Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 17



Lea bersiap siap untuk pulang kantor hari ini, kalinininia tidak menemui Dian karena ia ingin segera pulang karena ini adalah perintah dari bisa besarnya yaitu Lee sang suami.


Sebelum Lea pulang, Lee sudah mengirim sebuah pesan untuk Lea.


" Sebaiknya kamu pulang cepat jangan kemana-mana, aku takut kalau sampai maagmu kembali kumat.. segera pulang dan istirahat"


Lea menyalakan motor bebeknya dan bergegas berbelok kearah gerbang namun seperti biasa Dian langsung menghentikan nya.


" Lea..." panggil Dian dengan cukup keras sampai sampai bisa menembus helm yang Lea pakai


Lea menoleh kearah belakang dan ia sudah kenal betul dengan suara yang memanggil nya.


" Lea tunggu dulu" kata Dian sambil setengah berlari kerah Lea


" Ada apa Di??"


" Kok kamu pulang ngakk pamit gitu sih...kita ngebakso yukk" kata Dian dengan penuh semangat


" Maaf ya Di, aku ngakk bisa" kata Lea menolak ajakan Dian


" Kenapa lagi sih??" kata Dian dengan nada cemberut


" Akhir akhir ini kamu sering sekali menolak ajakanku?? Apa kamu ada masalah?? atau ku sedang marahan sama aku??"


Lea menjadi bingung menjawabnya seluruh pertanyaan Dian, sesungguhnya Lea sangat ingin berterus terang kepada sahabatnya itu tapi Lea ingin mencari waktu yang tepat.


" Bukannya gitu Di, Maag aku sedang kambuh kamu taukan kalau maagku ini kumat?? aku ingin pulang dan istirahat" kata Lea


" Kalau begitu aku ikut kerumahmu ya?? aku juga sudah kangen sama Tante Mia..Lagian ini weekend kan kalau menginap juga tidak apa apa"


Nah, untuk pertanyaan dan permintaan yang ini Lea benar benar bingung dan pusing untuk menjawabnya dan dengan terpaksa Lea harus berbohong lagi.


" Eh...itu maaf dirumahku sedang ada tamu Di, saudara saudara mama sedang datang kerumah jadi aku rasa lain kali saja ya" kata Lea denga tidak enak karena sudah berbohong untuk kesekian kalinya.


" Ya Tuhan ampuni aku ya sudah kebanyakan berbohong ini"


" Ya... padahal aku kangen sekali makan makanannya tante Mia" kata Dian dengan sangat kecewa.


" Maaf ya Di, aku akan ajak kamu lain kali deh" kata Lea sambil kembali menyala kan motor nya.


" Ya udah deh, bye..." kata Dian sambil melambaikan tangannya


Leapun akhirnya melajukan motor matic nya dan bergegas menuju Apartemen Lee, setelah memarkirkan motornya, Lea segera naik lift dan menuju lantai dua.


Lea menggesek key card-nya dan Leapun masuk, ia langsung meletakkan tasnya diatas meja ruang tamu dan iapun duduk disofa tuang tamu


" Aku mau langsung mandi saja" kata Lea menuju kamar nya dan begitu membuka pintu kamar mereka berdua hidung Lea juga mencium aroma lavender yang sama dengan aroma yang ia cium diruangan Lee.


Mata Lea membelak saat melihat isi kamar Lea yang sudah berubah total bahkan berubah lebih dari 369 derajat. Seluruh dekorasi kamar yang dulu didominasi oleh warna hitam, putih dan cream itu berubah manjadi warna Pink seperti kesukaan Lea, bahkan mulai dari sprai, kasur ranjang ,gorden, lemari dan seluruh dekorasi kamar sama persis dengan kamarnya hanya saja dikamar tersebut terdapat dua ranjang.


" Ini bukan mimpikan??" kata Lea sambil mencubit pipi kiri nya


" Awwww....sakit ternyata ini bukan mimpi!! Sejak kapan Lee melakukan semua ini??" Kata Lea ya g masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat bahkan bedcover diranjang Lee juga sudah berubah menjadi warna pink.


Masih kagum dengan apa yang ia lihat ponsel disaku celana Lea berbunyi pertanda ada chat yang masuk di ponselnya.


" Apa kamu suka dengan dekorasi kamar nya???"


Ternyata chat itu dari Lee dan secara refleks Lea tersenyum dan kemudian ia membalas chat dari Lee.


" Lumayan"


" Apa masih ada yang kurang??"


" Untuk saat ini ini sudah cukup dan...."


" Dan apa??"


" Dan terimakasih tuan Lee😊😊😊😊"


Lea sengaja menyelipkan emoticon tersenyum menunjukkan dia senang dengan apa yang dilakukan oleh Lee untuknya.


Lee pun tersenyum dan ia pun membalas dengan emoticon yang tak kalah lucu.


" Udah ngakk marah lagi kan" tanya Lee lagi dalam chatnya


"Udah enggak kok"


" Syukurlah aku jadi semangat pulang nya, oh ya ku mau makan apa nanti kalau pulang aku bawain??" tanya Lee


" Terserah apa yang saja yang penting enak" balas Lea


" Yang paling penting bukan enak tapi sehat"


" Ya udah yang enak dan yang sehat"


😊😊😊😊😊


Lee pun membalas emoticon tersenyum diakhir percakapan mereka, Lea tidak menyangka akhirnya bisa chat dengan nyaman dengan Lee.