Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 84



Dua hari setelah Setelah sidang perceraian dengan Lea, Lee memilih untuk singgah di Apartemen nya. Lee yang sebenarnya mengharap kehadiran Lea saat sidang tersebut merasa kecewa karena saat itu Lea tidak ada disana.


Lee membuka Apartemen nya dengan keycard nya dan begitu pintu itu terbuka, bayangan Lea langsung muncul. Ia bisa melihat Lea yang sedang duduk santai di ruang tamu sambil melihat ke arah televisi.


" Lea" panggil Lee namun saat itu bayangan itu langsung hilang dan yang tersisa adalah kursi yang sudah mulai berdebu.


Lee kemudian memasuki kamar, hatinya begitu tersayat saat melihat kamar itu seperti tidak bernyawa. Kamar yang sengaja didominasi warna pink itu seolah mati seiring pemiliknya yang sudah meninggalkannya.


Mata Lee tertuju pada nakas yang ada disamping ranjang mereka, ia melihat kartu kredit dan cincin pernikahan mereka yang tertinggal disana.


Lea mengambil dan melihat cincin pernikahan itu, hatinya menangis karena semuanya itu sudah tinggal kenangan.


" Maaf"


Entah sudah berapa puluh kali Lee mengucapkan kalimat itu, ia bahkan sudah muak pada dirinya sendiri.


" Kenapa aku berpura-pura kuat dengan perceraian ini padahal aku begitu terluka dan terpukul dnegan hal ini?"


" Apakah aku bisa menahan kerinduan ini, apakah aku bisa bertahan tanpa melihat Lea??"


Lee menangis dan ia duduk meringkuk di lantai,ia menyadari bahwa keputusan untuk menyerahkan Lea adalah salah.


Lee kemudian bangkit dan ia segera melajukan mobilnya, ia kemudian menghentikan mobilnya setelah sampai di depan rumah Lea.


Lee terkejut melihat Ryan yang sedang ada didepan rumah Lea, hatinya menjadi bertanya mengapa Ryan ada disana dan tampaknya Ryan sedang membawa beberapa barang ke dalam rumah mantan istrinya tersebut.


Karena rasa penasaran akhirnya Lee langsung menghampiri Ryan.


" Apa yang kau lakukan disini,??" kata Lee


Ryan mendongakkan kepalanya dan melihat mantan suami Lea ada dihadapannya. Rya sedikit terkejut karena Lea mengatakan Lee sudah pindah dan melupakan nya.


" Kau??" kata Ryan,


" Apa yang kau lakukan disini?? Dimana Lea??" tanya Lee lagi


" Lea?? seharusnya kau yang tau dimana dia, eh maaf aku lupa bahwa kau adalah mantan suami nya" kata Ryan dengan sinis.


Lee yang mendengar kata mantan, Ia langsung emosi dan langsung mengarah tinjunya pada Ryan, untungnya Ryan bisa menghindar dari pukulan Lee.


"Apa yang aku lakukan??" kata Ryan yang juga sudah mulai emosi


Lee terkejut bukan main, ia tidak menyangka kalau Lea sampai menjual rumah peninggalan rumah orang tuanya.


" Tidak mungkin" kata Lee yang tidak percaya


" Tapi itu adalah Kenyataan, setelah kalian bercerai Lea memilih untuk meninggalkan kota ini" kata Ryan yang membuat Lee semakin kaget.


" Ti... tidak" kata Lee dengan lidah yang kelu.


" Kau sudah menyakiti nya terlalu dalam, Lea adalah wanita baik dan wanita dengan prinsip setia, seandainya aku punya kesempatan untuk menjadi suaminya aku tidak akan pernah mengecewakan nya"


Lee kembali terdiam, dia berdiri bagai patung yang tersihir oleh kata kata Ryan, perasaan bersalah itu kembali memeluk hati dan perasaan nya.


" Apa kau tau kemana Lea pergi??" tanya Lee


" Aku tidak tahu, tapi yang jelas dia sudah pergi jauh untuk mengobati luka hatinya" kata Ryan


Lee pun kembali ke Apartemen nya, hatinya sekarang menjadi tidak karu karuan. Lee kemudian ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang menjadi saksi cinta antara dirinya dan Lea.


Lee bangkit lagi dan ia seperti orang yang sangat kebingungan, dan tidak sengaja ia melihat botol vitamin yang ia beristirahat untuk Lea.


" Kenapa botol ini ada disini??" Lee pun mengambil botol itu dari meja yang ada disamping ranjang mereka.


Lee terhenyak saat melihat isi botol itu masih penuh hanya berkurang beberapa biji saja.


" Masih penuh??" kata Lee


Lee mulai merasa gelisah, ia kembali teringat kata kata Binsar yang mengatakan Lea ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting.


" Apa jangan jangan Lea hamil?" kata Lee pada dirinya sendiri,


" Ya ampun, bagaimana kalau itu yang ingin disampaikan oleh Lea" kata Lee


Hati Lee menjadi berdebar-debar tak menentu, ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.


" Semoga saja tidak " kata Lee


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.