NISSA

NISSA
BAB 9 ENAK DAN UNIK



Setelah selesai membantu Wati di dapur, Nissa memutuskan untuk segera pulang bersama Luna. Meski sudah di paksa Wati untuk pulang setelah makan malam, Nissa dan Luna tetap menolak secara halus. Akhirnya Wati membawakan beberapa buah tangan untuk di bawa pulang.


Wati yang melihat kedua anaknya dan satu cucu kesayangannya tengah menikmati makanan yang tersedia pun menyunggingkan bibirnya. Belum lagi melihat ekspresi Yusuf dan Reina yang nampak sekali menikmati hidangan malam ini.


"Mak Ipah makin enak masakannya. Kalau kaya gini Rere bisa gagal diet" celetuk Reina sambil terus mengunyah makanannya. yang ia tahu sore tadi yang masak Mak Ipah bukan lah Wati apa lagi Nissa.


"Iya, rasa nya unik kalau nggak inget harus jaga bentuk tubuh bisa khilaf ini" ucap Yusuf.


"Mas Yusuf istighfar mas. Perasaan udah nambah tiga kali" ejek Adam kenyataan.


"Apa iya?" tanya Yusuf terkejut tanpa menyadari seberapa banyak ia makan sejak tadi.


Melihat ketiganya Wati menyungging senyuman. Dan mulai yakin untuk menjalankan rencana yang sudah terstruktur dengan baik.


Setelah selesai makan malam dan bercengkrama di ruang keluarga dengan canda tawa hingga tak terasa malam semakin larut. Membuat Yusuf dan Reina beranjak ke kamar lebih dulu. Dan seperti biasanya Reina selalu minta di gendong belakang oleh sang ayah untuk menuju kamar.


Tubuh yang masih sehat dan kekar berbodi L-men itu pun selalu saja menuruti permintaan putrinya. Wati yang melihat anak dan cucunya pun telah berlalu, Wati langsung menghentikan Adam yang hendak beranjak juga.


"Dam" panggil Wati.


"Iya bun" Adam pun langsung duduk mendekati Wati.


"Kamu sudah siap menikahi Luna?"pertanyaan Wati itu pun sontak membuat Adam terkejut.


"Eh… bunda kenapa tiba-tiba tanya hal ini?"


"Siap atau belum?" tanya Wati serius.


"Ya siap dong bun tapi…"


"Bunda akan memberi restu kalian asal di hari yang sama juga kamu dan mas mu itu menikah juga"


Melihat Adam frustasi mengingat sifat Yusuf pun akhirnya menceritakan semua rencana yang telah di susun rapi pada Adam.


Hingga Adam merasa frustasi dengan cara yang di sampaikan Wati. Meskipun sejujurnya ia sempat ingin menggunakan rencana yang di utarakan Wati agar ia cepat menikahi Luna tanpa harus menunggu Yusuf menikah lagi.


"Bun Adam takut melakukannya. Bisa-bisa badan Adam terpotong-potong kalau mas Yusuf dengar hal ini"


"Bunda jamin mas mu nggak akan melakukan itu"


"Oke anggap rencana A bunda berjalan lancar terus bagaimana dengan rencana B? Adam kenal sekali dia bun dan juga Adam nggak rela kalau seandainya mas Yusuf nyakitin dia"


"Bunda yakin Yusuf bukan lelaki seperti itu Dam. Mas mu itu nggak suka menyakiti perempuan. Dan bunda juga pasti melindunginya bagaimana pun caranya"


Adam menghembuskan nafas kasar. "Ya sudah bun Adam ke kamar dulu dan membicarakan hal ini sama Luna"


"Iya sayang. Rayu sampai setuju. Berusahalah"


Adam pun langsung memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Terasa masih ragu untuk mengatakan semua ide Wati untuk menyampaikan pada Luna tapi mau nggak mau ini cara yang tepat agar mereka cepat menikah.


Akhirnya setelah bergelut dengan kegundahan Adam memberitahukan semuanya pada Luna hingga membuat Luna menolak cara yang harus mereka lakukan. Entah pengertian dan bujuk rayu seperti apa hingga akhirnya Luna setuju.


Setelah menyudahi sambungan telpon, Adam hanya menatap langit-langit kamarnya.


"Aku harus segera tidur untuk mengumpulkan seluruh tenaga. Persiapkan diri untuk besok pagi" gumam Adam yang langsung memejamkan.


Bersambung...


Untuk yang baru gabung silahkan buka bab 78 baby Zen jika ingin melihat visual Yusuf, Nissa dan yang lainnya.


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️ follow akun author juga ya ❤️