Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 11



Lea akhirnya selesai mandi, ia memilih untuk keramas agar isi kepalanya benar benar dingin. Setelah mandi ia kembali ke kamar mereka karena ia mandi di kamar mandi dapur sebab Lee mandi dikamar mandi kamar.


Sesampainya disana ternyata Lee masih berada didalam kamar mandi.


" Apa dia belum selesai mandi, ya ampun mengapa ia begitu lama sekali??" gerutu Ke dalam hati


Ia lalu melangkah ke meja rias dan segera mengering kan rambutnya dengan hair dryer dan memakai seluruh perawatan malamnya.Sampai hal itu semua ia lakukan Lee belum juga keluar dari kamar mandi, membuat Lea menjaga bertanya tanya dalam hati.


" Wah... baru kali ini aku melihat orang begitu lama dikamar mandi, dia ngapalin aja sih?? Apa jangan jangan dia pingsan?? sudah hampir satu jam di berada didalam!"


Lea akhirnya beranjak dari meja riasnya dan mulai mendekatkan telinganya ke pintu kamar mandi dan ia tidak mendengar bunyi apa apa.


Lea lebih mendekatkan lagi telinganya dan kali ini..


" Brukkk" tubuh Lea ambruk karena Lee tiba membuka pintu, untung saja Lee segera menangkap tubuh Lea agar tidak terjatuh kelantai.


" Apa yang kau lakukan??" kata Lee sambil menahan tubuh Lea ditangannya dan Lea segera bangkit dan berdiri dan tiba-tiba saja ia berteriak dengan kencang sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya


" Ada apa??" kata Lee dengan kaget


Lea pun menunjuk kearah handuk yang dipakai oleh Lee.


" Kenapa??"


" Kenapa kamu keluar dengan telanjang begitu sih??" kata Lea yang masih menutup wajahnya, ia lalu melangkahkan keluar dan sialnya karena tidak memperhatikan jalan jidat Lea tertabrak dipintu.


" Awww" Lea menjerit sambil terduduk dilantai.


Lee segera memakai kaos dan celana pendek dan segera menghampiri Lea ynag sedang kesakitan.


" Ya ampun kok bisa begini sih, kamu kayak anak kecil saja, sini biar aku lihat" kata Lee sambil mengusap kening Lea yang sudah berwarna kebiruan.


" Awwww sakit" kata Lea mengaduh saat tangan Lee menyentuh kening Lea


" Ayo kita duduk di ranjang agar aku bisa mengobatinya" Lee pun memapah Lea dan menuntunnya ke ranjang milik Lea.


" Tunggu disini" kata Lee sambil berlari ke ruang tengah dan mengambil kotak obat yang ada disana. Lee lalu mengambil salep thombophop yaitu salep khusus memar dan mulai mengoleskan nya dengan perlahan ke kening Lea yang sudah bengkak dan mulai berwarna kebiruan.


" Awwww sakit, pelan pelan dong" kata Lea sambil berusaha menahan sakit yang luar biasa.


Cukup lama ia memperhatikan Lee, hingga ia lupa akan rasa sakitnya. Merasa diperhatikan Lee menjadi merasa tidak nyaman.


" Jangan melihat ku lama lama, nanti kamu jatuh cinta" kata Lee dan seketika Lea tersentak dan mengalihkan pandangannya


" Ge..er..siapa juga yang memperhatikan kamu" kata Lea dengan wajah yang sudah memerah, ia menjadi malu karena ia katahuan memperhatikan wajah Lee


" Masih sakit??" tanya Lee


" Ya masihlah...ini semua gara gara kamu"


" Loh kok aku sih?? kamu yang nempel di pintu kamar mandi kok nyalahin aku!!"


" Eh...aku ingatkan ya kalau masuk kamar mandi langsung bawa baju ganti, aku kan keget lihat kamu setengah telanjang begitu kata Lea dengan mulut cemberut


" Iya...iya...lebih baik kita istirahat saja" kata Lee sambil bangkit dan menuju ranjangnya yang ada disebelah ranjang Lea


" Tapi aku masih ingin bicara denganmu perihal pernikahan kita, kamu jangan lari gitu aja dong"


" Kita bicara hal ini lain kali saja" kata Lee sambil berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut dan mematikan lampu kamar.


" Kamu..." kata Lea dengan kesal


Leapun menarik selimut den menutup tubuhnya, hatinya menjadi sangat kesall dengan sikap Lee


Didalam selimut Lea sama sekali tidak bisa tidur, banyak pertanyaan yang timbul didalam hatinya.


" Sampai kapan akan begini?? apa aku harus menjalankan pernikahan pura pura ini seumur hidup ku?? apa sebenarnya maksud Lee?? dan kenapa ia menikahiku??"


" Agrhhhhh"


Lea membuka selimutnya kerena merasa sesak dengan pertanyaan sendiri, ia melihat ke arah samping dan melihat Lee yang begitu terlelap.Ia lalu melangkah dengan perlahan menuju ruang tamu.


Ia lalu menyalakan televisi dan menonton beberapa acara hingga tanpa sadar ia terlelap dengan tv yang masih menyala.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author