Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 40



Lee akhirnya terbangun dari tidurnya, ia merasakan tubuhnya tidak nyaman dan ketika ia membuka matanya, Lee baru sadar bahwa ia sedang tidur di sofa ruangan nya.


Lee melirik Jam tangannya dan melihat ternya jarum jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi.


" Ya ampun kenapa aku sampai bisa ketiduran di kantor??"


Lee kemudian mengambil ponselnya dan melihat ternyata sudah lebih dari 10 kali Lea menghubungi nya.


"Pasti Lea sedang mengkhawatirkan ku, seharusnya aku memberi tahu dia kalau kau tidur di kantor pasti dia tidak akan khawatir"


Akhirnya Lee memutuskan untuk kembali ke Apartemen nya, setidaknya hanya untuk mandi dan ganti baju dan kembali lagi ke kantor.


Begitu sampai di Apartemen, Lee membuka pintu Apartemen dengan key card-nya dan pemandangan yang sungguh ia tidak duga karena ia melihat Lea sedang tidur di sofa..


" Sepertinya, Lea tidur sisi semalaman ini dan ia sedang menunggu ku"


Leepun mengambil selimut dan memakaikannya pada Lea, ia duduk sejenak dan memandang gadis yang sudah sah sebagai istrinya itu.


" Maaf karena aku tidak bisa memberikan apa yang yang kau inginkan"


Leepun mencium kening Lea dengan lembut dan memberikan beberapa sentuhan di rambutnya.


" Aku tidak akan pernah bisa memanfaatkan diriku Lea, Aku mencintaimu mu"


Lee hanya bisa mengatakan hal tersebut didalam hatinya, ia tak akan pernah bisa untuk mengungkapkan atau bahkan memiliki Lea seutuhnya.


Merasakan ada sentuhan di kening Lea, tubuhnya bergerak seolah ia tahu bahkan Lee sedang ada di sampingnya dan bahkan sedang mencium keningnya. Tubuh Lea menggeliat dan seketika Lee panik dan ia segera bangkit.


" Awwwww"


Suara kesakitan Keluar dari mulut Lee, sehingga Lea dengan terkejut segera terbangun dan melihat Lee yang sedang kesakitan. Rupanya karena terburu buru kaki Lee tersandung pada meja yang ada didepan sofa.


" Mas...??"


Suara Lea terdengar serak, kesadaran nya segera terkumpul melihat Lee yang sedang kesakitan sambil memeluk kakinya.


" Mas" ulang Lea lagi, kali ini ia langsung menghadap Lee dan melihat lutut Lee berdarah, rupanya lutut Lee tergores lada meja sofa yang terbuat dari kaca.


" Ya ampun mas, lututnya berdarah" kata Lea


" Kamu ini , ayo duduk disini dan aku akan ambilkan obat untuk luka mas"


" Ngakk usah" kata Lee


Namun Lea tetap saja mengambil kotak p3K dan segera membersihkan luka Lee dengan alkohol.


" Awwww...itu perih sekali" air mata Lee hampir keluar saat alkohol itu menyentuh lututnya,


" Huf....huf...." Lea kemudian mengembuskan nafasnya pada luka Lee agar tidak terlalu perih.


" Bentar lagi ya mas" kata Lea sambil terus membersihkan luka Lee


" Mas tidur dikantor ya??'' tanya Lea


" Hmm...iya kerena aku banyak pekerjaan yang harus aku lakukan"


Lea kemudian mengoles obat merah pada luka Lee dan memberikan perban kecil pada lukanya sedangkan Lee hanya memperhatikan Lea yang begitu perhatian padanya.


" Kenapa mas ngakk kabari aku kalau mas akan tidur dikantor??'


Lee tidak bisa menjawab pertanyaan dari Lea, ia tahu ia memang bersalah karena tidak memberikan Lea kabar.


" Baiklah sudah selesai..." kata Lea, ia kemudian merapikan semua obat dan memasukkan nya ke kotak p3K.


" Aku minta maaf" kata Lee akhirnya dan Lea hanya menatap nya dengan pandangan kosong


" Sepertinya aku harus membunuh perasaan ini sampai semua akan berakhir. Sekarang aku tidak akan mencantumkan segala urusan mu dan ini yang terakhir"


" Aku tidak ingin terlalu sakit jika kau harus pergi, sampai saat ini aku tidak tahu alasanmu menikahiku"


Lee terdiam tanpa penjelasan, ia tersudut dalam penyesalan dan kesalahan yang ia buat. Ternyata menikah dengan Lea bukanlah pilihan yang tepat karena sekarang justru bisa jatuh cinta padanya.


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.


Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u