
" Lea jangan sampai kamu jatuh cinta" kata Lee dalam hati, sudah dua hari ini Lea benar benar bersikap dingin padanya semenjak ia makan siang dengan Sofia.
Jelas sekali Lea merasakan cemburu dan hal itu tidak diizinkan Lee sama sekali karena ia menikah dengan Lea hanya karena sebuah perjanjian.
Malam ini Lee sengaja pulang terlambat supaya ia sampai di Apartemen Lea sudah tertidur. Malam sudah menunjukkan jam 22.00 malam dan biasanya Lea sudah tertidur.
Lee memakirkan mobilnya di bagasi Apartemen, ia lali naik ke lantai dimana ia tinggal. Ia membuka pintu Apartemennya dengan keycard dan dengan perlahan ia masuk kedalam. Lee masuk dengan mengendap endap agar langkah kakinya tidak terdengar oleh Lea.
Lee pun masuk kamar dan keningnya berkerut melihat ranjang Lea kosong bahkan ranjang itu masih rapi.
" Lea kemana??" tanya Lee dalam hati. Leepun memeriksa kamar mandi, dapur dan ruangan lainnya tapi Lea tidak ada.
" Lea kemana??"
Pertanyaan itupun muncul dalam hati Lee, ia kemudian mengambil ponselnya dan mencolok menghubungi Lea.
Tut....Tut ...Tut.....
Beberapa kali Lee menghubungi Lea namun ia tidak bisa terhubung dengan gadis itu.
" Ya ampun kemana dia??" kata Lee yang mulai dilanda kekhawatiran, sekali lagi ia mencoba menghubungi Lea namun tetap tidak ada respon.
" Apa dia kerumah mama Mia??"
Langsung saja Lee menghukummu ibu mertuanya itu dan pada saat panggilan pertama Lee langsung terhubung dengan Mia.
" Halo" kata Mia
" Halo ma, maaf mengganggu" kata Lee
" Iya nak ada apa??" tanya Mia
" Ini ma, apa Lea ada di sana??" tanya Lee
" Enggak nak, memangnya Lea kemana??" tanya Mia yang mulai panik karena Lea tidak pernah pulang larut malam kecuali ketika sedang lembur dan itupun Lea selalu memberi kabar
" Lee juga ngakk tau tapi mungkin Lea sedang lembur soalnya Lea sempat telepon Lee tapi Lee ngakk angkat karena sedang sibuk" kata Lee berbohong, ia tidak ingin membuat ibu mertuanya itu khawatir.
" Ya udah...coba sekarang kamu hubungi Lea dan pastikan dia ada dimana" kata Mia
Lee bertambah panik dan khawatir, ia kembali menghubungi ponsel Lea namun kali ini ponsel Lea malah di luar jangkauan.
" Kemana dia??"
Lee berjalan mondar mandir diseputaran Apartemen nya dan sesekaligus ia melihat ke arah jendela dan melihat ke arah luar untuk melihat Lea sudah datang atau tidak.
" Ya ampun aku bisa gila jika terus disini dan lihat lah sekali sudah hampir tengah malam dan kemana dia?? Apakah dia benar benar marah karena kejadian kemarin??"
Lee akhirnya memutuskan untuk mencari Lea mungkin itu akan membuatnya lebih baik, karena bagaimanapun dia pasti tidak akan bisa menekan mata jika Lea belum kembali ke Apartemen nya.
Lee pun membuka pintu Apartemen nya dan alangkah terkejutnya ia melihat Lea sudah berdiri didepan pintu dengan menggunakan sweater merah dengan kantong plastik yang ada ditangannya.
Spontan Lee langsung memeluk Lea dan Lea hanya berdiri mematung saat Lee memeluknya, ia merasa ada getaran hangat didalam hatinya. Menyadari dirinya memegang Lea, Lee langsung melepaskan pelukannya, kali ini ia bisa bernafas lega karena sudah melihat Lea.
" Kamu dari mana saja??" kata Lee dengan marah dan jujur saja Lea senang ketika Lee mengkhawatirkan nya.
" Ini" kata Lea sambil menunjukkan plastik bungkusan di tangannya.
" Apa ini??" tanya Lee
" Sate kambing" kata Lea sambil masuk kedalam Apartemen
" Ya ampun kamu keluar hanya untuk membeli itu??" kata Lee tidak habis pikir
" Memangnya kenapa??"
" Aku benar-benar takut!!" kata Lee Jujur dan sekali lagi Lea begitu senang dengan jawaban Lee
" Oh ya, aku lapar dan aku lihat kulkas tidak ada yang bisa dimasak jadi aku memutuskan untuk membeli sate dan kebetulan aku beli dua ayo kita makan bersama"ajak Lea
" Baiklah...aku mau cuci tangan dan wajah dulu, dan lain kali kalau pergi keluar minta ijin dulu dan kalau bawa ponsel langsung diangkat kalau dihubungi"
" Maaf tadi aku silent ponselnya dan ini... baterai lowbat" kata Lea sambil menunjukkan ponselnya yang sudah tidak menyala.
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.