
" Ini indah sekali!!"kata Lea, sebuah patung yang berhiaskan gaun pengantin yang begitu mewah.
" Apa kau suka??" tanya Jason
"Ini untukku??" tanya Lea
" Tentu saja, bukankah kamu calon pengantin nya??" tanya Jason menatap Lea
" Hmmmm, terserah kau saja" kata Lea
" Apakah kau menginginkan model lain, aku akan sangat senang jika kau menginginkan hal lain"
" Tidak usah, semuanya aku serahkan padamu saja" kata Lea dengan senyuman pahit
Jason manatap mata kosong Lea, tidak ada kebahagiaan, tidak ada semangat. Ini sangatlah berbeda dengan kriteria calon pengantin yang akan menikah.
" Apa kau bahagia??" tanya Jason pada Lea yang sedang menatap gaun gaun yang berjejer dengan tatapan kosong.
" Tentu saja" kata Lea, ia mencoba untuk tersenyum namun tetap saja tidak ada kebahagiaan dalam senyuman Lea.
Jason tau bagaimana senyuman Lea saat tersenyum bahagia dan sekarang yang Lea perlihatkan adalah kepalsuan belaka.
" Semoga ini hanya perasaan ku saja"
" Aku ingin pulang!!" kata Lea
"Tapi kau belum memilih gaunnya, dan lagipula mereka belum mengukur ukuran badanmu" kata Jason
"Aku merindukan Leandra" kata Lea mencari alasan
" Aku tahu tapi kita tidak datang hanya untuk usaha yang sia sia"
" Sekarang pilih model yang kau suka dan kita akan melakukan pengukuran badan"
" Baiklah" kata Lea dengan tidak semangat nya
Lea memilih sebuah model yang begitu sederhana dan kemudian pada karyawan di butik itupun mengukur badan Lea.
" Apakah tidak ada yang perlu ditambahkan nona" tanya salah seorang karyawan
" Tidak, itu sudah lebih dari cukup" kata Lea
" Wah ternyata anda orang yang begitu sederhana, biasanya pengantin wanita begitu banyak permintaan"
Lea hanya tersenyum simpul dan tidak terlalu menanggapi apa yang dikatakan oleh karyawan butik tersebut.
" Kita pulang saja, aku sudah begitu lelah" kata Lea, ia semakin tertekan dengan semua yang ia hadapi
" Baiklah" kata Jason
Dalam perjalanan pulang, Lea hanya diam saja, namun saat Jason menggenggam tangan Lea ia langsung tersentak dan Seca refleks ia menepis tangan itu.
" Maaf, aku hanya terkejut" kata Lea
" Apa kau ada masalah Kitty, seperti nya kau begitu tertekan" tanya Jason, ia bahkan menghentikan mobilnya.
" Tidak, aku hanya kepikiran Leandra saja" kata Lea berdalih,
" Lihat aku" pinta Jason
Leapun memiringkan wajahnya dan menatap ke arah Jason.
" Tidak ada getaran,tidak ada cinta aku benar benar sudah membohongi diriku"
" Tutup matamu" pinta Jason lagi
" untuk apa??" tanya Lea keheranan
" Tutup saja" kata Jason lagi
Perlahan ia merasakan bibir Jason mulai menyentuh pipi nya dan lagi lagi Lea membuka matanya dan iapun segera membuka matanya dan melihat Jason yang ingin menciumnya lagi.
"Aku tidak bisa" Kata Lea, nafasnya mulai berpacu dan ia merasakan ketakutan yang teramat sangat
" Kenapa Lea, aku harap hubungan ini tidak main main" kata Jason yang sudah mulai merasa kecewa
" Maaf, aku tidak ingin melakukan hal itu sekarang aku minta maaf" kata Lea
Jason terdiam apalagi saat melihat Lea semakin meringkuk ke sudut mobilnya.
" Kenapa kau takut, aku tidak akan melakukan hal yang jahat padamu. Ingat Lea aku ini calon suami mu dan ciuman itu adalah hal yang wajar" kata Jason
Lea kemudian memperbaiki posisi nya dan iapun segera memperbaiki sikapnya.
" A...ku minta maaf, aku merasa canggung karena sudah lama tidak melakukan hal semacam itu" kata Lea
Jason pun bisa memaklumi ucapan Lea, selama 5 tahun Lea hidup sendiri dan mungkin saja hal yang bersifat intim menjadi hal yang tabuh untuk Lea.
" Aku harap seperti itu Lea, karena setelah menikah aku akan memiliki mu seutuhnya. Tidak alasan untuk menolak lagi" kata Jason, iapun kembali menyala kan mesin mobilnya dan membawa Lea kembali kerumahnya.
---------------------------------------------------------------------------------
Baru menginjak kan kaki di dalam rumah Lea, Jason langsung disambut oleh gadis kecil milik Lea.
" Sayang"Kata Ajaib langsung memangku Leandra
" Mommy dan Daddy lama sekali, Leandra sampai bosan menunggunya"
Dahi Lea berkerut saat Leandra menyebutkan Jason dengan panggilan Daddy.
"Maaf sayang, Daddy dan mommy ada urusan sebentar"kata Jason lagi
" Senang nya Leandra memanggil om dengan sebutan Daddy" kata Jason sambil tersenyum, ia pun mencium pipi gadis kecil itu.
"Daddy bawa coklat ngakk??"
" Ya ampun Daddy lupa sayang, bagaimana kalau kita pergi dan kita beli yang banyak??".
Seketika Lea langsung bersorak dan mencium Jason beberapa kali.
" Apa mommy mau ikut??" tanya Jason
" Tidak, aku hanya ingin istirahat" kata Lea
" Baiklah kita pergi berdua saja ya sayang??"
" ok Daddy" kata Leandra
Akhirnya Jason dan Leandra pun pergi meninggalkan Lea dan Dian yang hanya diam melihat kepura pura an Lea.
" Dian kenapa kamu diam saja??" tanya Lea sambil menghampiri Dian yang sedang asyik dengan ponselnya.
" Memang nya ada yang perlu dibicarakan??" kata Dian dan ia masih sibuk dengan ponselnya
" Tidak juga hanya saja tidak biasa nya kau diam saja"
" Tidak biasa?? kau juga tidak biasa bersandiwara dan sekarang Kau sudah nyaman melakukan nya"
" Apa maksudmu Dian??" kata Lea
" berpura-pura lah bahagia," kata Dian, iapun segera beranjak dan memilih meninggalkan Lea yang diam saja.
" Setidaknya aku melakukan itu untuk Leandra"
Jangan lupa like komen dan vote ya,....Love u para readers semuanya.....