
Semua berjalan sesuai dengan yang di harapkan Vivian.
Walaupun masih ada satu dua orang yang melihat Vivian dengan tatapan sinis
karena kecemburuannya sendiri namun Vivian tidak mau ambil pusing tentang semua
itu. Vivian pulang dengan perasaan senang karena tinggal satu hari lagi
kegiatan MOS yang begitu menguras tenaga dan fikiran akhirnya berakhir juga.
Vivian berjalan dengan begitu bersemangat dan tiba-tiba
langkahnya terhenti. Dahi Vivian langsung berkerut saat melihat seorang wanita
asing sedang duduk di ruang tamu bersama dengan bapak Vivian. Vivian berjalan
pelahan dan bapak Vivian menyadari kehadiran putri sulungnya itu.
Siapa
wanita ini.? Kenapa dia bisa begitu dekat dengan bapak.? Seru Vivian dalam
hati.
“Kamu sudah pulang.?” Sapa bapak Vivian sambil tersenyum.
“Iya pak.” Sahut Vivian dan dia langsung mencium tangan bapak
dan wanita asing tersebut. Sudah menjadi suatu keharusan apabila ada tamu dan
dia lebih tua dari kita. Maka kita harus dan wajib untuk menghormatinya.
Begitulah ajaran yang bapak Vivian berikan pada anak-anaknya sedari mereka
kecil.
“Vivian. Kenalin ini tante Sinta. Teman bapak.” Kata bapak
Vivian sambil tersenyum memperkenalkan wanita yang ada di sampingnya. Wanita
itu tersenyum sambil melipat kedua tangannya.
“Halo tante Sinta. Namaku Vivian.” Ucap Vivian sedikit ragu.
Wanita itu berdiri dan menatap Vivian dari ujung rambut
sampai ujung kaki.
“ooo jadi ini yang namanya Vivian. Tidak seperti yang ku
bayangkan.” Kata tante Sinta dengan nada menghina. Sekali lagi Vivian mengerutkan
dahi tidak mengerti dengan sikap wanita yang baru di kenalnya itu.
Apa maksud
perkataannya barusan.? Apa dia sedang menghinaku sekarang.? Apa dia juga tidak
berkaca dengan penampilannya sendiri. Dasar.!! Gerutu Vivian dalam hati.
“Pak. Vivian masuk kamar dulu ya. Mau ganti baju.” Vivian
segera bergegas masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya. Melempar tas punggung
dengan sembarang dan segera merebahkan tubuhnya yang sudah letih karena
kegiatan hari ini.
Ponsel Vivian bergetar. Satu pesan masuk dan Vivian segera
membuka pesan itu sembari berbaring dengan baju sekolah yang masih di
kenakannya sekarang. Vivian segera bangkit karena beberapa deret tulisan yang
tertera di ponselnya seakan menyilaukan matanya.
“Mas Candra mau datang besok.” Seru Vivian pada dirinya
sendiri.
Candra Fernando adalah anak dari bude Yuni yang merupakan
kakak dari ibu Vivian. Sudah lama juga Vivian tidak bertemu dengan mereka.
Hanya satu tahun sekali mereka bertemu. Itu pun saat hari lebaran idul fitri
saja. Karena libur cukup lama akhirnya mereka bisa pulang ke kampung halaman
dan berkumpul dengan keluarga besar. Namun kali ini mas Candra akan pulang
sendiri tanpa bude Yuni.
Candra merupakan satu-satunya kakak sepupu vivan yang sangat
dekat dengannya. Vivian merasa sangat antusias dengan kedatangan Candra kali
ini. Mungkin semua itu di sebabkan mereka yang tak pernah bertemu satu sama
lain dalam waktu yang lama.
Saat Vivian menggantung tas di balik pintu kamarnya tangannya
terhenti saat mendengar percakapan bapak dengan tante Sinta yang terdengar
samar di telinganya. Vivian mendekatkan telinga ke pintu dan diam sejenak.
“Sampai kapan kita akan seperti ini terus.?” Tanya Sinta
kepada bapak Vivian.
Apa maksud perkataan tante itu.? Vivian mengerutkan dahi dan
melanjutkan untuk mendengarkan.
“Kamu sabar ya.! Aku janji setelah ini aku akan ngomong sama
mereka berdua.” Sahut bapak Vivian.
lagi perbincangan mereka. Vivian kembali ke tempat tidur dan menyudahi aksinya
menguping dari balik pintu kamarnya. Berfikir sendiri dalam kesendiriannya. Dan
terbesit dalam hati rasa curiga terhadap Bapak dengan wanita asing yang baru di
kenalnya.
Jangan-jangan.!
Vivian apa yang sudah kamu fikirkan. Kamu nggak boleh berprasangka buruk dengan
orang tua mu sendiri.vivian menggelengkan kepala beberapa kali. Mungkin hanya rasa khawatir yang berlebihan saja. Fikir Vivian dalam hati.
Vivian berbaring menatap langit-langit kamarnya. Perlahan dia
tenggelam dalam lamunan dan pemikirannya sendiri. Terlelap dalam mimpi yang
hanya Vivian yang tahu.
Keesokan harinya Vivian kembali ke aktifitas seperti semula.
Hari ini merupakan hari terakhir MOS berlangsung. Setelah Vivian akan resmi
menjadi murid di SMA PERMATA. Inilah salah satu keinginan terbesar Vivian dalam
hidupnya. Untuk kegiatan hari tidak terlalu menguras tenaga. Hanya saja mereka
di wajibkan untuk menginap di sekolah selama satu malam dan boleh pulang besok
pagi. Mereka sedang mempersiapkan apa yang harus di tampilkan ke atas panggung
untuk hiburan di acara puncak pentas MOS malam nanti.
Kelompok Vivian menunjuk Vivian saja agar maju ke depan dan menyanyikan sebuah lagu. Namun Vivian menolak dengan tegas. Karena menurutnya
ini adalah pertunjukan dari seluruh kelompok. Vivian mengusulkan agar semua
ikut serta dalam persiapan. Tidak hanya dirinya saja. Vivian tidak mau terjadi
kecemburuan social di antara mereka semua.
Akhirnya mereka sepakat untuk menampilkan sebuah drama
musical singkat yang bercerita tentang bullying di sekolah yang berjudul “Perfect”.
Kali ini semua pihak terlibat. Ada yang memainkan music ada yang bertugas
menata baju dan riasan. Dan ada juga yang berperan sebagai sutradara dan tokoh
dalam cerita.
Claudia, Cleo dan Leona berperan sebagai tiga cewek yang
berkuasa di sekolah tersebut. Vivian berperan sebagai siswa baru yang terkena
bully akibat penampilannya yang culun dan tidak masuk dalam kategori siswa yang
perfect.
Berawal dari Vivian yang tidak sengaja bertabrakan dengan
Claudia yang membuatnya begitu marah kepada Vivian. Hingga hari-hari Vivian
harus berakhir dengan kejahilan ketiga cewek tersebut. Vivian tidak membalas
semua perlakuan mereka padanya dan juga Vivian tidak pernah sedikit pun
mengeluarkan air matanya.
Di ujung cerita Vivian bertemu dengan Diana yang merupakan
siswa baru. Diana yang mengetahui sikap ketiga siswi yang sering membully
Vivian mulai membela dan menolongnya. Dengan kemampuan Diana yang sangat
mengenal dan mengutamakan penampilan. Diubahlah penampilan Vivian yang semula
culun menjadi gadis yang cantik jelita.
Di akhir cerita akhirnya ketiga siswi tersebut menyadari
perbuatan mereka yang tidak terpuji. Karena perbuatan mereka mereka harus
menerima hukuman dari kepala sekolah yang di perankan oleh Alex. Penampilan
Vivian yang semula culun pun berubah menjadi gadis cantik. Semua siswa yang
menyaksikan pertunjukan mereka sangat terkejut dengan penampilan Vivian.
Vivian dan teman-temannya yang lain naik ke atas panggung dan
mengakhiri drama musical mereka dengan lagu “Perfect” yang di populerkan oleh
Ed Sheeran. Tepuk tangan silih berganti mengiringi mereka yang menyanyikan lagu
dengan bersama.
Dari bawah panggung terlihat D3 sedang menikmati penampilan
mereka. Dafa begitu antusias sambil memegang ujung dagunya sendiri.
“Aku harus mendapatkan dia.” Seru Dafa pada dirinya sendiri.
“Maksud kamu apa Daf.?” Tanya Rino sedikit berteriak kepada
Dafa karena dia juga menaruh hati pada Vivian.
Namun Dafa hanya nyengir dan berjalan ke belakang panggung
untuk menunggu Vivian turun dari pentas. Rino juga tidak mau kalah dengan Dafa,
dia mengikuti dari bekalang.