
Setelah selesai sarapan pagi, semua kelurga meninggalkan hotel untuk pulang kerumah masing-masing, apalagi Hawa dan Mario sedang ada di Indonesia. Ayana dan Nathan sangat senang karena dengan begitu mereka akan bermain dengan para cucu selama seminggu kedepan.
Sedangkan Adam dan Disya, mereka masih menghabiskan waktu libur heneymoon mereka selama Adam cuti.
Keduanya kembali ke hotel setelah Adam mengantar Disya untuk kesupermarket membeli makanan yang Disya inginkan. Dan Adam dengan senang hati menemani meskipun Disya sedikit ketus karena masih kesal.
Tidak kehabisan akal, Adam mencoba untuk menarik perhatian dan senyum Disya kembali meskipun dengan wajah datarnya, tapi usaha Adam berbuah manis ketika Disya terharu dengan perhatian Adam untuk bayi mereka dan dirinya.
"Ibu hamil harus minum susu, selain penambah gizi dan nutrisi untuk kamu, susu ini juga berperan penting untuk pertumbuhan calon bayi kita."
Adam bicara sambil menunjukan kontak susu hamil rasa coklat.
Disya menatap wajah Adam yang serius menatap kotak susu itu.
"Dan aku ingin istriku dari calon anak-anak ku juga sehat."
Ucapan sederhana Adam tapi mampu membuat Disya meleleh dan terharu saat itu juga.
Mungkin wajah Adam datar dan memiliki tatapan tajam, tapi jika seseorang sudah dekat dengannya pasti orang itu akan merasakan bagaimana pribadi Adam yang sesungguhnya. Adam pria penyayang dan hangat, meksipun wajahnya datar dan dingin Disya bisa merasakan sifat hangat Adam lewat perkaranya.
"Sya aku pergi keluar sebentar, kalau ada apa-apa hubungi aku." Setelah menaruh belanjaan di atas meja Adam menghampiri Disya yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
"Memangnya mau kemana?" tanya Disya yang sudah berdiri di depan Adam.
"Tidak lama." Adam meraih kepala Disya dan mengecup kening wanitanya. "Jangan kemana-mana, sampai aku datang." Ucap Adam seperti biasa, menampilkan wajah datarnya.
Disya hanya mengaguk dan melihat punggung Adam yang hilang di balik pintu.
"Katanya honeymoon, tapi kok malah di tinggal." Sungut Disya yang duduk disofa sambil membuka cemilan yang dia beli tadi.
Ceklek
Disya yang ingin menyuapkan makanan kedalam mulutnya tertunda, karena mendengar pintu terbuka.
"Aku melupakan sesuatu." Ucap Adam yang langsung berjalan mendekati Disya yang duduk.
"Kenapa balik lagi?" Tanya Disya sambil melihat Adam yang mengambil sesuatu dari kantung belanjaan tadi.
"Sya, kamu mau yang rasa apa?" Tanya Adam yang memegang dua kotak susu dengan beda rasa.
"Oke, tunggu sebentar." Adam berlalu pergi dari hadapan Disya.
Disya hanya melihat Adam dari belakang, dan tak lama Adam sudah kembali membawa satu gelas susu rasa strawberry.
"Minumlah.." Adam menyodorkan gelas yang dia bawa.
Disya tertegun sebentar dan tangannya segera mengambil gelas yang Adam berikan.
"Terima kasih." Ucap Disya dengan senyum tipis.
Adam hanya mengaguk. "Sama-sama, habiskan." Kembali Adam mencium pucuk kepala Disya dan setelah itu berlalu pergi.
"Apa kau kembali hanya ingin membuatkan aku susu?"
Suara Disya membuat langkah kaki Adam berhenti saat sudah diambang pintu.
Adam menoleh kebelakang dan menatap Disya yang juga menatapnya dari sofa.
"Tentu saja, karena aku sayang kalian."
Blam
Pintu tertutup, meninggalkan Disya yang senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Adam tadi.
"Aku pikir kau hanya sayang dengan calon bayimu saja." Ucap Disya dengan bibir mengembang senyum.
Hari ibu kata sayang yang Disya dengar, besoknya bisa kata cinta yang mungkin akan Disya dengar.
.
.
Semangat pagi, kalau melihat semangat kalian baca 🤣🤣
JANGAN LUPA, LIKE KOMEN 🤗