ONE Night In LONDON

ONE Night In LONDON
Apa dia cemburu



Waktu cepat bergulir, kini hari sudah mulai petang dan Disya sudah siap dengan penampilannya malam ini. Gaun hitam tanpa lengan dan belahan dada rendah tapi tertutup aksesoris tambahan. Rambut panjangnya Ia gerai.


Disya berjalan menuruni tangga, dan wanita itu melihat bunda Diana yang akan menaiki tangga.


"Ada apa Bun?" tanya Disya yang melihat Diana tidak jadi naik.


"Tidak ada, hanya saja itu didepan sudah ada mobil menunggu kamu, katanya jemput." Jawab Bunda Diana.


Disya melihat jam di ponselnya, masih setengah tujuh kurang. Jika tidak masuk berarti itu supir yang Adam kirim, jika Dino pasti sudah masuk dan menunggunya dirumah.


"Mungkin supir suruhan kantor Bun." Jawab Disya.


"Tumben supir kantor jemput kamu, Udah kayak wanita spesial saja." Ucap Diana sambil terkekeh.


Disya yang mendengarnya hanya meringis, bundanya tidak tahu saja jika putrinya memang wanita spesial yang bisa membuat cucu putra Adhitama frustasi.


"Ya udah Disya berangkat Bun." Disya mencium pipi Diana sebelum benar-benar pergi.


"Hati-hati Sya." Seru Diana.


Disya berjalan keluar rumah dan mendapati mobil sedan mewah di depan rumahnya.


Dan seorang pria yang memakai topi tapi hanya menunduk saat melihat dirinya keluar.


Pria itu membukakan pintu mobil bagian depan, dan Disya yang bingung akhirnya protes.


"Kenapa didepan, tidak dibelakang pak." Ucap Disya pada pria yang dia tahu supir itu.


Ehem


Pria itu berdehem lebih dulu sebelum bicara. "Didepan saja sa_nona." Ralat pria itu.


Disya tanpa berpikir panjang akhirnya menurut untuk duduk didepan, disamping kursi kemudi.


Pria itu sedikit berlari mengitari kap mobil, lalu masuk dan duduk dibalik kemudi.


"Bukankah masih lama acara dimulai, tapi kenapa anda sudah menjemput pak?" tanya Disya yang sudah duduk dengan mengunakan sealbed, dan mobil yang mereka tumpangi sudah berjalan meninggalkan halaman rumah Disya.


"Karena aku tidak ingin Dinosaurus menjemputmu." Tiba-tiba suara pria tadi berubah menjadi suara bariton yang sangat Disya kenal.


Disya langsung menoleh kesamping, dan saat itu juga Adam membuka topi yang dia pakai.


"Kau..!" Disya sampai melotot melihat Adam yang ternyata menyamar sebagai supir.


Adam tersenyum tipis. "Kenapa? terkejut? sama calon suami sendiri kaget." Ucapan Adam begitu menyebalkan ditelinga Disya, bahkan terdengar meledek dan membuat Disya kesal.


Adam memilirik Disya yang diam, dengan tatapan kesamping. "Putuskan hubungan mu dengan Dinosaurus itu, atau kalau tidak mau maka aku akan_"


"Akan apa?" Potong Disya cepat, sambil menatap Adam sebal, dan kembali membuang wajah.


"Tapi percuma saja kau mengatakan putus, toh malam ini semua akan tahu, siapa kamu." Ucap Adam santai.


Disya mengepalkan kedua tangannya kuat, dia tidak bisa mengelak lagi. Apa kata kedua orang tuanya nanti. Dan untuk Dino, dirinya hanya pasrah.


Tak lama mobil yang dikendarai Adam berhenti, dan Disya baru sadar jika dirinya dibawa keaparteman Adam.


"Kenapa kesini?" Tanya Disya ketus.


Adam melepas sealbednya. "Apa kamu tidak melihat penampilan calon suamimu ini." Ucap Adam menatap Disya dengan kening mengerut. " Aku sengaja pulang kantor cepat hanya untuk menjemput kamu." Lanjutnya lagi.


"Aku tidak menyuruhmu." Ketus Disya lagi.


"Ck, apa kamu tidak tahu. Jika aku tidak ingin si Dinosaurus yang menjemput." Kesal Adam yang memilih keluar mobil lebih dulu.


Disya melotot mendengar ucapan Adam. Wanita itu segera keluar dan menyusul Adam yang sudah berjalan lebih dulu.


Adam melepaskan dasi yang mengikat lehernya seharian, sebenarnya dirinya sangat lelah. Tapi Adam tidak akan melewatkan malam ini, malam yang akan menjadi sejarah untuknya. Bagaimana tidak sejarah jika malam ini pasti akan membuat semua orang terkejut, termasuk kedua orang tuanya.


Adam melepaskan jas yang dia pakai, dan menggulung lengan panjangnya sambil berjalan, Disya yang masih sedikit berjarak dari Adam tiba-tiba langsung berlari kecil untuk menyamai langkah lebar Adam.


Adam yang masih menggulung lengan satunya melirik Disya yang sudah disampingnya.


"Bisa tidak melakukanya nanti jika sudah sampai


" Ketus Disya lagi yang tidak menatap Adam, melainkan melirik kearah lain.


Adam mengernyit bingung. "Melakukan apa? memangnya aku nagapain?" Tanya Adam yang tidak mengerti.


Disya menatap Adam dengan tatapan sebal. "Dasar tukang tebar pesona." Kesal Disya yang lebih dulu berjalan untuk sampai didepan lift.


Adam berhenti sebentar, dan melihat Disya yang berjalan cepat. "Tebar pesona apa?" Gumam Adam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tapi saat menoleh kesamping Adam melihat beberapa wanita yang menatap kearahnya.


"Astaga.." Adam mengulum senyum. "Apa dia cemburu?" Ucapnya pada diri sendiri.


.


.


Semangat malam biar nggak ngantuk Bestie 🤣