Memangnya siapa saja itu boss?? Ayah dan ibunya??" tanya Tom penasaran dengan kalimat yang diucapkan Lee


" Bukan tapi..." Lee tak meneruskan kata katanya


" Sudahlah sekarang aku benar benar khawatir jadi kami ngakk usah banyak tanya" kata Lee


" Baru kali ini boss dilandan Sindrom panik, biasanya ia selalu tenang jika suatu masalah terjadi,"


Akhirnya dokter yang menangani Lea keluar dari ruang UGD dan dengan secepat kilat Lee menghampiri sang dokter.


" Oh...jadi itu istri bapak??" kata Dokter muda yang bernama Vian itu.


" Sepertinya ia memiliki riwayat maag dan asam lambung yang cukup parah, dan saya rasa dia minum kopi tanpa makan terlebih dahulu sehingga dia merasakan sakit yang luar biasa. Tapi tenang saja kami sudah menangani dengan baik sekarang ia sedang istirahat dan akan segera dipindahkan keruang rawat inap" kata Vian menjelaskan


" Terimakasih Dokter" kata Lee dengan sedikit lega


Setelah Dokter pergi dengan segera Lee memanggil Tom


" Tom apa Lea tadi minim Kopi ya??" kata Lee


" Aku tidak tahu boss" kata Lee sambil menggaruk kepalanya


" Bagaimana kamu tidak tahu" kata Lee dengan marah


" Ya ampun boss mikir apa tidak sih, bagaimana mungkin aku bisa tau Lea minum kopi atau tidak"


"Mulai sekarang kamu harus memperhatikan semua kegiatan Lea, mulai dari makanan,minuman dan semua kegiatan nya, kamu mengerti??"


" Baik boss" kata Tom dengan patuh, ia tidak ingin berubah mood sang majikan.


Lea akhirnya dipindahkan keruangan VIP untuk rawat inap, ia ingin Lea merasa nyaman selama dirumah sakit.Tak sedetikpun Lee meninggalkan Lea, ia ingin melewatkan apapun yang terjadi pada kesehatan Lea karena ia sudah berjanji menjaga Lea sampai saat ia menemukan kebahagiaan nya.


Setelah beberapa lama Lea tertidur, Lea akhirnya membuka matanya. Yang pertama ia lihat adalah langit langit kamarnya yang berwarna putih, ia menoleh kearah samping dan ia melihat Lee yang sedang tertidur disampingnya dengan tangan yang menggenggam erat tangannya.


Seketika jantung Lea berdetak kencang saat merasakan Lee menggenggam tangannya, ada sesuatu yang aneh yang bergejolak didalam hatinya.


" Mas..." kata Lea dengan suara serak, ia mulai menggerakkan tangannya yang digenggam oleh Lee


" Mas ..." ulang Lea sekali lagi sang pemilik namapun akhirnya terbangun


" Eh.. apa kamu sudah bangun??" kata Lee


" Maaf ya...gara gara aku mas jadi repot!!" kata Lea dengan suara lemah.


" Kenapa kamu berkata seperti itu, kamu inilah adalah tanggung jawab ku!" tegas Lee


Hati Lea sebenarnya perih mendengar kata kata Lee,karena Sampai saya ini Lee adalah sebagai suami yang tidak nyata bagi Lea.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.