
" Ya ampun, ada angin apa kalian datang malam malam begini" kata Mia sambil melihat kearah jam dan ini menunjukkan 8 malam.
" Aku merindukan mama" kata Lea sambil memeluk Lea
" Ya ampun anak ini, sudah menikah tapi masih seperti bayi saja" kata Mia sambil melepaskan pelukannya
" Apa mama tidak merindukan aku??" kata Lea sambil cemberut
" Tentu saja mama rindu sayang, tapi kamu kan sudah menikah" kata Mia sambil melirik ke arah Lee
" Oh...kalian bawa apa??" kata Mia sambil melihat ke arah rantang yang ada di tangan Lee
" Oh..ini kami bawa makanan untuk mama"kata Lee
" Hmmm sebenarnya mama udah makan tapi karena kalian yang membawanya maka mama akan makan lagi.
Setelah masuk Lee dan Mia mempersiapkan makanan yang dibawa oleh Lee sedangkan Lea segera pergi ke kamar tidurnya karena begitu merindukan nya.
" Nak Lee apa kau yang memasak semua makanan ini??" tanya Mia
" Enggak kok ma, I...ini"
" Kamu tidak usah bohong , Lea sudah lama sekali tidak pernah memasak" kata Mia
" Kenapa ma??" tanya Lea penasaran
" Hal itu terjadi semenjak mantan pacar Lea Jason memilih mengakhiri hubungan dengan Lea" kata Mia dengan raut wajah yang sangat sedih
" Dulu Lea adalah sosok yang periang, mudah bergaul dan suka memasuki jamuan saat Jason menghiati nya makan dalam sekejap Lea berubah menjadi sosok yang pendiam dan lebih suka sendiri"
" Maka dari itu , mama ingin kau bisa membahagiakan Lea dan menghapus semua kesedihan nya" kata Mia
" Sa...saya akan berusaha ma" kata Lee
" Kau berjanji tidak meninggalkan Lea apapun yang terjadi" pinta Mia dengan penuh harap, dia sangat besar menaruh harapan pada Lee.
" Baiklah Ma" kata Lee
" Sekarang kamu panggil Lea kekamar nya, biar kita makan sama sama"
"Baik ma"
Lee akhirnya pergi ke kamar Lea yang berada dilantai 2, begitu sampai Lee melihat Lea yang sedang terlentang di ranjang kamarnya.
Kamar itu didominasi warna pink mulai dari sprai, gorden, meja bahkan pakaian yang digunakan Lea sekarang berwarna pink.
" Ternyata dia benar benar feminim"
" Hmmmm....permisi nona Lea" kata Lee dan sontak saja Lea langsung mengubah posisi nya menjadi posisi duduk.
" Mengganggu kesenangan saja" sungut Lea dan tentu saja Lee dapat mendengar nya.
" Mama mengajak kita untuk makan, sebaiknya kamu segera turun" kata Lee
" Kalian makan duluan saja, aku masih ingin disini" kata Lea dengan malas
" Tapi mama sudah menunggu kita kasihan dia"
" Tapi aku masih ingin menikmati suasana kamar ini,sudah begitu lama aku merindukan nya"
" Boleh juga" kata Lea seperti menantang dan tanpa banyak kata Lee langsung mendekat dan mengangkat tubuh Lea yang lumayan berat.
" Lepaskan"Kata Lea dengan spontan
" Bukankah kau yang menginginkan nya" kata Lee sambil menurunkan tubuh Lea
" Ah...aku pasti akan merindukan kamar ini lagi..tuan Lee apa aku bisa menginap disini malam ini, besok aku pasti akan kembali ke apartemen mu"
" Huhhh...kamu ini baiklah tapi dengan satu syarat aku juga harus tidur disini!!" kata Lee
" Apa?? tidak...tidak... lebih baik kamu pulang saja aku ingin tidur dengan mama" kata Lea
"Baiklah kalau begitu kamu harus pulang denganku malam ini, aku sebagai suami tidak menginginkan mu" kata Lee memberi skattmatt pada Lea
" Ya ampun dasar sial...apa tuan muda ini tidak tahu kalau aku begitu rindu tidur dengan mama tapi dari pada pulang aku terima saja tawarannya"
" Baiklah tapi kamu tidur dibawah saja" kata Lea
" Aku tidak mau aku mau tidur diranjang kalau kamu mau kamu yang tidur dibawah"
" Apa?? ini kamarku, aku yang berhak atas kamar ini!!" kata Lea berontak, ia tidak terima dengan perkataan Lee.
" Kalau begitu kita tidur seranjang saja jadi tidak ada pihak yang dirugikan" kata Lee dan Lea semakin geram mendengar penawaran Lee,
" Aku tidak mau tidur seranjang denganmu" kata Lea dengan ketus
" Baiklah berarti malam ini kita pulang" kata Lee
" Kamu ini..." kata Lea, ia kemudian menarik nafas untuk mengendalikan kemarahan yang ia rasa sudah sampai di ubun ubun kepalanya.
" Baiklah aku akan tidur denganmu tapi kita harus membuat batas dengan guling ini" kata Lea sambil melempar kan guling pink itu ke arah Lee dan segera berlari ke lantai bawah.
Mia yang menunggu kedatangan anak dan menantunya dari lantai atas menjadi bisa. karena kedua pasangan itu begitu lama turun dari sana.
" Ah... pasti karena mereka masih pengantin baru" kata Mia dalam hati, ia tersenyum mengingat masa masa indahnya pengantin baru dengan almarhum Ferri papanya Lea.
" Seandainya kamu masih ada mas, pasti aku tidak akan kesepian"
Tanpa teras airmata mengalir dari pipi Mia dan pada saat bersamaan Lea datang dan melihat airmata Mia, Lea segera menghampiri mamanya dan memeluk nya dengan erat.
" Ma...mama kok nangis??"
" Ngakk apa apa kok sayang, mama hanya bahagia melihat kalian sudah menikah" kata Mia sambil menyeka airmatanya.
" Mama pasti bohong, pasti mama ingat almarhum papa kan??" kata Lea
" Ngakk Kok sayang, papa kamu udah tenang di surga, mama hanya merasa sedikit kesepian saja" kata Mia
" Ma....kalau mama mau Lea tinggal disini saja"
" Tidak sayang, kamu itu sudah menikah dan wanita yang sudah menikah harus mengikutinya suaminya"
" Tapi ma..."
" Sudahlah Lea sekarang kita lebih baik makan lihat Lee sudah datang kesini"
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.