
Lee benar benar deg deg an saat Jason kembali mengajak nya untuk ketemuan. Lee mendadak tidak enak hati saat melihat Jason yang sedang menunggunya di sebuah cafe.
Lee masuk dengan suasana hati yang tidak menentu, setelah menyaksikan pertemuan Lea dan Jason secara langsung ia menjadi tidak tenang.
" Sudah lama??" kata Lee berbasa basi
" Sekitar 10 menit, duduklah" kata Jason dan Leepun duduk berhadapan dengan Lee.
" Ada apa??" kata Lee langsung menanyakan hal apa yang akan dibicarakan oleh Jason.
" Segera ceraikan Lea"kata Jason langsung pada topik pembicaraan
Lee langsung merasa terkejut namun ia berusaha menyembunyikan nya agar Jason tidak curiga.
" Aku ingin kau menceraikan Lea secepat mungkin, aku tidak ingin bayang bayangmu hidup dalam kehidupan Lea lagi"
" Hmmm baiklah, apa Lea sudah memaafkan mu??" tanya Lee penasaran, karena menurut penglihatan Lee, Lea begitu tidak tidak nyaman bertemu dengan Jason.
" Baik lah " kata Lee dengan lemah, sebagai laki laki ia harus menepati janjinya pada janjinya pada Jason.
" Aku pegang kata katamu, aku harap secepat mungkin kamu harus segera bercerai dengan Lea, aku tidak ingin kau menjadi penghalang untuk bersatunya aku dan Lea"
Jason kemudian meninggalkan Lee di cafe tersebut. Hati Jason sebenarnya sangat jengkel dan kesal pada Lee, hal itu disebabkan Lee telah mengingkari janjinya untuk tidak menyentuh Lea. Jason hanya ingin menjaga Lea dari laki laki lain yang mungkin saja tertarik dari Lea...
Sesuai dengan janji Lee, iapun segera menuju kantor pengadilan agama ditemani oleh pengacara nya. Sebenarnya Lee tidak ingin sama sekali bercerai dengan Lea tapi karena sebuah janji yang ia buat bersama sepupunya sendiri maka mau tidak mau diapun segera mengurus perceraian nya dengan Lea.
___________________________________________________
Sementara Lea hanya bisa menangis di dalam kamarnya, serasa dunianya benar benar sudah hancur. Saat Lee mengajaknya ketemu, Lea berharap ia bisa bicara baik baik dengan Lee tapi ternyata keadaannya justru berbeda.
Lee yang adalah suaminya sengaja mempertemukan Lee dengan Jason yang adalah masa lalunya.
Lea berusaha menahan agar suaranya tidak kedengaran, ia begitu kuat meremas bantal agar tangisan tidak pecah.
" Kenapa mas, kenapa kau tidak ingin mempertahankan rumah tangga kita?? Begitu teganya kau menyerahkan aku pada Jason" Isak Lea dalam hatinya.
" Mengapa aku bisa begitu mencintaimu Lee, jelas jelas kau sudah melukai hatiku hingga berkali kali"
Lea kemudian memejamkan matanya dan ia kemudian tertidur tanpa ia sadari.
Hampir dua jam Lea tertidur, ia bangun karena mendengar suara ibunya yang sedang membangunkan nya.
" Lea..ada Lee yang sedang menunggu mu"
Mendengar nama Lee disebut kan ,Lea langsung terbangun. Ia berharap Mia tidak salah menyebut nama.
" Apa ma??" Lee?? " ulang Lea, ia ingin memastikan bahwa ia tidak salah mendengar.
" Iya.... sebenarnya mama sudah langsung menyuruh ke kamar tapi Lee tidak mau" kata Mia
" Sebaiknya kamu cepat, Lee sudah menunggu, mama mau buatkan minuman untuk kalian"
" Terima kasih ya ma"
Leapun merapikan dandanan nya, ia kembali memoles wajahnya dengan sedikit bedak matte dan mengoleskan lip gloss agar bibir nya tidak kelihatan pucat.
Leepun keluar dari kamar dan segera menghampiri Lee yang sudah menunggu dirinya di ruang tamu.
" Semoga kedatangan Lee pertanda baik, semoga ia datang untuk memperbaiki semuanya. Aku sudah benar benar lelah dengan semua ini"
Melihat kedatangan Lea, Lee langsung memperbaiki posisi duduknya.
" Hai..." kata Lee
" Maaf sudah menunggu" kata Lea sambil tersenyum,
" Tak apa"
Lee kelihatan benar benar gugup bertemu dengan Lea, ia tahun ia telah membuat sejuta kesalahan yang membuat Lea terluka.
" Mama mana??" tanya Lee
" Di dapur sedang membuat minuman untuk kita"
" Lea...aku ingin berbicara denganmu dan mama"
Hati Lea terasa hangat mendengar Lee ingin berbicara dengan dia dan ibunya. Lea yakin bahwa Lee datang untuk meminta maaf dan meminta Lea kembali ke Apartemen.
Jangan lupa like, komen dan vote author ya... author sangat mengharapkan dukungan dari kalian semua.
Love u para readers....