
Saat Vivian keluar dari rumah dan menutup pintu terdengar
teriakan dari ujung jalan yang berjarak hanya sepuluh meter saja dari rumah
Vivian. Juwita dan Mala sedang berjalan ke arahnya. Vivian melambaikan tangan
kepada mereka dan mereka membalasnya. Vivian mengenalkan Jasmine dan Rino
kepada Juwita dan Mala yang merupakan sahabat terbaik mereka. Setelah usai
berkenalan mereka segera berjalan menuju TPQ untuk mengaji.
Walaupun mereka baru saja kenal tapi keakraban terjalin
dengan baik. Seperti mereka telah berkenalan begitu lama. Sangat akrab dan
loyal. Mungkin karena mereka memang memiliki sifat yang mudah bergaul dengan
orang lain.
Hari ini tiba-tiba saja Jalal datang ke TPQ. Tapi tujuannya
datang bukanlah ntuk mengaji. Melainkan untuk memberikan undangan khusus kepada
ustad Fathon agar datang ke acara pernikahannya dengan Hana. Berharap ustad
Fathon mau menjadi salah satu saksi dalam acara Ijab Qobulnya. Saat Jalal
keluar dari rumah ustad Fathon, tanpa sengaja dia melihat Vivian berjalan
bersama dengan laki-laki lain siapa lagi kalau bukan Rino. Juwita memang sengaja
mengajak Mala dan Jasmine berjalan di belakang Vivian dan Rino. Berharap Jalal akan
melihat Vivian bersama dengan orang lain hingga membuatnya cemburu serta sakit
hati melihatnya. Seperti yang telah Jalal lakukan kepada sahabatnya itu.
Mata Jalal seakan ingin keluar saat melihat semua itu. Rasa
tak percaya dan sedikit cemburu ternyata telah bersarang dalam hatinya tanpa
dia sadari. Jalal berjalan mendekati Vivian dan Rino dengan langkah ragu.
“Hai Vi.” Sapa Jalal canggung.
“Hai.” Sahut Vivian dengan senyuman manis di bibirnya.
Membuat Rino semakin tertarik kepadanya.
“Gimana kabar kamu.?” Tanya Jalal ragu.
“Baik. Kak Jalal sendiri gimana.? Selamat menempuh hidup
baru ya kak. Semoga pernikahannya sakinah, mawadah warohmah.” Kata Vivian
dengan lugas seakan tidak pernah terjadi sesuatu antara dia dan Jalal. Jalal
hanya bisa tersenyum getir mendengar semua perkataan Vivian.
“Oh iya. Kenalin ini kak Rino.” Lanjut Vivian sambil menatap
Rino dengan senyum di bibirnya. Rino membalas senyuman manis Vivian dan
menyodorkan tangan kepada Jalal.
“Rino.” Ucap Rino singkat.
“Dia pacar aku kak.” Sahut Vivian tiba-tiba.
Deg.!!
Jadi benar dia pacar baru kamu Vivian. Tapi kenapa aku tidak rela kalau kamu bersama dengan laki-laki
lain. Perasaan apa ini.? Seharusnya aku bisa bersikap biasa saja dan
mengesampingkan perasaanku padanya. Vivian bukan siapa-siapaku lagi sekarang.
Aku juga tidak pernah merasakan cinta kepadanya. Apakah mungkin aku telah jatuh
cinta kepada Vivian. Tapi mulai kapan.? Tidak.!! Ini hanya perasaan bersalah
dan kasihan karena aku telah sengaja menyakiti hantinya. Sadar Jalal.!! Kamu
hanya mencintai Hana. Calon istrimu yang sempurna. Bukan Vivian. Tetaplah fokus
dengan pernikahanmu. Jalal bertengkar dengan pemikirannya sendiri.
Membuat semua orang terkejut bahkan Jasmine yang berada di
belakang Vivian hampir saja berteriak mendengar ucapan Vivian barusan. Untung
saja Juwita langsung membungkam mulutnya dengan cepat. Rino seperti mendapat
durian runtuh di siang bolong. Entah perasaan apa yang sekarang telah dia
rasakan. Dia begitu senang mendengar pengakuan Vivian terhadap dirinya.
“Memang benar. Aku pacar barunya Vivian.” Sahut Rino sambil
merangkul bahu Vivian.
“Selamat kalau gitu. Ya udah aku pamit dulu.” Suara Jalal
sedikit serak dan dia segera meninggalkan mereka. Langkahnya seakan goyah dan
ingin jatuh ke bumi. Juwita dan Mala yang malihat reaksi Jalal yang mengejutkan
merasa sangat puas. Akhirnya sakit hati sahabatnya selama ini telah terbayarkan.
Rino masih tenggelam dalam lamunan dan tangannya masih
melingkar di bahu Vivian dengan santai. Vivian yang merasa drama barunya telah
usai segera melepaskan tangan Rino.
“Sudah selesai dramanya.” Seru Vivian kepada Rino.
“Iya. Kenapa juga kamu harus ngaku-ngaku pacarnya kak Rino.?
Makin kege’eran kan dia.” Sahut Jasmine kesal.
“Dia itu mantannya Vivian. Awalnya Vivian nggak pernah suka
sama dia. Tapi dia begitu bersusah payah untuk menaklukan hati Vivian. Setelah Vivian
jatuh dalam pelukannya, dia malah menikah dengan orang lain. Dasar cowok
breng***.” Jelas Mala kepada Jasmine dan Rino yang hanya diam mendengarkan
celotehan Mala yang menggebu-gebu. Jasmine mendekati Vivian dan langsung
memeluknya.
“Maaf ya Vivian. Aku nggak tahu.” Suara Jasmine mengiba.
“Iya. Nggak apa-apa kok.” Vivian mengelus bahu Jasmine pelan
dan Jasmine melepas pelukannya.
“Parahnya lagi. Vivian Cuma dianggap sebagai cewek kemarin
sore dan hanya sebagai penghibur hati saat merasa bosan. Breng*** banget kan
dia.? Pengen rasanya aku tonjok mukanya. Sok kecakepan banget jadi cowok.” Seru
Juwita berapi-api.
“Sudah. Jangan dibahas lagi.! Maaf ya kak Rino. Aku jadi
melibatkan kakak dalam urusan pribadiku. Kakak mau kan maafin aku.?” Kata
Vivian.
“Tenang saja. Aku kan actor yang bisa dihandalkan.” Sahut
Rino bangga.
“Jangan dikasi hati Vivian.! Nanti kan Rino jadi besar
kepala lo.” Celetuk Jasmine.
“Diam Cumut.!” Bentak Rino. Membuat mereka semua jadi
tertawa kecil.
Mereka segera masuk ke dalam kelas. Tidak hanya Jalal yang
terkejut dengan kehadiran Rino. Semua santri yang hadir di TPQ juga
mengalaminya. Para santri cowok mengagumi kecantikan teman baru Vivian yaitu
Jasmine. Wajah cantik yang berada di balik kerudung membuatnya menjadi semakin
mempesona dan banyak menarik perhatian kaum adam.
Jadwal hari ini setoran hafalan surat-surat pendek dalam al
quran. Kali ini Vivian telah sampai pada surat an-naba’ (40). Vivian telah
mempesiapka hafalannya jauh-jauh hari. Bahkan dia sering meminta bantuan
bapaknya saat menghafal surat tersebut.
Tiba saatnya Vivian untuk maju ke depan dan menyetorkan
hafalannya. Semua santiwan dan santriwati sangat hafal betul dengan suara
Vivian yang khas. Disamping suaranya yang merdu dia juga sangat fasih dalam
membaca ayat suci al quran. Mungkin ini menurun dari bapak Vivian yang
jebolan Pondok Pesantren meski tidak sampai lulus. Apalagi disaat hafalan
seperti ini yang mengaharuskan dia untuk membacanya secara tartil. Yakni
membaca al quran dengan lagu disertai mahorijul huruf yang jelas dan dengan
menggunakan tajwid yang baik dan benar.
Rino sangat takjub mendengar Vivian melantunkan ayat suci al quran dengan sangat merdu. Baru kali ini dia mendengar secara langsung.
Biasanya lantunan ayat suci al quran hanya bisa dia dengar dari Televisi maupun
Radio. Rasa tertariknya terhadap Vivian semakin memuncak seperti gunung berapi.
Vivian bukan hanya
gadis yang cantik dan baik. Tapi dia juga gadis yang sangat sholehah. Jarang di era sekarang ini menemukan sosok seorang gadis yang seperti dia. Vivian kamu memang berbeda
dari gadis biasanya. Aku semakin tertarik sama kamu. Seru Rino dalam hati.
Jasmine juga terpukau dengan apa yang telah dilihatnya
sekarang. Seseorang yang sekarang telah menjadi temannya ternyata gadis yang
baik dan sholehah. Dia semakin bersyukur kepada Allah SWT karena dapat
dipertemukan dengan Vivian. Jasmine juga berjanji dalam hati bahwa mulai
sekarang dia akan mulai berubah dan mengikuti kegiatan seperti yang Vivian lakukan selama ini.
Kegiatan mengaji sore itu telah usai. Semua santriwan dan
santriwati termasuk Rino dan Jasmine segera meninggalkan bangunan TPQ. Jasmine
sangat berterima kasih kepada Vivian. Karena dia telah memberikan pengalaman
baru yang sangat berarti kepadanya. Vivian merasa sangat senang mendengar semua
itu. Vivian juga berharap agar Jasmine dan Rino juga bisa mengaji di rumahnya sendiri setelah ini.