NISSA

NISSA
BAB 13 KEPUTUSAN WATI



"Rere kemana bun" tanya Yusuf yang baru datang keruang makan dan langsung duduk.


"Rere menginap dirumah eyangnya mau di ajak liburan ke paris selama 2 minggu"


"Loh kok lama banget bun? Kuliahnya gimana?" tanya Yusuf. Ia memang tak suka jika anaknya bolos kuliah. Apa lagi Adam sudah pasti diamuk Yusuf kalau sampai bolos.


"Izin dulu lah, lagian Rere jarang-jarang kan liburan sama eyangnya"


Adam yang sudah tau perjalanan drama ini pun hanya diam tak memberikan komentar apapun. Setelah selesai makan malam Wati langsung menuju ruang keluarga. Yusuf hendak mengikuti langsung bundanya.


"Mas" panggil Adam sambil memegang bahu Yusuf.


"Apa" ketus Yusuf tanpa menoleh pada Adam.


"Mas masih marah sama aku?" tanya Adam sok polos aslinya dia takut di geprek masnya ini.


"Lah menurut mu aku marah nggak" yusuf semakin sewot saja.


"Maaf mas. Tapi aku mohon tentang masalah ku sama Luna cukup kita bertiga yang tahu aku takut kalau…”


"Ya aku tahu. Makanya kalau berbuat sesuatu ingat dulu benar atau salah dan bagaimana dampaknya untuk kamu apa lagi keluarga kamu, paham" tanpa menjawab Adam hanya mengangguk dan Yusuf pun langsung menghampiri keberadaan Wati.


"Bun" ucap Yusuf yang langsung duduk di sebelah Wati.


"Kenapa nak?" tanya Wati. Dalam hati Wati sudah bersorak bahagia karena kali ini Yusuf pasti tidak akan mangkir untuk menikah. Biarlah dosa di tanggungnya yang penting anaknya ini nikah lagi.


"Bun apa sebaiknya kita nikahkan saja Adam sama Luna karna…"


"Ok. Bunda juga berfikir begitu"


"Alhamdulillah…" wajah Yusuf nampak sekali lega dan bahagia penuh syukur.


"Tapi ada syaratnya" ucap Wati yang membuat Yusuf membuang kedua telapak tangannya.


"Syarat?" tanya Yusuf sudah tak enak perasaannya.


"Iya. Bunda punya 1 syarat agar Luna dan Adam segera menikah. Apa kamu mau memenuhi syarat bunda?"


"Apa syaratnya bun?" semakin terkesiap. Perasaan Yusuf sudah mulai menebak-nebak.


"Apa" Yusuf membulatkan kedua matanya karena terkejut. "Bun, mana mungkin Yusuf menikah kalau Yusuf sendiri nggak pernah dekat sama perempuan mana pun dan juga Rere…"


"Bunda sudah punya calon untuk kamu, bunda sangat yakin perempuan ini cocok buat kamu dan soal Rere biar bunda yang urus"


"Tapi aku beneran nggak bisa bun"


"Ya sudah kalau begitu jangan harap Adam menikahi Luna" ucap Wati tegas penuh ancaman.


Yusuf pun menarik nafas dalam. Dia harus mengambil keputusan secepatnya dan tepat buat adik satu-satunya yang sejak tadi ingin dia jadikan menu geprek dari setiap anggota tubuhnya. "Baik Yusuf terima. Biarkan Yusuf mengenal perempuan pilihan bunda dulu"


"Besok kita akan kerumahnya untuk melamarnya"


"Melamar bun? Bun setidaknya biarkan Yusuf mengenalnya dulu baru kejenjang yang lebih serius. Bagaimana kalau kami tidak ada kecocokan? Dan lagi belum tentu perempuan pilihan bunda mau menerima Reina dan Yusuf" bagi Yusuf Reina tetep prioritasnya jika memang akan menikah lagi.


Tiba-tiba pesan masuk di ponsel Wati. Wati pun langsung membuka pesan yang ia terima dan langsung tersenyum saat membacanya. "Satu minggu lagi kamu dan Adam akan menikah. Bunda yang akan mengurus segala sesuatunya" ucap Wati dan langsung berlalu memasuki kamarnya.


Yusuf yang mendengar ucapan Wati pun mengusap wajahnya kasar. "Kenapa semua serba tiba-tiba dan terasa sudah terencana begini" ucap Yusuf sambil menghela nafas kasar. "Adam" geramnya mengepalkan kedua tangannya.


Sedangkan Adam yang sejak tadi menyaksikan perbincangan Wati dan Yusuf pun langsung mengulas senyum. Meskipun dia merasa bersalah pada Yusuf tapi rasa itu tertutup dengan perasaan berbunga karna pada akhirnya ia bisa menikahi Luna. "Akhirnya setelah sekian purnama" batin Adam langsung berjalan mengendap menuju kamarnya.


Saat malam semakin larut, seorang laki-laki yang membiarkan tubuhnya di terpa dinginnya malam. Angin yang sedikit kencang hingga membuat rambut pria itu bergerak ke sana kemari.


Yusuf hanya berdiam diri menatap sebuah bingkai foto yang selalu ia simpan di laci meja dekatnya tidur.


Foto itu adalah foto Erlin Naura Hidayat bersama seorang bayi mungil yang tak lain adalah Reina Dzuhairi Sucipto.


"Er… maafkan aku menikah lagi tanpa persetujuan anak kita, Rere" gumam Yusuf. "siapa pun kamu ku harap kamu bisa menerima Rere".


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰 tab favorit ❤️ follow akun author juga boleh banget kok nanti akan aku follback 👍


Ikuti juga novel terbaru ku ya