ONE Night In LONDON

ONE Night In LONDON
Akhir yang bahagia



Suara tangis bayi begitu menggema di indera pendengarannya, rasa hangat kembali menjalar ke seluruh tubuhnya seorang aliran darahnya begitu kuat menyebar ke seluruh tubuh.


"Sya..Anak kita.." Isak tangis Adam terdengar pilu, pria itu tidak pernah menangis sejak usia 5 tahun dan kini dirinya menangis melihat bagaimana istrinya menutup mata.


Oekk... Oekk...


Suara tangis bayi semakin kencang, saat Adam membawa kedua buah hatinya untuk diletakkan di atas tubuh Disya yang tidak bergerak. Adam menautkan kedua tangan Disya untuk memeluk kedua buah hatinya mekipun hanya menempel tanpa bisa benar-benar memeluk.


Tangis Adam terdengar begitu pilu, para dokter dan suster yang melihatnya tak kuasa untuk tidak ikut meneteskan air mata.


"Anak-anak papa, bantu Mama kalian untuk kembali." Ucap Adam dengan suara begitu sesak.


Oekkk... Oekk...


Tangisannya keduanya semakin kencang saat Adam ikut memeluk ketiganya, pemandangan yang begitu menyedihkan sampai menusuk relung hati.


Ayana tak kuasa menahan kesedihannya melihat pemandangan yang begitu membuat hatinya hancur, putranya begitu hancur hati ibu siapa yang tega melihat putranya seperti itu.


"By, Adam By. Kenapa semua begini." Ayana menangis terisak didada Nathan.


"Sabar sayang, semua sudah di takdirkan." Nathan memeluk erat sang istri, hatinya ikut hancur melihat pemandangan yang tidak pernah dirinya bayangkan. Putranya berada di dalam keadaan terpuruk dan hancur, tapi dirinya tidak bisa berbuat apapun untuk putranya.


Tidak ada yang bisa melawan takdirnya, tidak ada yang bisa menghindar dari garis takdirnya, semua akan kembali kepadanya kapanpun dan di mana pun.


"Disya, kenapa kamu seperti ini nak." Diana meraung dalam pelukan Frans, ibu satu anak yang kini sedang terbaring tak bergerak itu begitu hancur dan terpukul. Putrinya pergi tanpa pamit padanya.


"Sabar mah." Hanya itu yang bisa Frans katakan untuk menguatkan sang istri, tapi nyatanya dirinya juga hancur melihat pemandangan yang begitu tidak pernah mereka bayangkan.


"Sayang aku mohon..hiks.." Adam terus bergumam di samping telinga sang istri. Pria itu begitu menyedihkan dengan wajah yang bersimbah air mata.


Tatapan tegas dengan wajah datar dan dingin itu tidak terlihat, yang ada hanya wajah menyedihkan.


Tangisan bayi yang terus-menerus bersahutan tidak mereka hiraukan, Adam hanya ingin Istrinya kembali ke dalam pelukannya, wanita yang dia begitu cintai tidak Ia relakan untuk pergi secepat ini.


Deg..deg...deg..


Nit...nit...nit..


Bunyi monitor jantung kembali beroperasi, semua para dokter dan suster melihat ke arah sumber suara, dan tak lama mereka melihat pergerakan tangan pasien yang memeluk erat buah hatinya.


"Tuan, pasien kembali hidup." Dokter pun memberi tahu Adam yang belum menyadari hal sekitar.


"Sungguh ini keajaiban dok." Seorang dokter wanita yang menangani kelahiran Disya mengusap air matanya sambil tersenyum.


Adam yang mendengar ucapan dokter langsung mendongak, melihat bagaimana tangan Disya yang memeluk kedua buah hatinya dengan kedua mata yang terbuka.


"Sayang..k-kamu kembali." Adam langsung menghujani wajah Disya dengan ciuman bertubi-tubi. "Terima kasih Tuhan, kau kembalikan istriku untuk berkumpul." Adam memanjatkan syukur kepada Tuhan yang sudah memberikan kehidupannya kembali.


"By.."


Mereka saling berpelukan dengan perasaan lega dan juga terharu, kedua orang tua saling berpelukan dengan memanjatkan syukur alhamdulilah. Tidak ada yang mereka inginkan kecuali keselamatan untuk Disya.


"Adamm.." Suara Disya begitu lemah ketika memanggil suaminya yang menangis.


"Maaf.." Adam semakin menangis pilu mendengar ucapan Istrinya.


"Tidak sayang, aku bahagia kita kembali berkumpul, lihat anak-anak kita tampan dan cantik." Adam menangis sambil tersenyum, tidak perduli wajahnya yang masih basah air mata, dirinya begitu bahagia hingga tak terkira.


Dokter kembali melakukan tugasnya, mereka kembali berusaha agar tidak lagi terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Tuan Adam, ini sebuah mukjizat yang Tuhan berikan, kejadian langkah yang hanya ada seribu satu dan diataranya istri anda. Selamat tuan." Para dokter memberi Adam selamat, mereka juga merasa bahagia melihat pemandangan yang tidak pernah di duga.


Dua Minggu setelah mendapatkan perawatan intensif, akhirnya Disya dan kedua bayinya diperbolehkan pulang. Semua senang menyambut kedatangan keluarga baru mereka yaitu dua malaikat kecil yang begitu lucu dan memberikan kehidupan untuk sang ibu.


"Terima kasih sayang, kamu sudah bertahan untuk kami." Adam memeluk sang istri dan mencium keningnya.


Mereka sedang berada dirumah utama, si kembar sedang menjadi rebutan untuk kedua Opa dan Omanya.


"Hm, aku tidak menyangka akan melihat pemandangan seperti ini sayang. Maaf, tapi aku begitu mencintai kalian." Disya menatap suaminya penuh cinta. Tatapan yang sama dengan Adam ketika menatapnya.


"Aku pun lebih mencintaimu."


"Hm, ngomong-ngomong kamu mau kasih nama Twins siapa?" Tanya Disya sambil memeluk pinggang sang suami, memandang kebahagiaan kedua orang tuanya yang menggendong cucu.


"Aku serahkan pada reader kesayangan author LAUTAN BIRU.."


"Eh, kok-"


"Biarkan mereka juga merayakan kebahagiaan kita sayang, mereka juga bahagia melihat kamu kembali hidup lagi."


"Ah, jadi begitu. Terima kasih semua yang sayang padaku." Disya tersenyum manis.


"Salam cinta untuk kalian dari kami. Sampai jumpa dan tetap dukung author LAUTAN BIRU untuk terus BERKARYA."


"Sampai di sini kisah kami di ONE NIGHT IN LONDON, see you goodbye..😘"


...AKHIRNYA MEREKA BERAKHIR BAHAGIA YEEEYYY... ...


...JANGAN LUPA MAMPIR KE LAPAK AUTHOR YANG BARU "MY HUSBAND OM-OM SEASON 2" ...


...SAMPAI JUMPA...😘😘😘😘😘 DAN TERIMA KASIH ATAS SEMUA DUKUNGAN DAN DOA KALIAN, SAYANG KALIAN..πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° ...


..._TAMAT_...