
Mata Lee tidak bisa berkedip melihat Lea dan Dian yang sudah tiba ditempat acara. Lea yang menggunakan Dress biru muda membuat Lea kelihatan sangat berbeda.
". Kamu cantik sekali nona Lea"
Kata itu hanya mampu dikatakan Lee dalam hati tanpa bisa mengatakannya secara langsung.
Melihat Lee yang fokus pada satu titik membuat Sofia merasa bahwa Lee sedang memperhatikan sesuatu dan ia mencoba mengarahkan pandangannya pada titik titik pusat pandangan Lea.
Sofia bisa melihat bahwa pandangan Lee tertuju pada dua gadis bergaun biru muda dan satunya lagi bergaun pink soft.
" Siapa mereka?? aku seperti pernah melihat gadis bergaun biru muda itu, tapi dimana ya?"
Sofia mencoba mengingat dimana ia pernah bertemu dengan wanita yang bergaun biru muda itu tapi sama sekali ia tidak bisa mengingat nya.
____________________________________________________________________________________________
Sama halnya dengan Lee, Lea juga segera mencari sosok Lee. Tanpa sengaja Lea melihat Lee dan Sofia sedang duduk bersebelahan dalam satu meja.
Sontak saja jiwa cemburu langsung terbangun, ia menatap Lee dan Sofia yang sedang duduk bersama.
" Sabar Lea" kata Dian sambil mengelus punggung Lea, rupanya Dian juga melihat Lee dan Sofia yang sedang bersama
" Ah...aku seperti istri yang tidak dianggap"
Lea ingin sekali menangis dan segera pergi dari tempat itu.
" Aku harus kuat" kata Lea dan iapun menarik nafas dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan.
" Hey Miss Lea" kata Seseorang dari belakang Lea dan Lea yang mendengar suara itu segera tahu bahwa itu adalah suara Ryan.
" Ryan?? Hey.. What are you doing here??" kata Lea dengan wajah berbinar, ia begitu senang dengan kehadiran Ryan disana.
" Aku disini untuk menemani sepupuku!" kata Ryan, iapun duduk disamping Lea dan Dian
" Sepupumu?? Siapa??" tanya Lea
" Itu??" kata Ryan sambil menunjuk kearah Sofia.
" Sofia??" kata Lea dengan tidak percaya
" Yup, Sofia itu adalah sepupuku" kata Ryan
" Tapi dia kelihatan akrab sekali dengan suami mu" kata Ryan seolah ingin memanaskan Lea.
" Oh ya kenalin, ini Dian sahabat sekaligus kepala divisi di perusahaan Yahya group" kata Lea memperkenalkan Dian sekaligus untuk mengalihkan pembicaraan
" Dian!!" kata Dian sambil mengulurkan tangannya dan Ryan pun menyambut tangan Dian sambil tersenyum
" Oh dia tampan sekali, mata biru, hidung mancung dan wajah yang sempurna" Kata Dian dalam hati, ia bahkan sampai lupa menarik tangan nya.
" Ryan" kata Ryan dan ia ingin menarik tangannya tapi sepertinya Dian menggenggam nya dengan erat.
" Dian" kata Lea sambil menyikut tangan Dian, Dianpun segera tersadar dan iapun melepaskan tangan Ryan.
" Maaf...habisnya tangan Ryan ada magnetnya" kata Dian sambil tersenyum nyengir dan Lea dan Ryan hanya bisa tertawa.
Saat mereka sedang tertawa, tiba tiba pandangannya Lea tertuju pada Lee yang sedang menatapnya dengan tajam.
Seketika tawa Lea langsung terhenti dan ia segera mengalihkan pandangannya ke arah yang yang lain.
Cemburu...ya hal itu yang dialami Lee, hatinya merasa panas melihat Ryan dan Lea begitu akrab bahkan mereka bisa tertawa bersama dan hal itu tidak pernah terjadi pada Lee dan Lea.
Hal itu terjadi karena Lee menjaga jarak dengan Lea, apalagi saat kejadian ciuman yang pernah mereka lakukan membuat Lee semakin jauh dari Lea.
" Aku cemburu Lea, Apa kau tidak bisa merasakan bahwa aku cemburu" kata Lee dalam hati.
" Tuan Lee jaya Kusuma segera kami persilahkan untuk memberikan kata sambutan sekaligus kata kata yang bisa membangun untuk kita semua" kata Presenter dari arah depan.
Satu menit, dua menit Lee belum maju juga sampai akhir nya Sofia yang berada di samping Lee merasa keheranan.
" Lee " kata Sofia
" Lee" kata Sofia lagi dan kali ini lebih keras
" Eh..."
" Saat nya kamu maju" kata Sofia
****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
See u to the next chapter****