Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 76



Setelah mulai menata hatinya, Lea kembali ke kantor untuk melakukan tugasnya sebagai kepala divisi di perusahaan Yahya group.


Belum lagi Lea duduk di kursinya, Lea tiba tiba mendapat telepon, Lea kemudian mengambil ponselnya dan melihat nama mamanya tertera di layar ponselnya.


" Mama" kata Lea sambil melihat nama itu, ia pun segera menjawab panggilan dari Mia.


" Ada apa ma??" kata Lea namun. ternyata buka Mia yang menjawab pertanyaan nya melainkan Yuli, anak kost yang berada di sampingnya rumahnya.


"Mbak Lea, Tante Mia sedang ada dirumah sakit"


Lea begitu terkejut saat mendengar ibunya ada dirumah sakit, karena pada saat Lea pergi ke kantor semuanya masih baik baik saja.


" Mama kenapa??" tanya Lea


" Aku juga tidak tahu mbak, pada saat aku lewat depan rumah, tak sengaja aku melihat Tante Mia tergeletak di teras rumah"


Jantung Lea seolah terbang saat mendengar ibunya sedang ada di rumah sakit, tanpa permisi ia pun segera meninggalkan kantor dan tanpa sepengetahuan Lea ternyata Jason juga mengikuti nya.


Setelah berkendara selama hampir 30 menit akhirnya Lea sampai di rumah sakit yang paling dekat dengan rumahnya. Lea berjalan begitu cepat dan segera menanyakan pasien yang bernama Mia ke resepsionis rumah sakit.


"Pasien yang bernama ibu Mia ada di ruang unit gawat darurat"


Lea terdiam dan serasa ia mendapat pukulan yang begitu keras dengan langkah tergesa gesa Leapun menunjukkan UGD.


Nafas Lea tidak lagi teratur, entah kenapa jantungnya berdegup dua atau bahkan tiga kali lipat dari biasanya.


" Ya Tuhan semoga semua baik baik saja" kata Lea dalam hati, sejak tadi Lea berdoa agar Ibunya baik baik saja.


Hampir beberapa langkah lagi Lea sampai di ruang UGD, Lea melihat Yuli yang sedang berbicara dengan dokter dan Yuli tampaknya menangis di hadapan dokter yang mungkin sedang menjelaskan kondisi ibunya.


" Bagaimana keadaan mama saya dok" kata Lea begitu sampai di depan dokter dan bahkan nafas Lea masih tersengal-sengal.


"Maaf" kata Dokter itu,


" Apa maksudnya dok??" kata Lea, ia seolah tidak ingin mendengar hal yang terburuk yang terjadi pada ibunya.


" Tidak....tidak mungkin" kata Lea masih tidak percaya yang apa yang sedang terjadi.


"Kami sudah melakukan apa yang terbaik seperti nya kondisi jantung ibu Mia sudah tidak bisa diselamatkan lagi"


" Jantung??mama saya tidak pernah punya riwayat penyakit jantung, selama ini mama saya baik baik saja dok" kata Lea membantah semua yang dikatakan dokter tersebut.


" Ibu Mia adalah pasien tetap saya, ia sudah mengalami masalah dengan jantung selama 4 tahun terakhir dan saya sarankan untuk pemasangan ring tapi ibu Mia tidak pernah mau. Beliau berkata ia tidak ingin membebani pikiran anda"


Hati Lea semakin hancur mendengar nya, orang yang paling dekat dalam hidupnya telah pergi dan selama ini Lea tidak tahu mengetahui kondisi ibunya.


" Ma"


Lea langsung berlari ke dalam ruang UGD dan melihat ibunya yang terbaring dengan wajah yang paling pucat yang pernah ia lihat.


" Ma...jangan tinggalkan Lea" kata Lea, ia menangis dan meraung raung.


" Tidak...tidak ma, cuma mama yang Lea punya, kenapa sekarang mama tinggalkan Lea"


Lea terus memeluk tubuh ibunya, dan airmata tidak pernah berhenti mengalir dari kedua matanya.


" Kamu harus sabar Lea" kata Suara seorang laki laki yang ternyata sudah merangkul tubuh Lea.Lea tidak perduli siapa yang sedang merangkul dirinya, ia masih merasa pilu dengan semua keadaan yang ada.


" Ma...ma.." Isak Lea hingga saat tubuh Lea terasa tidak berdaya dan kesadaran nya pun perlahan menghilang.


" Lea"


Jason langsung membopong tubuh Lea keluar dari ruangan itu, ia segera membawa Lea ke ruang perawatan sesuai dengan arahan perawat yang sedang mengurus jenazah Mia.


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.


Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u