Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 51



Akhirnya apa yang ditakutkan Lee akan benar benar terjadi, sesuai dengan pesan Jason ia kan tiba di Jakarta sore ini. Lee sudah berjalan mondar mandir selama puluhan kali di ruangannya.


" Apa yang harus kulakukan?? Apa yang harus kukatakan?? Aku sudah mengingkari janji ku pada Jason dan aku benar-benar tidak siap untuk kehilangan Lea"


Pintu ruangan Lee tiba tiba saja terbuka dan saat k Lee melihat kearah pintu, ternyata Lea datang dengan membawa sebuah rantang susun ditangannya. Seperti nya Lea ingin makan siang dengan Lee siang ini.


" Apa kau sibuk??" tanya Lea sambil masuk keruangan Lee


" Kenapa kau datang tiba-tiba?? aku sedang menunggu orang penting dan aku tidak bisa makan denganmu siang ini" kata Lee dengan nada ketus.


Lea langsung saja merasa keheranan, biasanya Lee akan selalu senang jika Lea menghampiri nya dan sekarang sikap Lee kembali berulah.


" Sekarang keluarlah dan mulai hari ini tidak perlu membawakan makan siang untukku"


"Kenapa??" tanya Lea, ia benar benar tidak menyangka Lee akan berkata sekasar itu padanya, selama beberapa bulan mereka menjalani hubungan yang sudah cukup baik dan kini Lee berkata tidak ingin bersama Lea


"Tidak..hanya saja beberapa bulan kedepan aku akan sibuk dan kemungkinan aku juga akan sering pulang terlambat "


" Apa aku melakukan kesalahan??" tanya Lea,


" Tidak...tapi kau harap kau bisa memaklumi nya" kata Lee, ia kemudian membalikkan badannya karena ia tidak ingin melihat wajah sedih Lea


" Pergilah" kata Lee dengan pelan.


Akhirnya Leapun akhirnya pergi dari ruangan suaminya, dan tentu saja perasaan nya sudah hancur lebur.


Leapun memilih untuk mencari Dian sahabatnya, dan ia tahu pada jam makan siang seperti ini Dian pasti ada dikantin.


Benar saja, ia bisa segera bisa menemukan Dian yang sedang menikmati makan siangnya. Lea pun langsung menghampiri Dian dan duduk di sampingnya.


Lea meletakkan rantang yang ia bawa diatas meja


" Tumben kamu makan dikantin Lea, biasanya juga bersama Lee" kata Dian


" Entahlah Di, sepertinya sebuah babak baru akan terjadi pada rumah tanggaku lagi"


" Memangnya kenapa?? Bukankah selama beberapa bulan ini kalian baik baik saja, bahkan kau bilang rumah tangga kalian sudah normal" kata Dian yang terus saja memasukkan makanan kemulut nya


Leapun menceritakan semua yang telah terjadi diruangan Lee dan seperti biasa Dian akan menjadi pendengar yang setia pada sahabatnya itu.


" Aku rasa Lee memang benar benar sibuk Lea, atau mungkin ada pekerjaan yang sedang sulit ia kerjakan atau banyak lagi kemungkinan yang bisa saja terjadi. Aku berharap kamu berpikir positif saja jangan sampai hal hal buruk terjadi pada keluarga kecil kalian"


" Iya aku tau,"


" Aku sudah terlalu mencintai Lee, Dian" aku Lea pada Dian, ia tidak bisa membohongi hatinya bahwa Lee sudah hidup dalam hati dan kehidupan nya.


" Ya sudah dari pada pusing lebih baik kamu makan siang keburu waktu istirahat kita habis"


" Aku tidak bernafsu makan Di" kata Lea sambil memegang perutnya, sebenarnya Lea sudah merasa kan perutnya agak sedikit mual.


"Apa jangan jangan kamu hamil??" kata Dian menebak nebak


" Hamil?? oh ...aku ingin sekali" kata Lea sambil tersenyum


" Seperti kalian kurang ahli dalam mencetak anak" kata Dian


" Kayak kamu udah profesional saja" cibir Lea


" Lihat saja kalau aku sudah menikah, aku akan membuatnya siang dan malam... nonstop" kata Dian


" Ha...ha....aku yakin sih, soalnya kamu kan Kunaf


" Kunaf???"


" Kuat nafsu" kata Lea sambil tertawa terpingkal pingkal.


" Sialan kamu Lea, katain teman sendiri" kata Dian dengan kesal,


" Maaf aku hanya bercanda" kata Lea sambil mengelus pundak Dian.


Sementara di ruangannya Lee semakin gelisah apalagi saat Lea datang dan ia berkata kasar padanya.


" Maaf kan aku Lea, sepertinya mulai hari ini aku kan menjauh"


Sejenak Lee berpikir, ia tahu bahwa Lea begitu sayang dan mencintai dirinya dan ia memikirkan cara bagaimana caranya agar Lea bisa kembali pada Jason.


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.


Buat yan