
" Jangan pergi" kata Lee
Mata terbuka lebar dan melihat ia sedang berada dikamar.
" Mimpi yang sangat buruk" kata Lee, ia kemudian mengambil segelas air dingin yang selalu ia sediakan sebelum ia tidur malam.
Air itu terasa dingin hingga kerongkongan Lee yang terasa kering langsung terasa lega.
" Ya Tuhan, kenapa mimpi itu buruk sekali" kata Lee sambil menyeka keringat yang ada dikening nya. Lee kemudian mengambil sebuah figura berukuran sedang.
Sebuah foto pernikahan yang menggambarkan Lee dan Lea yang sedang bertukar cincin.
" Lea kamu ada dimana??" kata Lee sambil memeluk foto itu, ia mendadak melow karena mengingat semua kenangan yang pernah terjadi antara Lee dan Lea.
Lee melihat jam dan ini masih menunjukkan pukul 03.00 pagi dan itu sudah terjadi hampir seminggu belakangan ini.
Hampir seminggu Lee selalu bermimpi tentang Lea dan anehnya mimpi itu selalu sama dan tepat di jam yang sama yaitu jam 03.00 pagi.
" Apa ini sebuah pertanda?" tanya Lee dalam hatinya
" Siapa anak itu??" kata Lee lagi, karena dalam mimpinya Lea selalu menggandeng seorang gadis kecil dan yang membuat Lee takut adalah disaat Lea menghilangkan dari pandangannya.
" Ya Tuhan, apa arti dari semua ini??" kata Lee sambil bersandar di kepala ranjangnya, hatinya benar benar menjadi tidak karuan.
" Aku harus berusaha mencari Lea, aku yakin ada yang disembunyikan Lea sampai dia harus memilih pindah dari sana"
Lee kemudian beranjak dari ranjangnya dan membuka laptopnya, ia kemudian mencari detektif terkenal untuk melacak keberadaan Lea.
Sementara Lea....
Lea masih asyik membuka dus dus yang diberikan oleh Jason yang jumlahnya mencapai 10 dus yang lumayan cukup besar.
Lea terkesima melihat semua perlengkapan bayi yang dibelikan oleh Jason padanya.Isinya benar benar lengkap, bahkan Jason sudah membelikan lusinan baju hingga umur bayi berusia 1 tahun.
" Seharusnya bukan kamu yang melakukan itu Jason" kata Lea sambil menatap semua barang barang itu,
" Sampai kapan aku harus mengabaikan perhatian Jason, aku benar benar bingung!" kata Lea
Saat ia sedang memikirkan itu tiba tiba ia mendapatkan panggilan dari Dian dan dengan semangat Lea langsung menyambung dirinya dengan Dian yang melakukan panggilan video call padanya.
" Hai Di" kata Lea dengan senyuman lebar, ia benar benar merindukan sahabatnya yang satu ini
"Iya nih, aku sudah naik hampir 20 kg loh" kata Lea dengan pipi chubby nya
" I Miss u so Lea" kata Dian, ia bahkan meneteskan air mata saat mengatakan hal itu.
" Aku juga sangat" kata Lea
" Di, aku mau tanya darimana Jason tahu tentang keberadaanku??" tanya Lea
" Entahlah Lea, aku juga heran dan malah sekarang aku punya tugas baru"
" Apa?? apa kamu diangkat jadi menager?" kata Lea lagi
" Jason memerintahkan ku untuk kesana dan menemani mu selama lahiran" kata Dian
" Apa?"
Mata indah Lea terbelalak kaget, ia tidak menyangka Lee akan melakukan hal itu.
"Iya Lea, makanya aku bahagia sekali, hitung hitung liburan" kata Dian bersemangat
Lea terdiam dan terpaku dengan pikirannya sendiri, Jason tau bahwa dirinya membutuhkan seorang untuk menemani nya dalam persalinan nanti dan Jason memilih orang yang tepat untuknya.
" Aku akan datang Minggu depan Lea" kata Dian lagi
" Benarkah??" kata Lea yang tak kalah semangat nya, sekarang ia bisa bernafas lega karena ia memang sedang mencari seseorang yang bisa membantu nya mengurus anak dan mengurus bisnisnya.
" Sepertinya Jason adalah orang yang tepat untukmu Lea, aku bisa melihat ia begitu mencintai mu" kata Dian
" Aku tahu Di, hanya saja aku sudah tidak bisa. Aku tidak bisa membohongi perasaanku" kata Lea
" Tapi kau dan anakmu butuh sosok laki Laki yang bisa menjaga dirimu dan anakmu"
" Apa jangan-jangan kau masih mengharapkan Lee?? laki laki yang tidak bertanggung jawab itu??" tanya Dian lagi
" Entahlah Di, yang terpenting aku dan anakku akan selalu bersama'' kata Lea sambil mengelus perutnya yang sudah sangat membuncit.
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.