Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 86



Akhirnya Lee kembali dengan tangan kosong, ia terpaksa harus kembali karena memiliki beberapa pertemuan penting dengan klien barunya..


Pagi ini Lee kembali ke kantor tapi raut wajahnya masih sama, bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Tom yang memang sudah menunggu kedatangan tuan muda itu hanya bisa terdiam melihat tatapan mata kosong yang biasa ia lihat.


Ini menjadi pemandangan yang paling menyedihkan yang Tom lihat dan yang lebih menyedihkan lagi Tom harus melihat nya setiap hari.


" Pak sebaiknya kita segera pergi ke hotel Malboro sekarang juga, sepertinya klien sudah menunggu kita" kata Tom


Lee bukannya menjawab tapi ia hanya melihat ke arah depan dengan pandangan kosong.


" Pak'' ulang Tom lagi dan berulah Lee mendengar nya.


" Apa??" kata Lee yang sama sekali tidak mendengar kan Lee.


" Kita berangkat sekarang" kata Tom dan Leepun hanya mengangguk kan kepalanya.


" Ayo'' kata Lee yang kemudian berdiri


Merekapun sampai di hotel Marlboro dan saat itu ternyata Sofia juga sudah menunggu mereka.


" Kenapa Sofia ada disini??" tanya Lee


"Bukankah Sofia adalah brand ambassador untuk produk yang akan kita luncurkan jadi dia berhak untuk ikut" kata Tim menjelaskan


" Begitukah??" kata Lee


Begitu keluar dari mobil, Lee langsung disambut oleh Sofia dan perwakilan dari perusahaan yang akan menjadi klien baru dari LL company


" Aku begitu merindukan mu" kata Sofia sambil bertengger di pundak Lee


" Jaga sikapmu Sofia, apa kamu ingin semua orang melihat kita??" kata Lee yang tidak nyaman dengan perlakuan Sofia.


Sofia hanya merungut kesal, ia memanyunkan bibirnya sambil masuk kedalam hotel.


Akhirnya rapatpun dimulai, Lee yang biasanya bersikap profesional kali ini ia sama sekali tidak menguasai isi dari materi rapat. Untung sekali Ton dam Sofia dapat meyakinkan klien tersebut.


Rapatpun berakhir dengan baik dan diakhiri dengan tanda tangan kontrak kerjasama antara dua perusahaan yang akan meluncurkan produk baru mereka.


" Apa yang terjadi dengan mu??" kata Sofia ketika mereka sedang menikmati coffe time di hotel tersebut.


" Lee, apa kamu akan terus seperti ini" kata Sofia lagi namun Lee hanya diam saja


" Sebaiknya kita segera kembali ke kantor" kata Lee, iapun segera berdiri sedangkan Tom dan Sofia hanya saling pandang.


" Sepertinya Pak Lee tidak akan bisa melupakan Lea, lihat saja dia sudah seperti mayat hidup saja" kata Tom kepada Sofia.


" Ini hanya sementara, seseorang butuh waktu untuk melupakan bukan??" kata Sofia, ia ingin memberi kan sedikit waktu untuk Lee bisa menerima dirinya.


" Lebih dicintai daripada mencintai Sofia, carilah orang yang mencintai kamu agar kamu tidak hanyut dalam sebuah harapan kosong" kata Tom


Sofiapun berdiri dan ia tidak ingin mendengar kata kata Tom lebih banyak lagi karena ia yakin ia kan semakin terluka.


" Lee sudah menunggu mu dan aku juga ingin melakukan beberapa pemotretan" kata Sofia, iapun berjalan menjauh dan meninggalkan Tom.


Tom tersadar dan ia segera menuju parkiran, Lee melihat sekeliling dan ia melihat Lee yang sedang asyik dengan rokoknya..


" Kita berangkat sekarang pak??" kata Tom


Leepun berjalan kearah mobilnya dan sebelum ia masuk kedalam mobil tiba tiba saja ia melihat wanita yang mirip sekali dengan Lea.


"Lea" kata Lee, iapun segera mengejar wanita yang baru saja keluar dari hotel tersebut


Lee berhasil mengejar nya dan segera menarik tangan wanita itu.


" Lea" kata Lee


Begitu wanita itu membalikkan badannya, ternyata itu bukanlah Lea melainkan wanita lain yang sama sekali tidak mirip dengan Lea.


" Ada apa ya??" kata Wanita itu tidak senang, ia segera menarik tangannya dari genggaman Lee.


" Maaf" kata Lee dengan lemas, iapun segera membalikan badannya.


" Ada apa pak??" kata Tom yang juga ikut mengikuti Lee, ia terkejut saat Lee berlari dengan cepat.


" Tidak ada " kata Lee dengan suara pelan


" Apa anda baik baik saja??" kata Tom


" Tidak, tapi aku ataupun kau tidak bisa membuatnya lebih baik"


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.