
Hari ini adalah ulang tahun dari Yahya group, semua kepada divisi dan orang orang penting yang diperusahaan diundang untuk menghadiri hari berdiri nya perusahaan tersebut untuk yang 15 tahun.
Dian begitu antusias dengan perayaan tersebut, sebagai salah satu kepala divisi Dian merasa sangat bangga bisa menghadiri acara yang sangat penting dan pastinya akan meriah dan mewah
Berbeda dengan Lea yang bersikap bias saja, sesungguhnya ia sangat malas untuk menghadiri acar yang akan digelar malam nanti.
" Lea kok kamu ngakak semangat sih??" kata Dian dan Lea hanya diam saja
" Lea..." teriak Dian
Lea tentu saja kaget dengan suara Dian, seketika lamunan nya buyar begitu saja.
" Kamu ini Kenapa si??" kata Dian sewot
" Pasti mikirin rumah tanggamu lagi kan??"
Lea terdiam, ia kemudian merapikan rambutnya yang tertiup angin taman. Saat ini Dian dan Lea memang sedang ada disebuah taman, seharusnya Lee yang menemani Lea tapi nyatanya Lea sedang bersama Dian.
" Kita nonton yuk, ada flim horor baru yang baru rilis bulan ini"
Bukannya menjawab tapi Lea terus saja melamun, Lea menatap jalanan dengan pandangan kosong.
" Lea" ulang Dian dan kini ia lebih kasihan lagi melihat Lea dengan linangan air mata
Dian terdiam melihat Lea, ia benar benar kasihan melihat Lea yang tersakiti.
" Apa aku melakukan gugatan cerai saja ya Di??"
Kalimat Lea barusan membuat Dian kaget, ia yang sedang minum bahkan tersedak karena mendengar perkataan Lea.
"Cerai??" ulang Dian tak percaya
" Sepertinya itu jalan yang terbaik" kata Lea, kini air mata sudah membanjiri wajahnya
" Apa kamu sanggup??" kata Dian, karena ia tahu Lea begitu mencintai Lee dan ia tahu Lea bisa bertahan karena Lee sudah mampu mengambil hatinya
" Apa kamu sanggup??" ulang Dian lagi dan kali ini Lea tidak mampu menjawabnya. Lea hanya menundukkan kepalanya ke kedua pahanya dan kali ini ia menangis lagi dan kali ini tangisannya begitu memilukan
" Kau pasti tidak sanggup" kata Dian, iapun memeluk Lea dari belakang dan ia mengusap punggung Lea agar Lea bisa sedikit lebih tenang.
" Kamu harus kuat Lea" kata Dian, iapun sampai meneteskan air matanya melihat luka yang dialami oleh sahabat nya itu.
" Bagaimana kalau kita ke salon??" kata Dian untuk mengalihkan pikiran Lea
" Ayolah tak ada gunanya menagis, lebih baik kita mempercantik diri agar kita tampil menawan di pesta nanti dan siapa tau Lee bisa terpesona melihatmu dan sikapnya bisa sedikit berubah" kata Dian
Lea berpikir sejenak, ia kemudian menghapus air mata di pipinya.
" Baik lah, aku juga sudah lelah memikirkan dia"
" Nah begitu dong..tapi sebelumnya kita makan dulu ya" kata Dian,
" Terserah kamu saja" kata Lea pasrah
---------------------------------------------------------------
Satu hari itu Lea dan Dian menghabiskan waktu untuk melakukan perawatan mulai dari perawatan wajah, tubuh sampai kuku pun mereka lakukan. Lea merasa rileks dan sedikit bisa melupakan masalah yang menimpa rumah tangga nya.
Setelah melakukan perawatan Lea dan Dian memilih untuk belanja gaun yang akan mereka pakai untuk malam nanti. Lea menjatuhkan pilihan nya pada sebuah gaun berwarna biru muda yang memperlihatkan dada dan punggungnya
" Wah perfeck" kata Dian sambil berdecak kagum melihat Lea mencoba gaun yang dipilihnya
" Apa ini tidak terlalu seksi??" kata Lea
" Tidak justru kamu terlihat sempurna, aku tidak sabar melihat reaksi Lee saat kamu menggunakan gaun ini" kata Dian yang menjadi greget dengan penampilan Lea
Terimakasih untuk semua dukungan untuk novel " Prince for an ice princess"Terimakasih untuk semua dukungan untuk novel " Menikahimu Takdirku"Author sangat mengucapkan terimakasih.
Sebelum baca jangan lupa like komen dan vote serta follow author ya...