
" Apa rasanya sakit sekali??" kata Dian yang mulai panik, dari malam tadi Lea sudah merasa kan kontraksi ringan dan ini berlanjut hingga dini hari dan kali ini kontraksi nya cukup kuat dan sampai membuat Lea kehabisan tenaga.
" Sebaiknya kita segera ke rumah sakit sekarang" kata Dian, iapun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
" Ah...Ini sakit sekali Di" kata Lea sambil terus memegangi perut nya.
" Aduh... tunggu sebentar lagi Jason datang" kata Dian
" Jason,, apa dia ada disini??" kata Lea sambil menahan sakit
" Maaf Lea, aku tidak bisa memberitahunya mu yang sebenarnya, sebenarnya sudah sa..."
" Awwww, sakitnya datang lagi" kata Lea, keringat sudah membanjiri keningnya"
" Sabar Lea, aduh Jason kok lama ya" kata Dian padahal baru 5 menit yang lalu dia menghubungi nya.
Tok...to.k..
" Akhirnya" kata Dian, iapun segera membukakan pintu dan betapa leganya dia saat melihat Jason sudah ada di depan pintu.
" Ayo pak, Seperti nya Lea akan melahirkan" kata Dian
" Ayo Di" kata Jason yang langsung masuk dan melihat Lea yang terduduk di lantai, ia tampak mengela nafas panjangnya.
" Awwwww, ini sakit sekali" kata Lea
" Lea, ayo kita segera ke rumah sakit" kata Jason sambil membantu Lea untuk berdiri
Jason dan Dian langsung membawa Lea masuk ke dalam mobil dan begitu Lea sudah bisa duduk di bangku belakang, Jason pun segera membawa Lea ke klinik bersalin yang tidak begitu jauh dari rumah Lea.
Selama perjalanan Lea menggenggam erat tangan Dian, saat kontraksi datang Lea terus menarik dan membuang nafas dan itu bisa mengurangi rasa sakit.
" Kita sudah sampai" kata Jason , ia segera membuka save belt nya dan segera membukakan pintu untuk Lea.
" Ya ampun, air ketubannya sudah pecah, sebaiknya segera kita bawa ke ruangan bersalin"
Tak butuh waktu lama Lea sudah tiba di ruang bersalin, beberapa bidan dan dokter pun segera membantu persalinan Lea.
" Ini sudah pembuka 10 dan sebentar lagi bayi akan lahir, untuk ibu semangat ya" kata Dokter wanita muda itu.
Beberapa kali memandu Lea akhir nya terdengar suara bayi yang begitu kencang, suaranya bahkan memenuhi ruangan sampai terdengar sampai ke luar ruangan.
Saat bayi mungil itu lahir, Lee yang sebelumnya tertidur dengan lelap tiba tiba saja terbangun karena merasakan getaran yang kuat yang tiba tiba memukul jantungnya.
" Apa yang sudah terjadi??" kata Lee, ia kemudian mengambil air putih dingin dan meminumnya hingga habis.
" Mengapa detak jantung ku begitu kuat" kata Lee dengan heran, seolah-olah ada kejadian besar yang terjadi dalam hidupnya.
Lee melihat jam 03.00 dini hari pas dihari Rabu tanggal 22 Maret
" Aku harus mengingat hari ini, benar benar aneh" kata Lee, ia kemudian mencoba memejamkan matanya namun tetap saja tidak bisa.
Sementara Lea yang sudah berjuang sekuat tenaga tak kuasa menahan tangisnya ketika bayi berjenis kelamin perempuan itu , lahir dengan selamat dan sehat
Setelah bayi dibersihkan,sang dokter pun memberikan bayi itu untuk mendapatkan ASI pertama dari Lea.
" Ya Tuhan dia lucu sekali" kata Lea sambil memegang tangan bayi mungilnya tersebut, airmata nya tak berhenti mengalir ketika melihat wajah bayi itu.
Entahlah kenapa begitu melihat bayi itu muncul dua wajah yaitu wajah Mia ibunya dan Lee, hati Lea mendadak sedih karena bayi nya lahir tanpa seorang ayah dan yang membuatnya lebih sedih Mia tidak bisa melihat cucunya.
" Berhentilah menangis ibu, ini akan sangat berpengaruh pada Kesehatan anda" kata Bidan yang membantu persalinan Lea.
" Aku hanya bahagia" kata Lea, ia pun menghapus air matanya dan kembali tersenyum melihat wajah bayi yang asyik menghisap putingnya.
Jangan lupa like komen dan vote ya,....Love u para readers semuanya.....