
Sebelum baca, author sangat mengharapkan like, komen dan vote ya... supaya kami para author semangat nulisnya
Happy reading
" Jangan tinggalkan aku mas" teriak Lea,
" Jangan " teriak Lea lagi.
Mata Lea terbuka dan melihat dirinya ternyata ada di kamar nya. Lea kembali menangis, menangisi apa yang sedang terjadi
Lea berharap ini adalah sebuah mimpi dan ia ingin segera bangun untuk mengakhirinya penderitaan ini.
" Mas kamu dimana??" tangis Lea dengan pilu, rumah tangga yang bari saja merasakan manisnya dunia cinta dan rumah tangga harus kandas di tengah jalan
Lea kemudian melihat ke arah jam besar yang ada dikamar, sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari dan Lee masih juga tidak kembali.
" Aku harus menghubungi dia lagi" kata Lea, ia kemudian mencari ponsel nya .
" Ya ampun kenapa aku bisa lupa bahwa ponsel itu sudah hancur berkeping keping" kata Lea lagi
" Apa yang harus aku lakukan??" kata Lea pada dirinya sendiri.
Lea kemudian membuka pintu kamarnya dan ia melihat seisi Apartemen yang sudah berantakan.Lea kembali mengingat betapa marah dan kecewanya ia saat Lee mengucapkan kata Cerai, ia Sampai membanting semua isi Apartemen dan melemparkannya begitu saja.
" Ya Tuhan aku sampai se frustasi ini, ini jauh lebih lebih menyakitkan dari pada saat aku berpisah dari Jason"
Lea kembali bangkit dan menghapus airmata nya
" Aku harus memperjuangkan Lee sekali lagi, dan aku harus bisa mempertahankan rumah tangga ini"
Lea akhirnya sedikit lebih tenang ketika ia bisa menyemangati dirinya lagi, iapun segera bangkit dan membereskan semua barang barang yang sudah berantakan akibat ulahnya.
___________________________________________________
Lea merasa kepalanya sedikit pusing, setelah ia bangun jam 02.00 pagi tadi, ia tidak bisa lagi untuk tidur, iapun memutuskan merapikan seluruh Apartemen dan ia kemudian memasak.
Lea menunggu Lee hingga jam 07.00 pagi, namun Lee tidak kunjung datang juga. Lea kembali menghapus airmata nya karena ia tidak bisa berbohong bahwa hatinya kecewa.
Lea memutuskan untuk tidak sarapan dan memilih untuk segera berangkat ke kantor, Lea berpikir bahwa ia akan bisa bertemu dengan Lee pagi ini dikantor.
Lea akhirnya berangkat dengan motor bebek kebanggaannya.Begitu sampai di kantor Lea langsung menuju ruangan Lee, dengan langkah yang sedikit tergesa gesa Lea ingin sekali bertemu dengan Lee.
Hampir sampai di ruangan Lee, Lea merasakan perutnya yang mulai terasa perih,
" Ini pasti karena dari malam aku tidak makan dan asam lambung ku pasti akan naik"
Lea kemudian mengambil obat didalam tasnya dan segera meminumnya. Leapun melanjutkan untuk pergi keruangan Lee.
Lea begitu heran melihat ada dua orang pengawal yang ada didepan ruangan Lee.
" Siapa mereka??" kata Lea dalam hati
Dan begitu Lea hendak masuk, pengawal yang terlihat sangar itu segera menghadang Lea dan parahnya para pengawal itu tidak memperbolehkan nya untuk masuk.
" Aku ingin bertemu Lee, kenapa kalian melarang ku!!" teriak Lea, ia sengaja memperkeras suaranya agar Lee mendengar nya
" Maaf nona menurut perintah boss tidak ada yang boleh masuk, karena di dalam sedang ada tamu penting"
Lea tentu saja tidak percaya dengan hal itu begitu saja,
" Mas Lee ijinkan aku berbicara denganmu" teriak Lea dari luar namun Lee tidak menjawab Lea
" Mas...aku ingin sekali berbicara denganmu jangan jadi pengecut seperti ini" teriak Lea lagi namun sepertinya Lee juga tidak merespon kata kata Lea.
" Aku mohon ijinkan aku masuk, aku hanya ingin bertemu suamiku" kata Lea memohon dan tetap saja para pengawal itu tidak membiarkan Lea untuk masuk.
Akhirnya dengan langkah gontai Lea pergi dari ruangan Lee, namun ketika beri melangkah beberapa saat Lea merasakan kepalanya begitu pusing, ia merasa dunia berputar begitu cepat hingga dia benar benar tidak bisa merasakan dan mengingat apa apa lagi.
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.